SEPUTAR KALTIM
Ketua APPSI Borneo Bagikan Rahasia Penggemukan Sapi Jumbo, Belajar hingga Australia
Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia Borneo, Mujianto, membagikan pengalamannya mengembangkan sapi berbobot jumbo di Kalimantan Timur. Peternak asal Kaltim itu mengaku menerapkan sistem pakan fermentasi dan konsentrat modern yang dipelajarinya langsung dari Australia.
Pengalaman tersebut kini membuahkan hasil setelah salah satu sapi miliknya, Bejo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Sapi jenis Brahman Cross itu memiliki bobot mencapai 1 ton 70 kilogram.
Mujianto mengatakan ilmu penggemukan sapi modern mulai ia pelajari saat mengikuti program pembelajaran peternakan di Australia beberapa tahun lalu. Kesempatan tersebut diperoleh melalui bantuan seorang kepala daerah di Jawa Tengah.
“Itu hadiah dari bapak bupati di Jawa Tengah dulu. Saya dibawa ke Australia,” katanya.
Di Australia, Mujianto mempelajari sistem peternakan modern berskala besar dengan kapasitas hingga 20 ribu ekor sapi. Dari pengalaman itu, ia memahami pentingnya pengelolaan nutrisi, kebersihan kandang, hingga pola penggemukan yang efisien.
“Alhamdulillah ilmunya bermanfaat sampai sekarang,” ujarnya.
Terapkan Pakan Fermentasi dan Konsentrat Modern
Ilmu yang diperoleh dari Australia kemudian diterapkan dalam usaha peternakannya di Kalimantan Timur. Salah satu metode utama yang digunakan ialah kombinasi pakan fermentasi dan konsentrat.
Untuk pakan konsentrat, Mujianto mencampurkan berbagai bahan seperti bungkil sawit, gaplek, roti, premiks, dedak, hingga kulit kopi. Seluruh bahan diolah dan diuji laboratorium guna mengetahui kandungan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan sapi.
Sementara pakan fermentasi menggunakan rumput Pakchong, Gama Umami, dan Samsibar yang dicacah lalu disimpan dalam plastik fermentasi.
Menurut Mujianto, metode tersebut mampu mempercepat pertumbuhan sapi sekaligus menjaga kebersihan kandang dan meminimalkan bau.
“Itu keunggulan dari fermentasi sama konsentrat. Pertumbuhan sapi lebih maksimal,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada usaha pribadi, Mujianto juga aktif membagikan pengetahuan kepada sesama peternak sebagai Ketua APPSI Borneo yang membawahi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
“Saya tidak pelit soal pengetahuan ternak sapi. Dari pengobatan, perawatan, sampai membuat pakan saya sampaikan ke teman-teman semua,” lanjutnya.
Menurut dia, kemajuan sektor peternakan hanya bisa dicapai jika para peternak saling berbagi ilmu dan berkembang bersama.
Sapi Presiden Jadi Bukti Potensi Peternak Daerah
Selain menyediakan sapi kurban untuk Kalimantan Timur, kandang milik Mujianto juga menyiapkan dua sapi lainnya untuk Kalimantan Selatan melalui jaringan APPSI nasional.
Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia sendiri memiliki anggota di berbagai provinsi seperti Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur. Organisasi tersebut juga mendapat kuota penyediaan sapi kurban bantuan presiden.
Mujianto berharap semakin banyak peternak daerah mampu menghasilkan sapi berkualitas jumbo sehingga mampu bersaing dengan peternak dari Pulau Jawa.
Menurutnya, keberhasilan peternak lokal menghasilkan sapi pilihan presiden menjadi bukti bahwa Kalimantan memiliki potensi besar di sektor peternakan nasional.
Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun, pengembangan peternakan modern dinilai menjadi salah satu kunci menjaga pasokan sapi nasional. Dari kandang sederhana di Kalimantan Timur, Mujianto mencoba membuktikan bahwa kualitas ternak daerah mampu bersaing hingga tingkat nasional. (Gi/am)
-
GAYA HIDUP4 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
-
POLITIK4 hari agoWagub Seno Aji Minta Maaf ke Prabowo Usai Absen Rakornas, Pilih Tangani Karhutla Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
SAMARINDA2 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoAntrean BBM di Kaltim Belum Tuntas, Rudy Mas’ud Minta Pertamina Jaga Pasokan
-
POLITIK5 hari agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
-
BALIKPAPAN4 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?

