Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Pemprov Kaltim Akan Buat Grand Design Kebutuhan SDM

Diterbitkan

pada

Sri Wahyuni Sekda Kaltim
Sekertaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni saat terima kunjungan Pengusaha Taiwan Bahas Kerja Sama. (Sumber: IG/Pemprov Kaltim)

Pemprov Kaltim akan buat grand design pemetaan kebutuhan SDM yang bertujuan untuk mengetahui pasar kerja kedepannya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan membuat grand design pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk pasar kerja.

“Insyaallah, tahun depan melalui Bappeda atau Dinas Pendidikan, kita akan membuat grand design pemetaan kebutuhan SDM untuk pasar kerja kedepan,” jelas Sekda Sri Wahyuni saat menerima kunjungan Presiden MSU University Prof Tan Sri Dato’ Wira Dr Mohd Shukri Ab Yajid, Ruang Rapat Sekda Provinsi Kaltim, Kamis 3 Agustus 2023.

Kegiatan pemetaan yang akan dilakukan bertujuan agar diketahui berapa jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dimiliki itu dan berapa outputnya.

Baca juga:   Pemda Kutim Tingkatkan Kualitas SDM dengan Kegiatan Pramuka

“Outputnya nanti dikaitkan ke link and matchnya dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha serta dunia industri khususnya seperti apa,” jelasnya.

Selain itu, akan dilakukan moratorium beberapa jurusan vokasi yang dianggap sudah tidak perlu lagi dengan kebutuhan.

“Tentu ini tidak mudah merapikan jurusan SMK ini, mungkin nanti percepatannya bisa dilakukan dengan sendiri atau menatanya dengan melakukan kerjasama, yang peluangnya bisa mendatangkan Management & Science University (MSU) Selangor Malaysia,” tuturnya.

Kementerian PUPR dan Dinas PUPR dan Pera Kaltim telah mengadakan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada pebangunan IKN.

“Ketika dibuka pelatihan yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui dinas terkait, itu juga belum bisa menyerap banyak, karena ada standar minimum untuk mengikuti sertifikasi, dan ini yang menjadi pekerjaan rumah kita, bagaimana menyiapkan pemenuhan terhadap sertifikasi itu, sehingga program sertifikasi jalan, tenaga kerja yang datang bukan dari luar Kaltim, tetapi memang dari Kaltim,” ucapnya.

Baca juga:   DKP Kaltim Usulkan 4 Desa Wisata Bahari ke Pusat, yang Lolos Baru Satu

Karena hal ini berkaitan dengan Nusantara, jadi tidak hanya berbicara Kaltim, jadi IKN itu Kementerian PU dan Dinas PUPR dan Pera Kaltim telah melaksanakan sertifikasi, dan sebagian besar datang dari luar Kaltim, khususnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang sudah siap.

“Masyarakat Kaltim juga ada yang ikut sertifikasi, tetapi prosentasinya kecil, karena jumlah penduduk yang kecil, dan itu menjadi pekerjaan rumah kita. Jadi minimum untuk pasar kerja lulusan SMK seperti apa. Potensi industri kerja, akan kita buatkan grand design untuk pemetaan kebutuhan SDM untuk pasar kerja kedepan,” ungkapnya. (adpimprovkaltim/RW)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.