Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Business Matching Kaltim-Sabah; Menuju Era Baru Ekspor Perikanan

Published

on

kaltim
Pejabat dari Pemprov Kaltim dan Sabah berfoto bersama usai pertemuan di Balikpapan, Kamis. (IST)

Jabat tangan pejabat dari 2 negara – 1 pulau; Sabah dan Kaltim. Menjadi harapan bakal terbukanya keran baru ekspor perikanan Kaltim. Pelan tapi pasti, Kaltim memang harus secepatnya berdikari dari sektor tambang dan migas.

Kementerian Pembangunan Perindustrian Sabah, Malaysia melawat ke Kalimantan Timur dengan penawaran kolaborasi bisnis antar negara. Pertemuan pejabat negeri sesama penghuni Pulau Kalimantan dengan Pemprov Kaltim berlangsung di Balikpapan, 13 Oktober 2022.

Dalam pertemuan yang juga membahas business mathing, pemerintahan kedua negara menimbang prospek bisnis apa yang bisa dikerjakan bersama. Atau saling jual-beli. Intinya, baik Sabah dan Kaltim dalam posisi membutuhkan terobosan baru untuk memasarkan produk lokalnya.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, Iwan Darmawan mengatakan, perwakilan pemerintah Sabah dan Kaltim memulai pembicaraan dengan menjabarkan potensi bisnis yang belum berkembang maksimal. Namun bisa digenjot jika terjadi harmonisasi bisnis bilateral.

“Ya kita melihat potensi kerja sama yang bisa ditawarkan dari sana (Sabah) dan dari kita,” kata Iwan.

Perwakilan Kaltim lantas menawarkan produk perikanan. Komoditas kepiting dan udang yang melimpah di Benua Etam. Telah menarik minat banyak negara, terkhusus ke wilayah Asia Timur. Dan sektor ini, masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan lagi.

MEMILIH PERIKANAN

kaltim

Menawarkan produk perikanan adalah satu langkah bijak. Alasan pertama, Kaltim memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, sepanjang tahun 2020 produksi perikanan Kaltim menurut sub sektor berjumlah 306 908 ton.

Baca juga:   Sapto Setyo Pramono Tegaskan Masyarakat Kaltim Harus Mengenal Hukum

Sementara nilai ekspor perikanan pada tahun 2021 menurut laporan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim menembus angka 72 juta USD atau mencapai mencapai lebih dari Rp1 triliun!

Komoditas ekspor perikanan dari Kaltim di antaranya, udang windu, ikan kerapu dan kepiting. Untuk komoditas non-ikan, yaitu rumput laut jenis glacilaria.

Nilai ini diproyeksikan terus meningkat. Karena pemprov menargetkan pembentukan kampung budi daya sebanyak 130 kampung di 2022 ini. Loa Kulu, Kutai Kartanegara sebagai kampung budi daya ikan nila dan di Pulau Maratua, Berau sebagai kampung budi daya ikan kerapu. Menjadi pionir kampung budidaya ikan di Benua Etam.

Dengan metode budidaya, sumber daya ikan yang sejatinya bisa tumbuh di habitat aslinya. Alias terbaharui secara otomatis. Namun budidaya akan lebih menjamin tingkat produktivitasnya.

Hanya saja, berbisnis tidak melulu soal menjamin ketersediaan bahan baku saja. Justru ujung tombaknya adalah penjualan. Sejauh ini, di antara hal yang menghambat ekspor perikanan Kaltim adalah pengiriman.

Karena ekspor memakan biaya pengiriman yang tinggi. Akan lebih efisien jika dalam satu pengiriman, kuotase muatan dimaksimalkan. Ini yang sesekali masih menjadi kerikil.

Masalah serupa sebenarnya juga terjadi pada sektor lain. Perkebunan misalnya. Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur. Memiliki sumber daya pisang kepok grecek Borneo. Yang juga menjadi komoditas ekspor andalan.

Baca juga:   Pengurus Pusdiklatda Kaltim Dilantik, Diminta Hasilkan Pembina Pramuka yang Andal

Namun ketimbang melayani permintaan ekspor dari Malaysia ataupun Singapura. Yang sekali kirim harus seberat 10-20 ton. Petani ataupun tengkulak masih lebih suka melayani penjualan lokal karena bisa mengirim pisang dengan jumlah yang relatif kecil, 1-2 ton saja. Perputaran uangnya lebih cepat dan tidak perlu repot mengumpulkan hingga 20 ton untuk sekali pengiriman.

Terhadap masalah pengiriman ini, Sabah hadir menawarkan solusi. Karena mereka juga mengalami kendala serupa.

“Kita biasa ekspor produk perikanan ke China dan Hong Kong. Dari pihak Sabah menawarkan pengiriman produk kita kalau memungkinkan transit di pelabuhan Sabah. Lalu join kontainer, jadi kita isi separuh, mereka separuh, jadi cost pengiriman bisa lebih murah,” terang Iwan

Jika kesepakatan ini jadi terjalin. Maka bisa menjadi langkah yang saling menguntungkan. Pengiriman produk perikanan Kaltim dari Pelabuhan Samarinda dan Balikpapan, bisa melakukan perjalanan ke Sabah dulu. Sebelum berlanjut ke negara pengimpor.

Alasan kedua kenapa mengajukan produk perikanan adalah pilihan tepat. Adalah ini, menjadi sebagian upaya pemprov mengurangi ketergantungan terhadap sektor migas dan tambang.

Karena sampai tahun ini, Bumi Mulawarman masih begitu mengandalkan 2 sektor tak terbarukan itu. Fakta ini terlihat dari data perkembangan ekspor Kaltim keluaran BPS. Ekspor Kaltim pada periode Januari hingga Maret 2022 nilainya mencapai USD6.134,62.

Baca juga:   Dinas PUPR-Pera Kaltim Gerak Cepat Tangani Longsoran Jalan Akses Tol

Dari angka itu, sektor migas menyumbang USD519,21. Sementara sektor tambang menyumbang USD4 418,76.

Selain membahas potensi kerja bareng pada sektor perdagangan untuk komoditi ekspor. Sabah juga menawarkan produk baja mereka kepada Kaltim. Pemerintah Sabah menilai pembangunan IKN membutuhkan baja dalam jumlah yang banyak. Sementara mereka punya pabrik baja yang cukup besar untuk men-supply kebutuhan itu.

BELUM TEKEN MOU

Iwan menyebut, pertemuan antara Pemprov Kaltim dan Pemerintah Sabah ini bisa menjadi langkah awal dalam prospek bisnis ke depan. Belum ada penandatanganan kerja sama dalam pertemuan ini. Namun, ia menegaskan business matching antara Kaltim dan Sabah dapat mempererat hubungan para pelaku bisnis dua negara di satu tanah Borneo ini.

“Pada prinsipnya kita siap mendukung prospek kerja sama ke depan. Masing-masing pengusaha juga bisa melanjutkan pertemuan secara b to b (business to business),” ungkapnya.

Perwakilan Pemprov Kaltim dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekda, Riza Indra Riadi bersama Biro Perekonomian dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop).

Sementara dari pihak Pemerintah Sabah, dipimpin oleh Timbalan Ketua Menteri Sabah merangkap Menteri Pembangunan Perindustrian Sabah, Datuk Seri Panglima Dr Joachim Gunsalam dan delegasi dari kamar dagang industri dan pelaku bisnis. (dra)

PENULIS: Ahmad Agus Arifin

ADV DISKOMINFO KALTIM

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.