Connect with us

SAMARINDA

Pemkot Samarinda Beri Bantuan Tunai pada 410 Wanita Kurang Mampu

Published

on

pemkot samarinda
Pemberian bantuan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) secara simbolis. (*/Nur Asih Damayanti/Kaltim Faktual)

Pemkot Samarinda memberikan bantuan langsung tunai. Pada para wanita kurang mampu. Atau yang biasa disebut Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Sebesar Rp1 juta per orang.

Wali Kota Andi Harun menyerahkan langsung bantuan berupa uang tunai Rp1 juta. Pada 410 perempuan yang masuk dalam kategori WRSE. Pada Kamis 15 Juni 2023. Di Halaman Kantor Kecamatan Samarinda Utara.

WRSE sendiri adalah perempuan dewasa belum menikah atau janda dan tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kriterianya adalah berusia 18-59 tahun. Istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan. Menjadi pencari nafkah utama keluarga Berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup layak.

Baca juga:   Lama Tak Berfungsi, Andi Harun Bakal Ubah Gedung DPPKB Samarinda Jadi Penginapan Syariah

Pemberian bantuan ini, kata Andi, ialah untuk melaksanakan intruksi presiden. Untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Yang ditargetkan mencapai 0 persen pada Desember 2024.

“Semua dilakukan dalam rangka menuntaskan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

“Saya yakin Kota Samarinda bisa lebih cepat penuntasan miskin ekstremnya menjadi zero percent dari target yang ditetapkan nasional,” ucapnya.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan itu. Pemkot juga mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh wajib belajar 12 tahun. Bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.

“Program ini melibatkan berbagai pihak yaitu Forum Pimpinan Komunikasi Daerah, anggota DPRD, PKK, BUMN dan pihak-pihak tekait lainnya,” kata Andi Harun.

Dengan kerja keroyokan ini, ia berharap anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Bisa mendapat pendidikan layak untuk meraih cita-cita mereka.

Baca juga:   Jelang Musim Kemarau, BPBD Samarinda Antisipasi Karhutla

Harapannya anak-anak tersebut dapat menyelesaikan pendidikan minimal tingkat SMA. Lebih bagus kalau bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Gerakan ini melengkapi program pengentasan kemiskinan. Yang sudah berjalan sebelumnya. Seperti program bedah rumah dan probebaya.

“Semua program dan bantuan merupakan wujud nyata bahwa Pemkot Samarinda benar-benar menuntaskan miskin ekstrem,” pungkasnya. (*/dmy/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.