NUSANTARA
ANRI Dukung Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Register Memory of the World UNESCO
ANRI mendukung warisan dokumenter Indonesia masuk dalam Register Memory of the World UNESCO. Setidaknya ada enam warisan dokumenter yang telah masuk nominasi.
Dewan Pakar Komite Nasional Memory of The World (MOW) Indonesia memasukkan enam warisan dokumenter Indonesia. Untuk masuk dalam memory of The World.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam sidang di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Sidang ini untuk menentukan koleksi warisan dokumenter yang akan diajukan dalam register MOW, UNESCO.
Dari hasil sidang tersebut, terpilih 6 warisan dokumenter yang diusulkan.
Plt Kepala ANRI Imam Gunarto menyebut, keenam warisan dokumenter Indonesia yang dinominasikan dalam register MOW.
Pertama yaitu, Arsip dan Surat-surat Kartini bekerja sama dengan Belanda. Lalu, Arsip Pembentukan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) bekerja sama dengan arsip nasional dari negara anggota ASEAN.
Ketiga, ada Karya-karya Hamzah Fansuri bekerja sama dengan Malaysia. Kemudian, Arsip dan Naskah Syekh Yusuf Tajul Khalwati Al-Makassari. Lalu, Arsip Tari Khas Mangkunegaran. “Dan keenam, ada Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian,” jelasnya.
Komite Nasional MOW Indonesia melaksanakan pembahasan terhadap warisan dokumenter Indonesia yang memiliki signifkansi pada level internasional dengan menunjukkan Universal Outstanding Value yang dimiliki sebuah warisan dokumenter.
Program register MOW menjadi langkah konkret dalam upaya melestarikan dan menjamin akses universal terhadap warisan dokumenter agar dapat dimanfaatkan dan dipelajari seluas-luasnya oleh dunia dan generasi yang akan datang.
Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Pakar, Mukhlis PaEni dan Ketua Komite Nasional MOW Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Kepala ANRI, Imam Gunarto.
Turut hadir dalam sidang antara lain Menteri Pendidikan periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro, Pakar Tradisi Lisan, Pudentia Maria Purenti Sri Sunarti, Pakar Sejarah, Prof. Asvi Warman Adam dan Prof. Erwiza, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Perpustakaan Nasional, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional. (anri/am)
ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoKaltim Masuk 5 Besar Nasional Pembangunan Pariwisata 2026, Unggul di Lingkungan Pendukung
-
SAMARINDA3 hari agoWarga Samarinda Turun ke Jalan, Desak Karhutla Kaltim Jadi Bencana Nasional
-
KUKAR3 hari agoPersiapan MTQH XLVI Kaltim Capai 80 Persen, Kukar Siapkan Tahap Pembangunan
-
OLAHRAGA1 hari agoTujuh Tahun Vakum, CustoMAXI Kembali ke Bali dengan Modifikasi XMAX Berteknologi Canggih
-
KUKAR4 hari agoKunjungi Lokasi Kebakaran, Bupati Kukar Sebut Pembangunan Kembali Jadi Tahap Lanjutan
-
NUSANTARA23 jam agoMahasiswa dan Rakyat Kaltim Demo di Kantor Gubernur, Karhutla hingga Dua Tahun Prabowo-Gibran Disorot
-
KUKAR4 hari agoBupati Kukar Tekankan Pendampingan Anak Korban Kebakaran Loa Ipuh
-
KUKAR4 hari agoBupati Kukar Arahkan Program Kukar Selaras dengan Agenda Transformasi 2045

