SEPUTAR KALTIM
Pendamping Kafilah MTQ Nasional XXX Kaltim Dibekali Bimtek
Menjelang MTQ Nasional XXX sebagai tuan rumah, Kaltim terus melakukan persiapan tak terkecuali para pendamping kafilah atau LO yang diberikan bimtek agar kegitan berjalan lancar.
Sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX, Kalimantan Timur (Kaltim) tidak main-main dalam persiapannya.
Panitia daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk menyamakan persepsi dari kedatangan kafilah, rangkaian lomba, acara hiburan, hingga kepulangan, agar pelaksanaan berjalan sesuai harapan.
Selain itu, para pendamping kafilah atau Liaison Officer (LO) yang ditunjuk dari perwakilan setiap Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemprov Kaltim dibekali bimbingan teknis (bimtek) di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa 28 Mei 2024.
Sebanyak 235 orang hadir mengikuti bimtek dari perwakilan setiap PD lingkup Pemprov, yang juga dihadiri oleh Kepala Biro Kesra, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, dan LPTQ Kaltim
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni, hadir secara virtua.
Sri menegaskan bahwa dalam pembekalan atau bimtek ini, LO bukan hanya petugas penghubung, tetapi menjadi ujung tombak Pemprov dan masyarakat Kaltim dalam menerima dan mendampingi kafilah dari 38 provinsi.
“Saat ini Kaltim menjadi perhatian nasional bahkan internasional sejak adanya IKN. Oleh karena itu, keramahan dan hospitality kita harus diperhatikan dengan serius. Tugas LO sangat besar dalam memberikan pelayanan selama perhelatan berlangsung,” tegas Sri.
Ia juga mengingatkan bahwa peran sebagai LO adalah amal ibadah, membangun silaturahmi dengan kafilah dari daerah lain. Agar mereka yang didampingi terinformasi dengan baik selama kegiatan.
“Kami akan menyiapkan buku panduan untuk LO sehingga mereka dapat berkoordinasi dengan lebih baik. Jangan sampai LO tidak mengetahui seluk-beluk MTQ. Orang-orang yang kita sambut adalah mereka yang memuliakan Al-Qur’an dan hadist, dan jika kita melayani mereka dengan baik, Insya Allah menjadi amal jariyah untuk kita,” jelasnya.
Di akhir arahan, Sri Wahyuni menambahkan bahwa pelayanan tidak berarti mengeluarkan dana untuk mereka, tetapi membangun komunikasi yang baik sehingga mereka terkesan dengan pelayanan yang diberikan Kaltim. (rw)
-
LIPUTAN KHUSUS2 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SAMARINDA3 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoHari Lahir Pancasila 2026, Kaltim Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoRameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
-
PARIWARA2 hari agoGEAR ULTIMA Tembus Jalur Ekstrem Gunung Sinabung, Tetap Tangguh Meski Diguyur Hujan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA18 jam agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal

