Connect with us

BONTANG

Anggota DPRD Dapil VI Kompak Dorong Realisasi Tol Samarinda-Bontang

Published

on

dprd
Anggota DPRD Provinsi Kaltim Dapil VI Bontang-Kutim-Berau Harun Ar-Rasyid.(Hafif Nikolas/Kaltim Faktual)

Wacana proyek Tol Samarinda-Bontang kini terkatung-katung. Meski begitu, para wakil rakyat dari Dapil Bontang, Kutim, dan Berau. Masih berupaya mewujudkannya.

Pemprov Kaltim telah merencanakan pembangunan Tol Samarinda-Bontang sejak 2013 lalu. Namun memasuki tahun kesepuluh, realisasinya masih jadi tanda tanya. Malah sangat mungkin disalip oleh pembangunan Tol IKN yang baru-baru saja direncanakan.

Tol Samarinda-Bontang sendiri sudah dicoret dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena tidak mungkin selesai pada 2024; ketika pemerintahan Jokowi-Amin sudah selesai.

Kini status proyek tersebut hanyalah ruas prakarsa pemerintah yang telah memiliki studi kelayakan.

Penerbitan amdal, andalalin, baru kemudian lelang proyek, pembebasan lahan, dan pengerjaan fisik. Adalah deretan jalan panjang sebelum tol tersebut benar-benar jadi.

Baca juga:   Sejumlah Faktor Membuat Ekonomi Kaltim 2023 Diprediksi Tumbuh hingga 5 Persen

DPRD Siap perjuangkan

Rencananya, tol sepanjang 95,62 km ini akan terhubung dengan Tol Balsam sektor Palaran. Rutenya Palaran, Sambutan, Anggana, Muara Badak, Marang Kayu, Teluk Pandan, Bontang.

Tol ini direncanakan memiliki 2 segmen. Satu mengarah langsung ke Bontang, satunya lagi ke Bandara APT Pranoto.

Anggota DPRD Provinsi Kaltim Dapil VI Harun Ar-Rasyid mengatakan, tol ini sangat dinantikan masyarakat utara Kaltim. Dengan kondisi jalan poros Samarinda-Bontang-Sangatta yang lebih sering rusaknya ketimbang bagusnya. Tol akan menjadi alternatif yang solutif. Karena selain cepat sampai, juga memperpanjang usia kendaraan.

Karena itu, dengan naik turunnya wacana pembangunan, Harun menegaskan seluruh wakil rakyat Dapil VI, masih ingin memperjuangkan realisasi jalan bebas hambatan ini.

Baca juga:   Fenomena Pedagang Nakal saat Ramadan, Sadonyo Sembako: Kami Pengennya Harga Stabil

“Kami setuju untuk diperjuangkan lagi, biar kita cepat sampai ke Bontang-Kutim,” ucap Harun.

“Kami siap mengawal sampai selesai dan itu sudah kewajiban, apalagi itu dapil kami,” lanjutnya.

Proyek yang akan mengambil beberapa kilometer hutan lindung ini, juga tidak masuk dalam RTRW Kaltim. Namun masih berpeluang masuk dalam RTRW Kukar dan Bontang. Sebagai kawasan yang terlewati tol tersebut. (mhn/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.