SAMARINDA
“Kami Minta Maaf,”: SMKN 3 Samarinda Klarifikasi Soal Penjualan Kalender Sekolah
SMKN 3 Samarinda mengklarifikasi polemik kalender yang kadung menyebar di media sosial. Mereka meminta maaf dan menarik edaran yang mengimbau orang tua siswa membeli tanggalan sekolah tersebut.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Samarinda, belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bermula dari seorang orang tua siswa yang mengadu ke media. Bahwa sekolah tersebut mewajibkan siswa dan/atau orang tuanya membeli kalender sekolah.
Dalam aduan itu, sumber yang tak ingin dituliskan namanya mengaku keberatan dengan harga kalender. Yang seharga Rp55 ribu. Serta dugaan pemaksaan, karena kalau tidak membeli, tidak boleh ikut praktikum dan tak mendapat ijazah.
Menanggapi tudingan tersebut. Akhirnya, pihak sekolah melakukan klarifikasi dengan mengadakan pertemuan sebanyak dua kali bersama awak media.
Pada pertemuan pertama yang dilaksanakan pada 30 Januari 2024 tepatnya pada pukul 17.53 Wita. Dihadiri oleh manajemen SMKN 3 Samarinda, Disdikbud Kaltim, UPTD Tekkom, alumnus, dan tiga media yang terdiri dari Kaltim Faktual, Kaltim Etam dan TVRI.
Kemudian pada hari ini, Kamis 1 Februari 2024. SMKN 3 Samarinda kembali menggelar rapat pertemuan. Yang dihadiri sebanyak 13 media baik cetak maupun online.
Klarifikasi SMKN 3 Samarinda
Atas permasalahan yang beredar tersebut. Kepala SMKN 3 Samarinda Dwisari Harumingtyas mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Atas penjualan kalender sebesar Rp55 ribu kepada orang tua murid.
“Dengan tulus kerendahan hati menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pemberitaan di sosmed terkait isu kalender ini,” ungkapnya.
Adapun dalam rapat kali ini. Terdapat 9 poin yang disampaikan oleh pihak sekolah yakni:
Pertama, pihak sekolah menyampaikan permintaan maaf sebesar besarnya kepada masyarakat.
Kedua, Kepala SMKN 3 Samarinda menyatakan bahwa berita yang beredar pada media sosial tentang siswa yang diancam tidak diberikan ijazah ataupun tidak bisa ikut praktikum kompetensi karena tidak membeli kalendar adalah tidak benar.
Ketiga, kebijakan terkait ijazah dan keikutsertaan dalam praktik tidak ada hubungannya dengan kalender.
Keempat, terdapat perencanaan, proses foto, hingga pencetakan kalendar yang menampilkan foto-foto tentang kegiatan persekolahan, prestasi sekolah, tim management sekolah serta foto-foto siswa tiap kelas beserta wali kelasnya. Hal ini ditujukan untuk promosi sekolah tersebut.
Kelima, pihak sekolah sudah mensosialisasikan pada siswa melalui kegiatan upacara. Juga disampaikan kepada orang tua siswa melalui wali kelas saat pembagian rapor semester gasal Desember 2023.
Keenam, pihak sekolah sama sekali tidak memaksakan ataupun mewajibkan untuk membeli kalender tersebut karena sifatnya hanya dukungan dan partisipasi.
Ketujuh, program ini juga sudah terkoordinasi dan bersurat melalui komite sekolah tentang permohonan kepada orang tua atau wali siswa kepada alumni untuk dukungan partisipasi.
Kedelapan, kepala sekolah memberikan waktu jika ada orang tua siswa dan wali bahkan siswa untuk berdialog terkait isu tersebut.
Kesembilan, meminta media untuk membantu sekolah memberitakan kepada masyarakat. Tentang inovasi yang telah dilakukan sekolah sebagai upaya peningkatan kompetensi lulusan.
Menarik Surat Edaran
Selanjutnya, SMKN 3 Samarinda mengambil langkah tegas yakni mencabut Surat Edaran Komite perihal kalender tersebut.
Dalam surat terbarunya dengan nomor 002/KOMITE/SMKN 3/1/2024. Perihal pencabutan surat edaran komite. Tertulis bahwa Sehubungan dengan berkembangnya pemberitaan di media sosial mengenai SMKN 3 Samarinda. Kami selaku manajemen serta komite SMKN 3 Samarinda menyampaikan surat pencabutan terkait surat edaran nomor 001/Komite/SMKN 3/1/2024 yang dikeluarkan pada 18 Januari 2024. Berkaitan, dengan partisipasi dan dukungan penerbitan kalender 2024.
Dwisari mengatakan bahwa permasalahan ini akan menjadi evaluasi bagi pihak SMKN 3 dalam merencanakan program sekolah ke depannya.
“Demikian pernyataan ini kami mengucapkan terima kasih banyak,” tuturnya.
Dalam 1.500 jumlah kalender yang dipesan. Saat ini, telah terjual sebanyak 100-an kalender.
“Kemarin kita sempat data per kelas, tidak banyak, tapi terakhir laporan wali kelas sekitar seratus aja yang tersebar. Kalau alumnus sudah kita drop beberapa,” pungkasnya. (dmy/fth)
-
POLITIK3 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
HIBURAN5 hari agoReview Film: Keluarga Suami Adalah Hama, Ketika Pernikahan Tidak Hanya Tentang Dua Orang
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
-
POLITIK3 hari agoParipurna Hak Angket DPRD Kaltim Dijadwalkan 10 Juni, Banmus Klaim Sudah Final
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHydropower 300 MW di Mahakam Ulu Disorot, Rudy Mas’ud Minta Listrik Tak Hanya Terang di Kota
-
PARIWARA3 hari agoAnti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Touring Jarak Jauh Makin Seru dan Praktis
-
BALIKPAPAN2 hari agoDisparpora dan KONI Balikpapan Perkuat Persiapan Atlet serta Fasilitas Menuju Porprov VIII Paser 2026
-
SAMARINDA2 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban

