Connect with us

SOSOK

Soal Pembangunan Jalan; Irwan Fecho Respons Pernyataan Wabup Mahulu yang Viral di TikTok

Published

on

irwan fecho
Irwan Fecho menjelaskan duduk perkara status jalan dan proyek pembangunan jalan Mahulu melalui media sosial pribadinya. (IST)

Legislator Irwan Fecho secara tersirat menyatakan, Pemerintah Pusat tidak abai pada pembangunan jalan di Kabupaten Mahulu, Kaltim. Hanya memang prosesnya sedang berlangsung.

Buruknya aksesibilitas di pedalaman Kaltim kembali terekspos. Berawal dari dokumentasi seorang jurnalis media nasional asal Samarinda, Awaluddin Jalil. Yang mengunggah kondisi jalan ‘bubur’ Mahakam Ulu. Beserta ‘curhatan’ dari Wabup Mahulu. Di akun TikTok pribadinya pada 22 Januari 2023.

Dalam video tersebut, Wabup Mahulu Yohanes Avun mengeluhkan soal minimnya perhatian Pemerintah Pusat. Pada pembangunan aksesibilitas di kabupaten termuda di Bumi Etam tersebut.

“Ada manusia di sana, bukan kera. Ada manusia di sana.”

“Anggaran yang ada di (pemerintah) pusat tolong diperhatikan ke sini. Jangan bangun daerah Jawa, Sumatera, saja. Bangun daerah kami juga. Kami ini juga manusia,” ucap Avun dalam video itu.

Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah disukai 12,9 ribu orang, mendapat 768 komentar, dan dibagikan oleh 674 pengguna TikTok.

Tanggapan Irwan Fecho

Sehari selepas video itu rilis, anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irwan memberi responsnya.

Untuk diketahui, Irwan Fecho merupakan Legislator Senayan yang cukup getol membantu pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kaltim. Dengan menggandeng beberapa kementerian terkait.

Baca juga:   Akhir Bahagia Babinsa Penyewa Excavator ‘Gunung Manggah’; Masalah Beres, Uang Kembali

Nah, Irwan juga turut terlibat dalam penyampaian aspirasi aksesibiltas Mahulu. Dan beberapa kali turut meninjau proyek yang berlangsung di sana. Sehingga cukup tahu soal perkembangan pembangunan di kawasan tersebut.

Melalui media sosialnya, Irwan menulis beberapa poin penting dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi V DPR RI. Kaltim Faktual telah diberi izin untuk mengutip unggahan itu.

“Terkait permasalahan jalan menuju Mahakam Ulu yang sedang ramai. Perlu kami jelaskan beberapa informasi terkait status dan kondisional terkini terkait jalan tersebut,” buka Irwan dalam unggahannya.

Ketum Demokrat Kaltim itu bilang bahwa status jalan dari Tering (Kutai Barat) menuju Long Bagun adalah jalan provinsi. Begitupun dari Long Bagun ke Long Pahangai adalah jalan provinsi. Sehingga pembangunan dan perawatan akses tersebut adalah kewenangan Pemprov Kaltim.

“Namun sejak tahun 2021, segment Tering-Long Bagun dengan panjang jalan 145 Km berikut Jembatan Sungai Ratah. Sudah kami perjuangkan untuk ditingkatkan jalannya sepanjang 75 Km dan pembangunan Jembatan Sungai Ratah dengan menggunakan dana APBN oleh Kementerian PUPR.”

“Sisa jalan 70 Km ditingkatkan dengan dana APBD Provinsi. Saat ini sudah dan sedang dilaksanakan di segment Long Bagun-Tering 1, 2 dan 3,” jelasnya.

Baca juga:   Lato-Lato di Mata Pejabat Samarinda

Nah, terkait segmen Long Bagun-Long Pahangai yang dikeluhkan Wabup Mahulu. Statusnya adalah jalan provinsi. Bukan Pemerintah Pusat. Meski begitu, Komisi V DPR RI telah memperjuangkan pembiayaan dari pusat. Yang dananya bersumber dari Asean Development Bank (ADB).

“Tahun ini sedang dilakukan kajian perencanaannya dan akan diperjuangkan untuk ditangani tahun depan.”

“Dan ini juga sudah dipaparkan di depan Wabup Mahulu bulan November 2022 kemarin,” lanjut Irwan.

Pria kelahiran Sangkulirang tersebut memahami kondisi jalan di Mahulu memang memprihatinkan. Namun ini bukan pekerjaan jalan sepuluh kilometer. Yang bisa selesai dalam waktu singkat.

Untuk menuntaskan pembangunan aksesibilitas di Mahulu memerlukan waktu panjang dan dana besar. Perlu melintasi jenjang regulasi dan birokrasi. Perlu konektivitas antarlapisan pemerintah. Dan perlu dukungan dari semua pihak. Termasuk perusahaan swasta.

“Sambil menunggu peningkatan jalan sebaiknya pemerintah daerah dapat mengoptimalkan perusahaan sekitar untuk memelihara spot-spot jalan yang rusak parah, terutama di musim hujan,” sarannya.

Selanjutnya, Irwan memberi penekanan bahwa Pemkab Mahulu bisa berpartisipasi dalam percepatan pembangunan. Dengan memastikan bahwa seluruh kawasan yang akan dibangun jalan, bukanlah tanah sengketa.

Baca juga:   3 Tahun Terakhir, Jumlah Orang Miskin di Samarinda Naik Terus

“Karena memang ini jalan daerah maka dibutuhkan kerja sama pemerintah daerah. Jika ingin dibantu pembiayaan pusat.”

“(Jaminannya) dengan surat dari bupati berupa pernyataan, bahwa lahan jalan-jalan tersebut tidak bermasalah. Dan itu kita tunggu sampai saat ini suratnya,” ujarnya.

Pada akhir pernyataannya, Irwan Fecho turut menginformasikan. Bahwa Pemerintah Pusat saat ini sedang menggarap beberapa proyek pembangunan jalan di Mahulu. Di antaranya segmen Tering-Long Bagun, Long Bagun-Long Pahangai, Tiong Ohang-Long Pahangai, batas Kalbar-Tiong Ohang, dan Long Pahangai-Long Boh.

“Mahakam Ulu bagi kami adalah bagian Indonesia yang berhak juga mendapat keadilan terkait pembangunan infrastruktur.”

“Itu komitmen kami di Komisi V DPR RI juga kementerian PUPR. Walau sejatinya ini adalah jalan yang menjadi kewenangan daerah.”

“Semoga informasi ini dapat membantu menjelaskan terkait status dan kondisi terkini jalan ke Perbatasan Kaltim dan Mahakam Ulu dari Kutai Barat. Terima kasih,” pungkas Irwan Fecho. (dra)

Penulis: Ahmad A. Arifin (Kaltim Faktual)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.