SAMARINDA
DPRD Samarinda: Dishub Harusnya Hukum Truk yang Parkir di Bahu Jalan
Truk yang parkir di bahu jalan semakin meresahkan. Terbaru memakan korban. DPRD Samarinda dalam waktu dekat akan memanggil Dishub kota untuk membahas aturan parkir.
Menjelang akhir tahun 2022 lalu, kecelakaan tragis terjadi di Jalan Trikora, Kecamatan Palaran. Seorang remaja berusia 18 tahun meregang nyawa usai kendaraannya menabrak truk yang sedang parkir.
Merespons kejadian itu, Komisi III DPRD Samarinda menilai ada andil tidak langsung pemkot dalam insiden tersebut.
Wakil Ketua Komisi III, Samri Shaputra bilang, dengan semakin banyaknya kendaraan di Samarinda. Regulasi penaataan parkir harus dijalankan dengan ketat. Untuk menghindari kejadian serupa.
“Ini sudah sangat urgen sekali, perlu tindakan tegas. Haruskah nyawa melayang lagi, baru ada langkah yang diambil pemkot?” Tanya Samri ketika ditemui media ini 4 Januari kemarin.
Samri menilai, Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Penataan Parkir, tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Dishub. Padahal dengan adanya aturan tersebut, Dishub dapat memberi sanksi bagi truk yang parkir sembarangan.
“Seharusnya Dishub bisa memberi sanksi tegas, biar ada efek jera,” katanya.
Lampu penerangan juga tak luput dari perhatiannya. Samri bakan menilai Palaran dianaktirikan pemkot. Khususnya dalam hal penataan kota.
“Di sana juga gelapnya bukan main, ditambah truk yang parkir sembarangan. Sudah sangat bahaya itu.”
Yang paling mengkhawatirkan, lanjut Samri, perlakuan anarkis warga yang kesal terhadap ulah supir truk.
“Bahaya juga kalau warga main hakim sendiri. Tapi wajar sebenarnya, siapa yang tidak terpancing emosinya kalau keluarganya meninggal menabrak truk yang parkir sembarangan,” ujar Samri.
Di Samarinda, marak truk tronton yang dengan sengaja parkir di bahu jalan. Entah di jalan sempit, ramai, dekat permukiman, dan kawasan lainnya. Contohnya di Jalan Untung Suropati, Ir Sutami, Rapak Dalam, Sungai Kapih, dan jalanan sekitar kawasan Palaran.
“Harusnya sopir bisa paham, kalau parkir di area tersebut dalam menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas. Tapi ya sopir pada seenak jidat.”
“Selain Dishub, nanti kita coba panggil perusahaan pemilik truk. Mungkin mereka ada solusi lain, atau menyediakan lahan parkir sendiri,” pungkas Samri. (sgt/dra)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA18 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA14 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

