POLITIK
Sosper di Sangatta, Anggota DPRD Kaltim Nasiruddin Harap Rakyat Manfaatkan Bantuan Hukum
Anggota DPRD Kaltim Nasiruddin berharap rakyat yang terpaksa berperkara dapat memanfaatkan bantuan hukum gratis dari pemerintah.
Hal itu disampaikannya dalam giat Sosper perda no 5 tahun 2019 tentang penyelenggaraan bantuan hukum, di Jalan Tanjung RT 19, Kelurahan Singa Geweh, Kec. Sangatta Selatan, Kutai Timur, Minggu (3/4/2022). Dengan narasumber Dosen Fakultas Hukum Unmul Dr. Najidah dan Advokat Kutim, Arsanti.
Menurut Nasir, perda ini dibuat pememerintah dan disepakati oleh DPRD untuk membantu masyarakat, khususnya dari kalangan tidak mampu. “Rakyat yang ada perkara bisa minta bantuan hukum,” ucap wakil rakyat dari dapil Bontang, Kutim, Berau ini.

Ia mencontohkan, misalnya soal kasus banjir yang terjadi di Sangatta belum lama ini yang telah merugikan banyak masyarakat. “Itu bisa dituntut. Kami di DPRD sedang membuat tim investigasi soal ini. Mencari akar persoalannya. Masyarakat juga bisa terlibat. Termasuk soal sengketa tanah, hingga perceraian,” jelasnya, yang mengaku turut berduka atas musibah banjir di Sangatta.
Ia menjelaskan, perda bantuan hukum sudah bisa dijalankan. Pasalnya, pemprov sudah menerbitkan Pergub No.6 tahun 2021 sebagai petunjuk teknis dari pelaksanaan perda tersebut. “Saya harap dapat dimanfaatkan segera oleh rakyat yang terpaksa berperkara,” harapnya.
Dosen Fakultas Hukum Unmul Dr. Najidah dalam pemaparannya menyampaikan, bagi rakyat yang ingin memanfaatkan fasilitas ini bisa dengan mudah. Syaratnya, hanya mempunyai surat keterangan kurang mampu yang dikeluarkan pemerintah desa maupun kelurahan. “Jadi tinggal minta ke RT, baru nanti dikeluarkan oleh desa atau kelurahan,” terangnya.
Setelah itu, rakyat tinggal mendatangi lembaga bantuan hukum resmi yang terdaftar atau terakreditasi di Kementerian Hukum dan HAM. “Ini ada banyak. Bisa dari lembaga hukum kampus, organisasi, atau advikat lainnya. Tapi pastikan itu terdaftar,” imbuhnya.

Dari sini, kata dia, nantinya masyarakat akan didampingi tanpa dipungut biaya. Karena semua sudah ditanggung oleh pemerintah. Sama seperti pendampingan hukum lainnya, bantuan akan dilakukan sampai perkara tuntas di persidangan.
“Tapi kita harapkan jangan sampai ada yang berperkara, kalau bisa damai. Ini untuk mendapatkan keadilan hukum yang sama kepada siapa saja, yang dijamin oleh konstitusi kita. Semua sama dimata hukum, termasuk mereka yang tidak mampu,” tandasnya. (REDAKSI KF)
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoTahun Baru Islam 1448 H, Wagub Kaltim Serukan Semangat Hijrah dan Perubahan
-
OLAHRAGA2 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
PARIWARA4 hari agoSapu Bersih! Yamaha Raih 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoWartawan Lintas Generasi Berkumpul di Bedapatan ke-4, Bahas Masa Depan Pers
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKabar Baik untuk Media Lokal, Belanja Media Pemprov Kaltim Segera Aktif Lagi
-
PARIWARA6 jam agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya
-
NUSANTARA14 jam agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
