PPU
Proyek Bendungan Lawe-lawe Mandek, Pemkab PPU Kembali Usulkan Pinjam Pakai Lahan ke Pertamina
Proyek pembangunan Bendungan Lawe-lawe di Kab. Penajam Paser Utara (PPU) mandek atau berhenti di tengah jalan. Masalahnya, karena kerja sama pinjam pakai lahan bendungan kepada PT. Pertamina (Persero) telah berakhir pada tahun ini.
Padahal proyek yang dibangun sejak 2014 tersebut belum rampung. Meski progres pembangunannya disebut mencapai 85 persen dari total APBD PPU sekitar Rp 179 miliar secara tahun jamak (MYC).
Plt Bupati PPU Hamdam mengatakan, pihaknya telah mengusulkan perpanjangan kerja sama dengan Pertamina sebagai pemilik lahan di Bendungan Lawe-lawe. Ia berharap BUMN tersebut segera menyetujui perpanjangan pinjam pakai lahan tersebut.
”Sehingga proses pembangunan waduk yang ada di Lawe Lawe ini dapat dilanjutkan, ” kata Hamdam, disela-sela pertemuan bersama jajaran PT. Pertamina (Persero) dalam rangka pembahasan tindak lanjut atas pemanfaatan lahan milik PT Pertamina di Kelurahan Lawe Lawe, Kabupaten PPU, Rabu, (25/5/2022) di Hotel Pullman Bali.
Bendungan Lawe-lawe ini sangat diperlukan untuk kebutuhan air bersih masyarakat PPU, apalagi menyongsong Ibu Kota Negara nanti. Karena saat ini, cakupan air bersih melalui Perumda Air Minum Danum Taka baru mencapai 28 persen. Disebabkan karena sumber air baku di daerah tersebut masih terbatas.
”Kami berharap sumber air bersih ini bukan hanya dinikmati oleh masyarakat Kabupaten PPU nantinya. Tetapi lebih dari itu pihak lain termasuk Pertamina juga ikut merasakan memanfaatnya, “ kata Hamdam.
Pertemuan dengan jajaran PT. Pertamina menjadi diskusi awal, karena sebelumnya terkait kesepakatan pinjam pakai lahan milik Pertamina oleh pemda PPU telah berakhir di tahun 2022 ini, sehingga proses kerja samanya harus dimulai kembali dari awal.
“Kami bersyukur PT. Pertamina telah membuka kembali kesempatan pinjam pakai lahan itu kepada PPU. Tinggal kita mengikuti prosesnya kemudian mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya sehingga apa yang dibutuhkan dapat segera terpenuhi,“ tandasnya.
Komitmen Pertamina

Bendungan Lawe-lawe berdiri atas lahan seluas 200 hektare aset PT. Pertamina. Lahan tersebut digunakan dengan status pinjam pakai, yang masanya telah berakhir dan belum pernah diperpanjang.
Vice President Asset Optimization dan Development, PT. Pertamina (Persero), Noviandri yang memimpin jalannya pertemuan ini mengatakan akan segera menindaklanjuti usulan Pemkab PPU tersebut. Secara prinsip, kata dia, Pertamina selalu berusaha bagaimana bisa mendukung pembangunan bendungan yang berdiri di atas lahan Pertamina tersebut.
”Apalagi ini untuk kebutuhan orang banyak. PPU juga telah ditetapkan sebagai lokasi IKN tentunya ada hal-hal khusus di sana yang harus diberikan. Tinggal bagaimana kerja sama yang ada dapat dilaksanakan, karena ini bukan untuk satu atau dua tahun tetapi dalam jangka waktu yang panjang, ” kata dia.
Adapun beberapa skema terkait penggunaan lahan tersebut juga ditawarkan oleh pihak Pertamina kepada daerah, seperti sewa lahan, tukar guling lahan, termasuk salah satunya adalah dengan skema pinjam pakai kepada pemda PPU.
Kapasitas Hingga 400 Liter per Detik

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid menjelaskan, waduk Lawe-lawe ini nantinya memiliki kapasitas hingga 400 liter per detik. Diharapkan dengan adanya bendungan ini dapat meningkatkan ketersediaan air bersih yang lebih besar bagi masyarakat.
“Harapan kami bendungan tersebut bisa menampung air sungai Lawe Lawe yang setiap saat airnya hanya terbuang ke laut. Bendungan Lawe Lawe saat ini pembangunannya masih berhenti dengan alasan berbagai pertimbangan salah satunya konsesi dari Pertamina sudah selesai, ” ungkapnya. (redaksi)
-
SAMARINDA4 hari agoIslamic Center Samarinda Didorong Perkuat Jadi Pusat Ekonomi Umat
-
PARIWARA2 hari agoYamaha Luncurkan Fitur E-KSG, Servis Motor Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi
-
BERAU2 hari agoAkhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
-
BALIKPAPAN1 hari agoDPRD Soroti Gaya Hidup Remaja, Kasus Cuci Darah Meningkat
-
PARIWARA1 hari agoCatatan MAXI Tour Boemi Nusantara Etape Satu, Ini Deretan Jalur Ikonik dan Spot Eksotis di Sumatera Utara Untuk Pecinta Touring
-
BALIKPAPAN2 hari agoDPRD Samarinda Kunjungi DPRD Balikpapan, Bahas Peran Banmus dalam Penyusunan Agenda Dewan
-
BALIKPAPAN2 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Bahas Pengalihan Pengelolaan Pemakaman dalam RDP
-
BALIKPAPAN1 hari agoBankeu Tak Cair, DPRD Balikpapan Dorong Optimalisasi PAD

