Connect with us

OLAHRAGA

Astaga Wal! Pato Cetak 2 Gol di 3 Laga Beruntun

Published

on

pato BORNEO FC COMEBACK
Matheus Pato menjadi pahlawan Borneo FC di tiga pertandingan terakhir. (Instagram/Borneo FC)

Pato memang ‘nggak’ ada obat! Penyerang Brazil itu selalu menyumbang 2 gol di 3 laga beruntun untuk Borneo FC Samarinda di BRI Liga 1 2022. Secara keseluruhan, Pato sudah bikin 7 gol dari 6 pertandingan di liga. Serta 6 gol dari 9 pertandingan di Piala Presiden. Konsistensinya sulit dipercaya!

Masih muda, bukan nama beken. Jejak kariernya hanya bermain di kompetisi kasta kedua Slowakia, Brazil, dan Korea Selatan. Itu juga Pato tidak selalu jadi pilihan utama di klubnya. Ditambah produktivitas golnya sebagai penyerang tengah sangat rendah. Kedatangan Pato di Borneo FC Samarinda tidak disertai ekspektasi tinggi.

Para suporter Borneo FC berharap, setidaknya dia bisa cocok saja dengan skema pelatih dan membantu tim. Toh, Pato juga belum pernah menjajal sepak bola Indonesia sebelumnya.

Namun keraguan itu, dijawab kontan oleh Pato dengan performanya. Di Piala Presiden, dia mencetak 6 gol. Dinobatkan sebagai peraih sepatu emas di turnamen pra musim tersebut. Publik sepak bola Samarinda mulai mengelu-elukan nama Matheus Pato.

Biasanya, pemain yang sangat bersinar di pra musim. Susah mengulangi pencapaian serupa di kompetisi sesungguhnya.

Baca juga:   Menang Adu Penalti, Ribhatul Khail Juara Liga Santri PSSI 2022 Wilayah Kaltim

Hal itu tampak akan terjadi pada Pato. Di dua laga awal BRI Liga 1, eks pemain akademi Benfica tersebut selalu turun sebagai starter. Di laga pertama kontra Arema FC, dia bermain 88 menit. Di pertandingan kedua versus Barito Putera, dia bermain penuh 90 menit. Dan tahukah, tak sebiji gol pun mampu dia buat.

Namun musim Pato di BRI Liga 1 akhirnya dimulai pada laga ketiga. Ketika Borneo FC menjamu Persib di Stadion Segiri. Dia menyumbang 1 gol pada kemenangan 4-1 timnya atas Maung Bandung.

Gol itu tidak hanya menjadi titik mula keganasan pria bernama asli Matheus Antonio Souza dos Santos. Tapi itu adalah gol yang istimewa. Gol tendangan salto yang menawan. Dinobatkan sebagai gol terbaik Liga 1 pekan ketiga.

Di 3 pertandingan berikutnya, keran gol penyerang 185 cm itu mengalir deras. Dia membuat 6 gol dari 3 laga kontra Persik, Persebaya, dan terbaru Dewa United. Edyan-nya, di tiga laga itu. Pato selalu. Ulang, selalu. Mencetak 2 gol alias brace. Wow!

Bahkan kalau mau dicari keistimewaan dari momen di 3 laga terakhir Borneo FC. Selain selalu brace-nya Matheus Pato. Adalah kontribusi sang penyerang. Pesut Etam menggelontorkan 7 gol di 3 pertandingan itu. Enam di antaranya, dibuat Pato seorang diri.

Baca juga:   Milomir Seslija: Semua Pemain Persebaya Bagus, Saya Tak Bercanda

Ini keganasan yang tak terbantahkan. Barangkali, Pato sendiri tidak akan percaya dengan apa yang dia dapatkan kini.

Begini, pemakai nomor punggung 7 Borneo FC itu memulai debut profesionalnya di tim utama pada 2016. Ketika dia dipinjamkan ke STK Samorin. Tim Liga 2 Slowakia. Dari klub induknya, Fluminense U-20. Dua tahun di Samorin, Pato bermain 27 kali, mencetak 17 gol di semua kompetisi. Tampak begitu produktif, walau hanya bermain di kasta kedua.

Tapi capaian itu, adalah catatan terbaik Pato. Karena setelahnya, dia hanya mampu menambah 9 gol saja. Dari total 49 laga pada 2019 sampai Januari 2022.

Penyerang (maaf) mandul itu, kemudian menganggur 4 bulan karena tak ada klub yang menaruh minat padanya. Borneo FC kemudian datang memberinya kesempatan. Pria yang bahkan tidak fasih berbahasa Inggris itu, secara bim salabim. Langsung menjelma sebagai striker top Tanah Air.

Baca juga:   Jadwal Lagi Padat, Borneo FC Isyaratkan Rotasi Line-up

Pemain 27 tahun itu tampak sangat menikmati perannya di lini depan Borneo FC. Barangkali, sekali lagi. Pato belum percaya dengan apa yang dia lakukan di sini.

Karena sebelum bergabung ke Borneo FC, Pato butuh 5 tahun, 76 pertandingan, untuk bisa membuat 26 gol. Di Borneo FC, dia hanya butuh 15 pertandingan dalam kurun waktu 4 bulan. Untuk membuat 13 gol. Setengah dari yang bisa dia buat di Slowakia, Brazil, dan Korea Selatan.

Sebelum bergabung ke Borneo FC Samarinda, Pato butuh waktu bermain 188 menit. Alias dua laga lebih. Untuk membuat 1 gol. Di Pesut Etam, rasionya adalah 97,7 menit setiap golnya. Mengagumkan? Jelas. Tapi apakah konsistensinya bisa bertahan sampai akhir musim? Pendukung Borneo FC doakan saja. (DRA)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.