Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Mengenal Kori Aprilia: Puteri Indonesia Kaltim 2024, Gadis Asal Kubar yang Siap Go Nasional

Published

on

Putri Indonesia Kaltim Kori Aprilia. (Ist)

Salah satu kontes kecantikan bergengsi, Puteri Indonesia Kaltim tahun ini, melahirkan satu pemenang yakni Kori Aprilia. Dia bersiap mewakili Kalimantan Timur, untuk bersinar di ajang nasional Puteri Indonesia 2024.

Angin segar telah berembus di Bumi Etam. Sejak terpilihnya Kori Aprilia sebagai Puteri Indonesia Kaltim 2024 pada Sabtu 20 Januari 2024 lalu. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kaltim, sekaligus sejarah bagi Kutai Barat untuk pertama kalinya memiliki perwakilan yang mampu merepresentasikan personalitas dan jati diri perempuan Indonesia, khususnya Kaltim.

Kemenangan Kori Aprilia di ajang Puteri Indonesia Kaltim 2024 membuka lembaran baru dalam hidupnya. Ia kini memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih besar mewakili Kaltim di ajang nasional Puteri Indonesia 2024 yang digelar Maret 2024 mendatang.

Gadis kelahiran Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini tak kuasa membendung air mata saat namanya diumumkan sebagai pemenang Pemilihan Puteri Indonesia Kaltim 2024.

Menurutnya lebih dari sekedar uang dan tenaga yang dikeluarkan selama mengikuti kontestasi  ini.

“Setiap kita mengikuti kompetisi kita pasti memberikan yang terbaik. Mau menang atau tidak, aku sudah menyiapkan mental,” ungkap Kori belum lama ini.

“Terima kasih kepada Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu yang telah memberikan kesempatan menjadi Puteri Indonesia Kaltim 2024,” sambungnya.

Bakat Model Sejak SMP

Dara Kubar 25 tahun ini mengaku telah menggeluti dunia fashion dan modeling sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kori juga pernah mengikuti segala ajang kontestasi fashion show mulai tingkat kecamatan, kemudian dilanjutkan ke ajang Duta Wisata Kutai Barat.

Baca juga:   Logistik Pemilu Provinsi Kaltim Hampir Rampung, Siap Didistribusikan

Kesempatan itu membawanya ke ajang Duta Wisata Kaltim mewakili daerahnya pada tahun 2015. Hingga, menyabet juara sebagai Puteri Indonesia Kaltim dan menuju kancah nasional di 2024 ini.

“Awalnya dari daerah-daerah. Sebenarnya mencari kesempatan kesempatan yang ditawarkan di sekitar kita. Dari lingkup kecil dulu,” ujarnya.

Dibalik Kisah Keterlibatan

Kori Aprilia, anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Nicholas Merang Lahang (Alm) dan Betty Ule mengaku terinspirasi oleh sosok Puteri Indonesia Kaltim terdahulu, yakni Natasya Priyanka dan Farhana Nariswari. Karena itu, dirinya memutuskan mengikuti ajang Puteri Indonesia Kaltim.

Menjalani peran sebagai Puteri Indonesia Kaltim tentunya tidak mudah. Melalui peran barunya sebagai Puteri Indonesia Kaltim 2024 ini sebagai sarana untuk mengekspresikan diri menjadi teladan dan menyebarkan pesan positif bagi orang lain.

Salah satu hal berkesan dalam diri Kori selama mengikuti kontestasi Pemilihan Puteri Indonesia Kaltim ini yakni mengikuti sesi karantina yang terbagi menjadi dua sesi yakni pra karantina dari tanggal 15 Januari hingga 17 Januari 2024. Dan Karantina pada 18 Januari hingga 20 Januari 2024.

Waktu itu dari 122 pendaftar yang terpilih menjadi finalis Puteri Indonesia Kaltim hanya menyisakan 10 Finalis yang  dibekali beragam ilmu sebagai bekal menjadi calon Puteri Indonesia selanjutnya. 

Putri kelahiran Tenggarong, Kalimantan Timur ini mengaku senang selama mengikuti proses karantina. Salah satu hal yang paling berkesan bagi dirinya yakni bertemu dengan teman-teman baru yang lebih muda darinya. Ia merasa terinspirasi oleh mereka karena mereka memiliki semangat dan kemampuan yang luar biasa. Serta, belajar segala hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Baca juga:   Sekda Sri Apresiasi Mahasiswa Kaltim Atas Gelaran Budaya di Yogyakarta

“Aku lihat teman teman lebih muda tapi mereka hebat hebat. Lebih muda dari aku tapi mereka luar biasa,” terangnya.

Kori Aprilia mengaku pernah merasa insecure saat mengikuti ajang PPI Kaltim tersebut. Hal ini karena masalah kulit dan berat badannya. Waktu itu dirinya pernah merasakan masalah kulit berjerawat yang relatif mengganggu.

“Aku juga pernah ngerasa gendut saat itu. Mungkin bagi beberapa orang gak gendut tapi aku merasa begitu. Kan standarnya orang masing masing kita yang mengenal diri kita,” jelas Kori.

Selain insecure, Kori juga sempat diremehkan  orang-orang di sekitarnya saat memutuskan ikut ajang Puteri Indonesia. Mereka mengatakan bahwa ini bukan lagi waktunya bagi Kori untuk mengikuti ajang-ajang kecantikan seperti itu. Namun, ternyata hal tersebut tidak membuatnya mundur mengikuti ajang PPI Kaltim ini. Justru menjadi motivasi bagi dirinya untuk mencapai tujuannya.

“Satu tahun terakhir sebelum Puteri Indonesia. Aku sempat kerja kantor di biro hukum waktu itu. Waktu mau ikut PPI dibilangin ngapain sih ikut begitu sudah kerja lebih ke bukan masanya. Tapi kalau hati kita tertarik kenapa nggak, itu sih menurut aku,” ujarnya.

Persiapan Berlaga di Nasional

Setelah berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Kaltim 2024 dan menyingkirkan

sembilan peserta lainnya dalam ajang PPI Kaltim pada 20 Januari lalu. Kori harus mempersiapkan dirinya ke ajang nasional  dan bersaing dengan teman-teman dari Provinsi lainnya.

Baca juga:   Angka Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2023 Naik Jadi 6,22 Persen, Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya

Segala persiapan tentunya telah Kori lakukan untuk mengharumkan nama Kaltim di kancah nasional. Mulai dari outfit, mental, kesehatan, publik speaking, hingga wawasan yang harus di ulik lebih dalam lagi.

“Nanti setelah pemilu kita berangkat ke Jakarta karena sekitar pertengahan Februari sampai awal Maret kita karantina Puteri Indonesia 2024,” ucapnya

“Mohon doanya dan dukungannya. Harapannya yang terbaik dan tetap memberikan kontribusi terbaik sih bagi bangsa dan negara ini melalui apapun profesi kita dan apapun yang bisa kita lakukan,” sambungnya.

Kori memiliki pengalaman yang sangat menarik dalam menempuh pendidikannya. Berawal dari menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 001 Melak Ilir. Berlanjut ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri 2 Sendawar. Kemudian berlanjut ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sendawar. Dan menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Untuk perguruan tinggi, Kori mendaftar di Program S1 Pemerintah Integratif (PIN) dan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) yang akhirnya di terima di Program S1 PIN tahun 2016.

Tidak berhenti di situ, sembari menjalani Pendidikan di Program S1 PIN, dia Kembali menjalani tes di IPDN, tetapi memang belum rezekinya di tahun 2017. Namun dengan tekad kuat, akhirnya dara cantik nan anggun ini lulus diterima sebagai Praja IPDN tahun 2018.

“Sempat juga mengikuti SNMPTN. Saya bingung mau masuk apa. Mengikuti SNMPTN dan SBMPTN di Unmul gagal. Terus ke Atma jaya Yogyakarta itu lolos di management pembangunan tapi kurang tertarik. Jadi di IPDN itu tes tiga kali dan di tahun ke 3 baru lulus,” pungkasnya. (dmy/gdc)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.