Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Setda Kaltim Terbiasa Pakai E-Setda, Srikandi Perlu Adaptasi Ulang

Published

on

Setda Kaltim adaptasi ulang aplikasi Srikandi. (Wikipedia)

Setda Provinsi Kaltim telah terbiasa menggunakan aplikasi Srikandi. Karena sudah digunakan sejak 2017. Ketika diimbau menggunakan aplikasi Srikandi, Setda Kaltim perlu adaptasi ulang.

Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sejak lama telah menggunakan sistem administrasi persuratan secara digital. Di lingkungan internal Setda Provinsi Kaltim. Sejak tahun 2017.

E-Setda digadang mampu meningkatkan kegiatan administrasi perkantoran di lingkungan Setda Provinsi Kaltim. Sekaligis pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi dan birokrasi.

Selain itu, E-Setda juga difungsikan untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik dalam menunjang kelancaran setiap kegiatan organisasi Setda Provinsi Kaltim.

Karena sudah lama dan sudah terbiasa dengan E-Setda. Untuk beralih ke aplikasi Srikandi, Setda Provinsi Kaltim perlu adaptasi ulang. Analis Kebijakan Ahli Muda atau Sub Koordinator Persuratan dan Arsip Setda Kaltim Heldi mengaku pihaknya sudah mulai belajar aplikasi Srikandi.

Baca juga:   Arsipkan Sejarah Samarinda, Buku Kontroversi Daeng Mangkona Tersedia di Perpustakaan Samarinda

“Yang jelas masalahnya saat ini, karena baru, jadi perlu adaptasi dulu. Kami biasanya kan E-Setda. Sekarang diarahkan Srikandi,” jelasnya Senin 27 November 2023.

“Di E-Setda kami mengelola surat masuk bisa mengecek, surat keluar juga bisa mengecek. Dari 2017. Kebiasaan di E-Setda, masuk aplikasi Srikandi agak bingung. Kalau di E-Setda sudah lancar. Tapi Srikandi ngulang lagi belajar dari awal,” tambahnya.

Meski begitu, Heldi bilang kini Aplikasi Srikandi telah perlahan digunakan di lingkungan Setda Provinsi Kaltim. Agar semakin terbiasa menggunakan aplikasi Srikandi. Sehingga pada tahun 2024 bisa lancar menggunakan.

“Biasanya kendalanya di operator, di SDM-nya. Memang sih kalau kita sudah memahami ya cepat aja. Tapi kan pemahamannya orang ada yang cepat, ada yang belum. Kadang lambat,” pungkasnya. (ens/fth)

Baca juga:   Dinkes Bontang Lakukan Studi Pengelolaan Hingga Pemusnahan Arsip di Badan Arsip Kaltim

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.