SEPUTAR KALTIM
Dari Reses Gabungan Legislator Kaltim Dapil Samarinda; Jalan dan Drainase Masih Banyak Dikeluhkan
Sejumlah anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda menggelar reses gabungan di 32 kelurahan. Dari sisi infrastruktur, keluhan tentang kualitas jalan dan drainase menjadi keluhan dominan.
Reses merupakan momentum bagi anggota dewan turun gunung ke daerah pemilihannya masing-masing guna menyerap aspirasi dari masyarakat yang dia wakili. Seperti yang dilakukan sejumlah Anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda pada 19-26 September, lalu.
Disampaikan Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono saat membacakan laporan reses gabungan Dapil Samarinda pada rapat paripurna ke-37 DPRD Kaltim, Senin 2 Oktober lalu. Bahwa pelaksanaan reses menjangkau 32 kelurahan di Kota Samarinda.
Kota Tepian lanjut dia tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan pembangunan yang kompleks. Hal ini sebagai konsekuensi kota yang terbuka, yang tidak dapat menghindari pertambahan penduduk baik dari angka kelahiran maupun akibat mobilisasi penduduk dengan masuknya pendatang dari kota-kota lain baik dari dalam maupun luar Kaltim. Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan baru, antara lain kemacetan di jalan raya, kemiskinan, kriminalitas dan lain-lain.
Terkait infrastruktur, keluhan jalan-jalan yang masih rusak dan perlu peningkatan. Peningkatan jembatan hingga perlu semenisasi jalan lingkungan dan perlu peningkatan atau rehabilitasi saluran drainase masih menjadi mendominasi di Samarinda.
Soal banjir, Politikus Golkar ini mengakui sudah mulai berkurang seiring dengan gencarnya rehabilitasi atau peningkatan saluran drainase di beberapa ruas jalan kota. Namun tidak dapat dipungkiri masih terdapat permukiman yang rentan terhadap banjir. Antara lain di kawasan Sambutan Idaman Permai Kelurahan Sambutan, Kelurahan Simpang Tiga, dan Kelurahan Air Hitam, dan longsoran di Jalan Trikora Kelurahan Baqa.
“Untuk pendidikan permasalahan klasik yang selalu mengemuka setiap tahunnya adalah keluhan masyarakat terhadap sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.”
“Perlunya perbaikan dan penambahan ruang kelas baru, buku pelajaran yang sering berubah setiap tahunnya. Serta perlunya penambahan kuota penerima Beasiswa Kaltim (BKT) bagi pelajar dan mahasiswa. Karena masih banyak yang belum menikmati fasilitas beasiswa tersebut,” jelasnya.
Selain itu, keluhan masyarakat di bidang kesehatan adalah persoalan ketidakmampuan membayar BPJS, kurang baiknya pelayanan terhadap pasien BPJS di Rumah Sakit Pemerintah, terbatasnya waktu rawat inap Pasien BPJS. Perlunya optimalisasi pelayanan kesehatan pada posyandu dengan melengkapi tenaga kesehatan dan sarana prasarananya, dan masyarakat kelurahan Karang Asam Ulu membutuhkan bantuan mobil ambulance. (*/fth)
-
KUKAR4 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
OLAHRAGA4 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
KUKAR4 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
BONTANG4 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUBAR2 hari agoJalan Kukar-Kubar Makin Parah, Pemerintah Pusat Diminta Segera Turun Tangan
-
KUKAR5 hari agoWacana Erau di IKN Bukan Pemindahan Erau Adat Kutai dari Tenggarong

