Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Arsip Masjid Tua Samarinda Seberang Jadi Sumber Sejarah

Published

on

MASJID TUA
Arsip masjid Shiratal Mustaqiem jadi sumber sejarah berharga. (Wikipedia)

Masjid Tua yang sudah ada sejak 1881 di Samarinda Seberang. Selain jadi tempat ibadah, juga berstatus cagar budaya dan masuk Top 3 wisata religi di Kaltim. Kumpulan arsipnya dijadikan sumber sejarah tersendiri.

Masjid pertama di Kota Tepian, biasa disebut Masjid Tua. Tempat ibadah yang rampung dibangun pada 1881 silam itu. Menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di ibu kota Kaltim. Dan kini berstatus cagar budaya.

Masjid bernama asli Shiratal Mustaqiem ini telah berusia lebih dari seabad. Namun model bangunannya masih orisinil. Hingga masuk dalam jajaran Top 3 wisata religi di Kaltim. Jadi satu peninggalan sejarah tersendiri yang penting untuk terus dijaga.

Arsiparis Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) Dewi Susanti, menyebut ituvmerupakan ikon tempat ibadah bersejarah yang Ibu Kota Kaltim. Setelah ditelusuri, sebut Dewi arsip masjid itu termasik dokumen non pemerintah.

Baca juga:   Jaga Arsip Tetap Aman, DPPKUKM Kaltim Bangun Gedung Sendiri

“Ini termasuk arsip masyarakat. Ini bukan milik pemerintah. Karena tokohnya yang punya adalah Haji Muhyar,” jelasnya belum lama ini.

Belakangan, Dewi mengaku pihaknya telah menghimpun beberapa arsip berkaitan dengan status bangunan masjid itu. Seperti sertifikat tanah, foto-foto, dan juga riwayat pembangunan.

DPK Kaltim telah menelusuri bagaimana masjid iti terbangun. Dewi bahkan semoat menelusuri dengan bertanya pada remaja masjid, pihak RT, hingga tetua atau sesepuh masyarakat di sana.

Dari hasil itu, DPK Kaltim akan menjadikan arsip Masjid Tua sebagai referensi sejarah di Kaltim. Yang perlu dilestarikan dan sebagai  pengetahuan yang akan diwariskan kepada generasi saat ini dan mendatang.

“Bukan hanya dongeng, tapi kita ada bukti. Bahwa lembaga ini nanti kedepannya, bisa menceritakan Kalimantan Timur memang cita-cita saya sebelum saya pensiun,” pungkasnya. (ens/fth)

Baca juga:   DPK Kaltim Terus Edukasi Pegawai Guna Percepat Implementasi Srikandi

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.