Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Jadi Penyumbang PAD Terbesar Kaltim

Published

on

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim, Ismiati. (Diskominfo Kaltim)

Pajak bahan bakar kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar PAD Kaltim sebanyak Rp5,547 triliun. Kemudian disusul oleh BBNKB sebesar Rp1,525 triliun dan dari PKB sebesar Rp1,314 triliun.

Pajak bahan bakar kendaraan bermotor menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kaltim sebesar Rp5,547 triliun.

Hal tersebut diartikan bahwa lebih dari separuh PAD Kaltim berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim, Ismiati menyebut PAD Kaltim tahun 2023 sebesar Rp10,884 triliun. Sebanyak Rp8,695 triliun berasal dari Pajak Daerah.

“Pos penerimaan terbesar dari pajak daerah, PBB-KB, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok,” kata Ismiati dalam keterangan tertulisnya kepada media yang dikutip Senin 5 Februari 2024.

Baca juga:   Pj Gubernur Kaltim Minta PAI Lakukan Pengenalan Anggrek ke Sekolah

PAD Kaltim terbesar berasal dari PBB-KB, yakni Rp5,547 triliun. Di urutan kedua adalah dari BBNKB sebesar Rp1,525 triliun dan dari PKB sebesar Rp1,314 triliun.

Sedangkan, dari Retribusi Daerah yang terdiri dari Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu menyumbang ke PAD sebesar Rp62,034 miliar atau 347,71 persen dari target semula Rp17,841 miliar.

Kemudian, PAD dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan memberi pemasukan ke kas daerah sebesar Rp260,236 miliar, atau 104,20 persen dari target Rp 249,738 miliar. Kemudian dari Lain-lain PAD yang Sah terealisasi Rp1,867 triliun, atau 150,72 persen dari target Rp1,238 triliun.

“Jumlah PAD tahun 2023 terealisasi lebih tinggi Rp1,638 triliun dari target Rp9,245 triliun,” terang Ismiati.

Baca juga:   Pj Gubernur Kaltim Tanam Bibit Mangrove dalam Kegiatan Persami Bersama Pramuka Saka Wira Kartika

Menurut Ismiati, keberhasilan meningkatkan PAD dalam lima tahun terakhir, tidak terlepas dari kepatuhan Wajib Pajak Daerah (WPD) menyetor kewajibannya. (rw)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.