SAMARINDA
Akhir Tragis Diaman, Penyapu Jalan yang Ditabrak Pikap, Koma, Lalu Meninggal Dunia
Selesai sudah cerita hidup Diaman di dunia. Punyapu jalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda itu. Tertabrak mobil saat bekerja, kritis hingga koma, lalu meninggal dunia sepekan kemudian.
Jumat subuh, 16 September lalu. Diaman mulai menyapu jalan di kawasan Gajah Mada, Samarinda. Sekitar jam 4 dini hari.
Di bawah penerangan jalan yang tak seberapa terang. Tiba-tiba terdengar suara … prakkk!
Sebuah mobil pikap bernopol KT 8827 MI menabrak tubuh Diaman, si penyapu jalan hingga terpental.
Usai menguasai kendaraan yang oleng. Pengemudi pikap menghentikan mobilnya, mendatangi Diaman yang sudah tak berdaya. Lantas membawanya dengan segera ke RSUD A. W. Syahranie Samarinda.
Diaman yang datang ke rumah sakit dalam kondisi luka berat di bagian kepala. Serta retak tulang di beberapa bagian tubuh. Mengalami kritis dan langsung mendapat perawatan intensif.
Dari beberapa keterangan yang beredar, Diaman mendapat tindakan operasi sebanyak 2 kali. Sebelum koma dan dirawat di ruang ICU. Namun menurut keterangan dari Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Abdul Wahab Sjahranie dr Arysia Andina pada Kaltim Faktual. Operasi hanya berlangsung 1 kali.
Sepekan melawan rasa sakit dan koma. Diaman menyerah pada Kamis 22 September, pukul 8.15 Wita. Sang penyapu jalan menghembuskan napas terakhirnya. Membuat sanak familinya larut dalam kesedihan mendalam dan rasa tak percaya. Lantaran ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh pria 42 tahun itu.
Keterangan Rumah Sakit
Melalui dr Arysia Andini, RSUD A. W. Syahranie Samarinda mengumumkan perihal kematian Diaman. Bunyi keterangan dari rumah sakit kami sajikan dalam kalimat tidak langsung, seperti berikut:
Saya dr. Sysi (Andini). Innalilahi wainnailaihi raajiun. Pada hari ini Kamis, tanggal 22 September 2022. Pukul 8 lewat 15. Telah meninggal dunia, pasien dengan inisial D. Korban tabrak beberapa hari lalu. Yang sempat kritis. Kami mengucapkan turut berdukacita yang sebesar-besarnya. Semoga pihak keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan.
Pasien datang pada Jumat dini hari. Dalam keadaan cedera kepala berat. Dan beberapa patah tulang. Kemudian pasien dirawat, oleh tim dokter RSUD A. W. Syahranie. Dan telah dilakukan operasi.
Setelah beberapa hari kritis di ICU. Pada hari ini pasien meninggal dikarenakan cedera kepala berat dan multiple fracture.
Menjadi Pelajaran
Dalam kejadian ini, diduga tidak ada unsur kesengajaan. Sopir pikap saat diperiksa mengaku tak melihat jelas keberadaan Diaman. Sampai menumburnya dan menyebabkan kematian sepekan kemudian.
Pengemudi pikap memilih bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun proses hukum tetap berlangsung. Demikian dipastikan oleh Polresta Samarinda.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup Samarinda. Berharap kejadian serupa tak terulang kembali. Di luar siapa salah siapa benar dalam kasus ini. Seluruh petugas kebersihan diminta menaati SOP kerja yang berlaku.
Seperti, tidak mendahului jam kerja yang ditetapkan. Yakni pukul 5.30 pagi. Juga diwajibkan mengenakan atribut kerja yang benar. Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan saat bertugas. Bagaimanapun, pekerjaan sebagai penyapu jalan memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi.
DLH Samarinda juga akan segera menghadap ke wali kota untuk mengevaluasi kejadian ini. Serta mengusulkan pengadaan seragam baru bagi petugas kebersihan. (DRA)
-
OLAHRAGA5 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
VIRAL3 hari agoSalam Tiga Jari Viral di Indonesia, Berawal dari Film The Hunger Games hingga Jadi Simbol Perlawanan
-
VIRAL5 hari agoPolda Metro Minta Maaf, Raffi Klarifikasi, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Bukan Mahasiswa
-
OLAHRAGA4 hari agoPorprov Kaltim 2026 Mulai Digelar, 8.709 Atlet dari 10 Daerah Siap Berebut Medali
-
OLAHRAGA5 hari agoBorneo FC Tumbang di Bantul, Mauro Jeronimo Punya Pekerjaan Rumah di Lini Pertahanan
-
OLAHRAGA3 hari agoPorwada IV Kaltim 2026 Digelar di Balikpapan, 10 Cabor Siap Dipertandingkan
-
OLAHRAGA4 hari agoCetak Gol ke Gawang PSIM, Asgal Habib Bisa Jadi Opsi Penting di Lini Depan Borneo FC
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Rangkul Kicau Mania, GEAR ULTIMA Tampil Spesial di Umi Kasum Cup VI

