Connect with us

SAMARINDA

Pastikan Jajanan Higienis, BPOM ‘Sidak’ SMPN 21 Samarinda

Published

on

BPOM
BPOM Samarinda dan Wawali Rusmadi melakukan pengecekan ke kantin SMPN 21 Samarinda. (Yanti/ Kaltim Faktual)

BPOM memulai rangkaian kampanye jajanan sekolah sehat. Dengan mendatangi SMPN 21 Samarinda pada Senin pagi. Selain sosialisasi, mereka juga mengecek makanan di kantin sekolah secara langsung.

Pemkot Samarinda mau makanan di kantin sekolah bersih dan bergizi. Selain untuk mencegah gangguan kesehatan pada siswa. Juga sebagai langkah pencegahan stunting di Kota Pusat Peradaban.

Dalam teknisnya, pemkot menggandeng BPOM Samarinda. Untuk melakukan sosialisasi sekaligus pengecekan lab makanan di kantin sekolah. Semua sekolah nantinya akan kebagian giliran. Namun sebagai pilot project, 11 sekolah masuk dalam daftar awal.

Senin 12 Juni 2023 pagi, BPOM melakukan kunjungan pertamanya ke SMPN 21 Samarinda. Yang terletak di Jalan Tongkol, Sungai Dama, Samarinda Ilir.

Kepala BPOM Samarinda, Sem Lapik menjadi pembina upacara di sekolah tersebut. Dalam sambutannya, ia mengedukasi guru dan siswa soal makanan sehat dan tidak. Beserta dampaknya masing-masing.

Baca juga:   Menyambangi Korban Longsor Keledang Mas, Lagi Asyik Tidur Dinding Bunyi Kretek-Kretek

Usai upacara, BPOM bersama Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi beserta rombongan, dan perwakilan sekolah. Mengunjungi kantin yang terletak di belakang sekolah.

Di sana, BPOM melihat cara produksi sampai penyajian makanan. Serta kebersihan dapur dan meja makan. Setelahnya, mereka mengambil beberapa sampel makanan untuk diuji secara sederhana. Untuk melihat kandungan di dalamnya.

Jajanan Sehat Itu Penting

Sem Lapik menjelaskan, semua orang mesti punya pengetahuan tentang model makanan tak sehat. Untuk mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan faktor biologi, fisik, dan kimia.

“Kalau bahaya biologi bisa kita identifikasi, misal baunya udah berubah dan jamur. Kalau fisik kan bisa dilihat. Kalau yang kimia ini sulit, harus diuji oleh laboratorium,” ungkapnya.

Ia lantas mengimbau pada para siswa, untuk cermat sebelum membeli makanan ataupun jajan. Selain bersih dan menarik, tanggal kadaluarsa dan izin edarnya juga perlu diperhatikan.

Baca juga:   Korban Longsor Keledang Mas Minta Gunung di Dekat Permukiman Mereka Dipangkas

Sementara soal ia menjadi pembina upacara. Itu bagian teknis dari program Jajanan Anak Sekolah Edukasi Masiv (Jas Emas). Karena orientasi dari program ini ialah melakukan pendampingan pada sekolah. Bukan ujug-ujug melakukan uji makanan.

“Dengan cara ini, izin kepala sekolahnya kita yang pimpin upacaranya tadi, informasi tersampaikan ke komunitas sekolah,” jelasnya.

Dari kunjungan ke SMPN 21 tersebut, Sem Lapik mengatakan secara umum. Kondisi kantinnya sudah bagus. Tinggal nanti menunggu hasil uji lab makanannya.

“Dari segi kebersihan sudah oke, karena makanan yang dibuat kan makanan rumahan,” pungkasnya.

Tanggapan Wawali Samarinda

Wawali Rusmadi turut mengajak siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Pangan dan gizi sangat penting, apalagi untuk anak usia dini,” ucap Rusmadi.

Baca juga:   Setelah 6 Tahun, Hima Akuntansi Untag Samarinda Akhirnya Merealisasikan Hisac

Mengonsumsi makanan sehat mesti jadi kebiasaan. Karena ini punya peran besar untuk mencegah terjadinya stunting.

Rusmadi juga memuji cara BPOM mengampanyekan budaya makanan sehat ini. Dengan jemput bola ke sekolah-sekolah. Berbicara di hadapan seluruh siswa. Dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

“Pemahaman terkait hidup sehat melalui kecukupan gizi dan hal yang dilakukan BPOM merupakan suatu yang luar biasa,” ucapnya.

Rusmadi berharap, para siswa yang sudah memiliki pengetahuan soal pentingnya makanan sehat. Turut mengampanyekan hal serupa ke rumah dan lingkungan sekitar. Karena pada dasarnya, makanan tidak hanya ada di sekolah. Tapi ada di mana-mana.

Untuk kunjungan ke SMPN 21, Wawali memberikan apresiasi khusus. Karena telah menyediakan kantin yang proporsional.

“Makanannya oke saya lihat tadi, bisa menjadi teladan bagi sekolah lain,” pungkasnya. (nad/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.