Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Pecah Rekor! APBD Kaltim 2023 Tembus Rp17,2 Triliun

Published

on

apbd kaltim 2023
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi menemui awak media usai Rapur pengesahan APBD Kaltim 2023. (Sigit/Kaltim Faktual)

Palu diketuk. APBD Kaltim 2023 disahkan pada angka Rp17,2 triliun. Jumlah ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah Pemprov Kaltim. Rekor!

Usai mengalami penundaan akibat ketidakcocokkan angka. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun anggaran 2023 akhirnya disahkan. Pengesahannya dilakukan melalui Rapat Paripurna (Rapur) DPRD Kaltim ke-50 di Gedung D Kompleks dewan Karang Paci. Pada Senin 14 November malam.

Rapur dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud. Diikuti oleh unsur pimpinan DPRD Kaltim, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, 37 anggota DPRD Kaltim, serta beberapa OPD Pemprov Kaltim.

Melalui Rapur ke-50 itu, laporan Badan Anggaran (Banggar) yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD Kaltim Muhammad Ramadhan. Menyatakan APBD Kaltim 2023 disahkan sebesar Rp 17,20 triliun. Naik dari proyeksi awal yang sebesar Rp15,1 triliun.

Baca juga:   Soal DBH, Isran Noor Lagi-Lagi Tuntut Pusat Bersikap Adil ke Daerah Penghasil

Jumlah itu terdiri dari sumber pendapatan direncanakan sebesar Rp13,99 triliun, dari PAD sebesar Rp8,04 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp5,93 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp13,85 miliar.

Kemudian, penerimaan pembiayaan pada APBD murni 2023 sebesar Rp3,20 triliun. Sementara untuk pengeluaran yang terdiri dari belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 17,20 triliun. Dan juga pengeluaran melalui belanja daerah sebesar Rp17,03 triliun yang telah direncanakan sebelumnya.

Hasanuddin Mas’ud mengatakan, pendapatan daerah sudah cukup bagus, tetapi ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang cukup tinggi yakni sebesar Rp1,65 triliun.

“(SiLPA) itu jadi masalah juga kenapa tidak terserapkan, banyak hal sebenarnya tetapi kita tidak bisa sebutkan satu per satu,” jelas Politisi Fraksi Golkar tersebut.

Baca juga:   Jadwal Liga Belum Rilis, Borneo FC Mulai Gelisah

Pemprov juga diminta untuk dapat memaksimalkan APBD tahun 2023 dengan perubahan sistem ataupun dapat memaksimalkan peran serta Perusahaan Daerah (Perusda) guna menambah nilai PAD.

“Semoga juga APBD tahun 2023 ini bisa dimaksimalkan dengan baik dan ada perubahan dari sebelumnya. Biar SiLPA ini tidak terjadi lagi.”

“Tadi juga sempat ada masukan dari teman-teman saat interupsi, bahwa pemprov harusnya bisa memaksimalkan Perusda, karena bisa menambah PAD juga,” tambahnya.

Ditemui ditempat yang sama, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang hadir mewakili Gubernur Isran Noor. Mengatakan APBD tahun 2023 merupakan sejarah baru bagi Kaltim.

“Seingat saya, coba nanti dicek lagi ya. Dulu itu pernah sekitar Rp15 triliun tertinggi, lalu turun naik. Jadi sekarang Rp17 triliun menjadi terbesar sepanjang sejarah Kaltim. Semoga anggaran yang besar ini bisa bermanfaat untuk mensejahterahkan masyarakat,” ungkap Politisi Partai Gelora itu.

Baca juga:   PR Infrastruktur Pariwisata Kaltim: Biaya Tak Sedikit untuk Potensi yang Melimpah

Meski pecah rekor, Hadi menilai Rp17 triliun tergolong kecil untuk Kaltim yang wilayahnya sangat luas. Untuk itu, dia berharap pemerintah pusat juga turut andil dalam pemberian bantuan ataupun proyek investasi yang berskala besar.

“Kita berharap bantuan dari pusat, mungkin dalam bentuk DAK atau proyek yang bisa berinvestasi dengan skala besar. Karena kita nanti menjadi penunjang IKN,” tutupnya. (sgt/dra)

ADV DIKOMINFO KALTIM

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.