Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Rakerkesda 2023, Pj Gubernur Kaltim: Penanganan Stunting Itu dengan Pemberian Makanan Tambahan

Published

on

BANNER DISKOMINFO KALTIM 2023

Pj Gubernur Kaltim membahas stunting saat kegiatan Rakerkesda. Menurutnya, penanganan stunting memerlukan sinergisitas dan kolaborasi stakeholder terkait untuk penanganannya.

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) “Transformasi sistem kesehatan untuk mewujudkan masyarakat sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan di Provinsi Kalimantan Timur”.

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dan berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Kamis, 30 November 2023.

Pj Gubernur Akmal Malik mengatakan pembangunan bidang kesehatan diarahkan pemerintah untuk menjadikan rakyat Indonesia sehat dan kuat, sehingga ke depannya memiliki sumber daya manusia (SDM), unggul dan berkualitas, serta memiliki daya saing tinggi di era global.

Baca juga:   Kunjungi Makam Pahlawan Balikpapan pada HUT KORPRI ke-52

Pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu dari enam urusan wajib pelayanan dasar yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

“Kita harus mengevaluasi pelaksanaan urusan pelayanan dasar di bidang kesehatan di daerah yang lebih di dominasi pendekatan kuratif daripada pendekatan preventif. Kita ini namanya Dinas Kesehatan bukan Dinas Kesakitan, jadi dengan pendekatan preventif kita melakukan berbagai tindakan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan. Tindakan preventif lebih masif dalam melibatkan orang,” katanya.

Saat ini, Indonesia sedang menghadapi triple burden atau beban tiga kali lipat berbagai masalah penyakit yaitu, penyakit infeksi new emerging dan re-emerging seperti Covid-19, penyakit menular yang belum teratasi dengan baik, dan penyakit tidak menular (PTM) yang cenderung naik setiap tahunnya.

Baca juga:   Pimpin Upacara HUT KORPRI ke-52, Akmal Malik Minta ASN Jaga Netralitas Jelang Tahun Politik

Angka PTM sejak tahun 2010 mulai meningkat yang antara lain disebabkan pola asuh, pola gerak dan pola makan yang tidak baik, sehingga muncullah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke.

Tidak kalah penting adalah bagaimana penanganan permasalahan kesehatan, salah satunya adalah penanganan stunting yang angkanya cukup tinggi di Kalimantan Timur.

Sehingga memerlukan sinergisitas dan kolaborasi stakeholder terkait untuk penanganannya.

“Penanganan stunting itu dengan pemberian makanan tambahan (PMT), bukan dengan konvergensi atau rapat-rapat. Tolong road mapnya seperti apa, dukungannya dari berbagai pihak. Apalagi tadi sudah tanda tangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kaltim. Komitmennya kita tunggu,” ujar Akmal yang menyaksikan penandatanganan komitmen antara Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Kaltim terkait dukungan terbentuknya Griya Sehat di seluruh kabupaten/kota se Kalimantan Timur.

Baca juga:   DPPKUKM Kaltim Tunda Pemusnahan Arsip

Tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin, Kepala Brida Fitriansyah, Direktur RSUD AW Sjahranie dr David Masjhoer, Direktur RSJD Atma Husada Mahakam Indah Puspitasari, Kabid Dokkes Polda Kaltim Kombes Pol Djarot Wibowo, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Kaltim. (her/yans/adpimprovkaltim/RW)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.