SAMARINDA
Diskop UKM Samarinda akan Bikin Pelatihan Barista dan Pijat untuk Warga Loa Kumbar
Diskop UKM akan adakan beberapa pelatihan di daerah terpinggir Samarinda: Loa Kumbar. Seperti pelatihan daur ulang sampah, barista, hingga pijat. Untuk memberi pembekalan kompetensi pada warga setempat.
Rencana pembangunan besar-besaran oleh Pemkot Samarinda di daerah Loa Kumbar terus berjalan. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Samarinda terus berprogres melaksanakan perencanaan sesuai bidang masing-masing.
Daerah Loa Kumbar sendiri terletak di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Selama puluhan tahun daerah tersebut terpinggirkan. Karena menjadi satu-satunya wilayah perbatasan antarwilayah yang tidak berada di akses utama jalur provinsi.
Tidak seperti daerah lain yang juga berbatasan langsung dengan Kukar. Yakni Loa Janan Ilir-Loa Janan, Palaran-SangaSanga, Suryanata-Tenggarong Seberang, Makroman-Anggana, dan Sungai Siring-Muara Badak.
Karena keberadaannya sulit terjangkau dan tidak terpantau dengan baik. Alhasil, kondisinya cukup memprihatinkan. Loa Kumbar berjalan tanpa pembangunan yang memadai. Baik itu akses jalan, infrastuktur bangunan, hingga pengembangan keterampilan di sana.
Selama ini mayoritas warga Loa Kumbar banyak berprofesi sebagai buruh. Sebelumnya beberapa warga setempat terjun ke dunia usaha dengan memanfaatkan komoditas utama di sana yakni pisang. Namun sulit berkembang karena daerahnya terisolir.
Melihat itu, Dinas Koperasi dan UKM Samarinda berencana mengadakan pelatihan pengolahan pisang. Namun itu saja tidak cukup, dinas tersebut dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan lain. Di antaranya pelatihan daur ulang sampah, barista, dan pijat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM), Nurahmani menjelaskan programnya untuk Loa Kumbar dibagi menjadi dua. Yakni pada 2023 dan awal 2024. Untuk tahun 2023, Diskop UKM mengadakan pelatihan daur ulang sampah.
“Di sana tu kan sampah juga jarang ada yang angkut ya. Jadi kami mau memasukkan pelatihan daur ulang sampah,” jelas perempuan yang akrab disapa Yama pada Senin, 16 Oktober 2023.
Diskop UKM Gaet OPD Lain
Pelatihan daur ulang sampah itu sendiri akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Samarinda. Rencananya sekitar 25 orang yang akan dilatih. Setelah daur ulang sampah, hasilnya bisa langsung dibeli pihak lain. Dan menghasilkan uang bagi masyarakat.
Kemudian pada tahun 2024, ada 3 pelatihan yang direncanakan. Yakni pengolahan pisang, barista dan juga pelatihan pijat. Ide pelatihan pijat sendiri menurut Yama bakal jadi konsep yang menarik. Seiring dengan perkembangan pembangunan di sana.
“Itu nanti kan dibangun dermaga yang bagus kan. Bisa jadi nanti pemerintah, misal pakai ada acara misalnya kegiatan minum kopi di sana, jadi ada baristanya sambil dipijit-pijit gitu lo rencananya,” tambahnya.
Untuk pengolahan pisang. Karena warga setempat sudah punya pengalaman. Perintah tinggal mengasahnya saja. Seperti memperkaya pengetahuan tentang rasa dan pengemasan agar produknya bisa layak untuk dipasarkan.
Masing masing juga punya kuota tersendiri. Pelatihan pengolahan pusang sekitar 25 orang. Pelatihan pijat sekitar 10 orang. Dan pelatihan barista sekitar 5 atau 10 orang. Dengan kegiatan ini diharapkan kesejahteraan masyarakat di sana dapat meningkat. (ens/dra)
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU4 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN3 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA3 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN3 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD
-
BALIKPAPAN21 jam agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda

