Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Belum Telambat untuk Menuliskan Peristiwa Sejarah Puluhan hingga Ratusan Tahun Lalu sebagai Arsip

Published

on

menulis
Penulisan sejarah Kaltim penting sebagai arsip sejarah. (Wikipedia)

Meski sudah berlalu puluhan hingga ratusan tahun lalu. Namun saat ini belum terlambat untuk menuliskan peristiwa sejarah itu. Bisa dari banyak cara dan sumber. Justru akan menambah khazanah sejarah bangsa.

Berbagai peristiwa sejarah di masa lalu. Barangkali belum semuanya dapat terekam dan tercatat dengan baik. Sehingga ada informasi berharaga yang masih belum tersampaikan. Dan tidak banyak diketahui oleh masyarakat saat ini.

Selain itu, karena banyaknya pelaku sejarah atau saksi sejarah. Bisa menghasilkan banyak versi sejarah. Bisa saling berkaitan. Atau bahkan bertolak belakang. Namun keduanya tetap menjadi referensi sejarah.

Seperti Pemerhati Sejarah Kalimantan Timur (Kaltim) Fajar Alam yang telah menuliskan dua buku soal sejarah lokal. Yakni sejarah Samarinda dan juga sejarah Loa Kulu. Yang sempat jadi rujukan penting.

Baca juga:   Ketua Panitia Kaltim Festival 2023: Harapannya Kehadiran IKN dapat Jadi Magnet Bagi Wisatawan dan Investor

Fajar menyebut penulisan sejarah seperti itu sangat penting dilakukan. Sebagai upaya memindahkan memori kolektif agar tetap terarsipkan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya siapapun bisa melakukan hal serupa. Bahkan sangat bagus untuk menambah khazanah arsip sejarah bangsa bahkan sejarah lokal. Baginya tidak ada yang terlambat.

“Nggak (terlambat) lah, kan tergantung apa yang mau ditulis. Mungkin bukan dari saksi sejarah, pendengar sejarah juga bisa. Kenapa tidak,” ungkap Fajar belum lama ini.

Untuk memastikan kebenaran sejarah yang ditulis. Fajar juga menyebut banyak cara. Ada istilah kritik sejarah. Yakni pihak lain memberi tanggapan terkait sejarah yang ditulis.

“Kadang ada orang sezaman yang mungkin juga bisa menuturkan melengkapi hal yang sama atau malah memberi keterangan yang berbeda. Banyak cara memvalidasi keterangan,” tambahnya.

Baca juga:   DPK Kaltim Terus Edukasi Pegawai Guna Percepat Implementasi Srikandi

Nilai Fajar, sangat wajar jika peristiwa sejarah memiliki banyak versi. Pun semuanya masih bisa dijadikan rujukan. Ramgkaian cerita bersejarah itu akan semakin kuat dengan adanya benang merah yang terjalin. (ens/fth)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.