Connect with us

POLITIK

Puluhan Demonstran Geruduk DPRD Kaltim, Desak Kapolda Dicopot

Published

on

dprd kaltim
Demontrasi yang dilakukan Aliansi Gerakan Masyarakat Kaltim Menggugat. Selasa, 4 April 2023. (Hafif Nikolas/Kaltim Faktual)

Puluhan mahasiswa dan masyarakat mendemo DPRD Kaltim. Mereka kecewa atas upaya penindakan tambang ilegal, kinerja Pansus IP, hingga minta Kapolda Kaltim dilengserkan.

Masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Kaltim Menggugat. Membuat aksi susulan pada Selasa, 11 April 2023. Setelah pekan lalu dilakukan oleh Aliansi Mahakam.

Berbeda dari aksi sebelumnya, tuntutan yang mereka bawa kali ini sepenuhnya isu lokal. Utamanya soal tambang ilegal yang masih saja tumbuh subur.

Tuntutan Demonstran

Aliansi Gerakan Masyarakat Kaltim Menggugat membawa 4 tuntutan pada aksi kali ini. Yakni:

1. Mendesak DPRD Kaltim untuk membuat hak angket dalam pelaksanaan UU 3/2021 tentang UU Minerba.

2. Mendesak pemda untuk segera merealisasikan Perda 10/2012 Pasal 19.

Baca juga:   Dishub Kaltim Sudah Cek 69 Bus Jelang Lebaran, 15 Unit Dilarang Narik

3. Mendesak DPRD Kaltim  untuk mengevaluasi Pansus Investigasi Pertambangan (IP).

4. Mendesak DPRD Kaltim untuk mengeluarkan surat rekomendasi pencopotan Kapolda Kaltim.

Tambang Ilegal Masih Marak

Humas Aliansi Gerakan Masyarakat Kaltim Menggugat, Opin Putra mengatakan. Keresahan yang menjadi dasar aksi ini masih sama seperti sebelumnya. Yakni kekecewaan pada Pemprov dan DPRD Kaltim. Karena tidak pernah serius memberantas tambang ilegal.

“Kondisi pertambangan ilegal di Kaltim sangat memprihatinkan. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Desa Rempanga, Loa Kulu,” ucap Putra.

Bahkan dari kasus yang viral tersebut. Aparat penegak hukum khususnya Polda Kaltim, kata Putra, sama sekali tidak melakukan penindakan.

“Karena tidak ada tindakan terhadap tambang ilegal dari Polda Kaltim. Kami akan menyurati pihak-pihak yang bersangkutan (Presiden dan Menkopolhukam),” tuturnya.

Baca juga:   Wagub Serahkan 3 Ribu Paket Ramadan Baznas Kaltim

Selain kecewa dan menuntut Kapolda Kaltim dilengserkan dari jabatannya. Demonstran juga mengungkapkan kekesalannya pada Pansus IP. Karena hingga masa kerjanya habis satu bulan lagi. Kinerjanya jauh dari ekspektasi.

“Kami tidak berharap banyak dari pansus ini, karena sampai saat ini belum ada progres yang terlihat sama sekali,” pungkas Putra. (mhn/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.