Connect with us

SEPUTAR KALTIM

BMKG Sebut Ada 15 Titik Panas Tersebar di Kaltim

Published

on

Petugas sedang memadamkan karhutla di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 2023. (Antara Kaltim)

Meskipun sudah memasuki musim penghujan, namun masih ada beberapa kawasan yang tidak diguyur hujan. Bahkan BMKG Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 15 titik panas di Kaltim.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi sebanyak 15 titik panas di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pihak terkait telah diberikan informasi untuk melakukan penanganan.

“Sebanyak 15 titik panas ini terpantau sepanjang Senin. Mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Selasa.  

Informasi sebaran titik panas ini pun sudah disampaikan ke pihak terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.   

Baca juga:   Tawaran Kepraktisan, Kabid Adminduk DKP3A Kaltim Ajak Generasi Muda Miliki IKD

Ia mengatakan saat ini memang masuk musim hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari yang bisa menyebabkan daun dan ranting di hutan maupun lahan yang mengering, sehingga mudah terbakar.

Untuk itu, pihaknya mengimbau semua pihak selalu waspada dan sama-sama mencegah agar tidak terjadi penambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan. 

Sebanyak 15 titik yang terdeteksi kemarin tersebar pada dua kabupaten, yakni di Kabupaten Paser terdapat tiga titik dan selebihnya yang sebanyak 12 titik berada di Kabupaten Kutai Timur.  

“Sedangkan rinciannya adalah di Paser yang ada tiga titik, tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batu Sopang dua dan Kecamatan Batu Engau satu titik dengan tingkat kepercayaan menegah,” katanya dikutip melalui laman Antaranews Kaltim.

Baca juga:   Permudah Akses Kesehatan Bagi Masyarakat, Pemprov Kaltim Berikan 69 Unit Ambulas

Kemudian di Kutai Timur yang terdeteksi 12 titik, tersebar tiga kecamatan yakni Bengalon ada lima, Kaubun satu, dan Kecamatan Telen terdapat lima titik, semuanya juga memiliki tingkat kepercayaan menengah.

“Saya kembali mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu mencegah karhutla, karena masih banyak daun dan ranting kering di lahan yang mudah terbakar,” ujar Diyan. (rw)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.