Connect with us

OLAHRAGA

Statistik Borneo FC Jelek saat Bertemu Bhayangkara, Ujian Berat Pelatih Baru

Published

on

borneo fc
Kei Hirose diragukan tampil saat timnya bersua Bhayangkara FC. Karena mengalami cedera hamstring. (IST)

Borneo FC tak bisa menganggap enteng tamunya Bhayangkara FC. Dalam pertemuan di Stadion Segiri malam Minggu besok. Pasalnya rapor mereka ketika bersua ‘Tim Polisi’ tidak bagus.

Bhayangkara Solo FC sedang dalam tren positif jelang bertamu ke Samarinda. Mereka memenangkan 4 laga dalam 5 pertandingan terakhirnya. Dua di antaranya adalah tim papan atas, Persija dan Madura United.

Modal bagus ini sudah cukup untuk menakut-nakuti Pesut Etam yang pada putaran kedua ini sedang tidak baik-baik saja.

Head to Head Borneo FC Vs Bhayangkara FC

Sudah 12 kali kedua tim bersua dalam beberapa musim terakhir. Hasilnya, 2 laga dimenangkan Borneo FC, 6 berakhir imbang, dan 4 lagi jadi milik Bhayangkara.

Baca juga:   Head to Head Persebaya Vs Borneo FC; Pesut Etam Unggul Jauh

Dua kemenangan dari 12 pertemuan menandakan Pasukan Samarinda sering sial kala bertemu Bhayangkara. Faktor ini, termasuk tren positif tim tamu. Adalah sebuah peringatan keras.

Terlepas, Stadion Segiri masih perawan sepanjang musim ini. Belum satu tim pun berhasil meraih 3 poin di stadion ini. Tetap saja laga melawan Dendi Sulistyawan akan jadi pertandingan super berat. Karena terakhir kali Pasukan Samarinda mengalahkan lawannya ini pada 2018 lalu. Alias 5 tahun lalu.

Fakta menarik lain dari pertemuan kedua tim. Selain kebanyakan imbang. Juga tidak sering banjir gol. Tercatat hanya 2 laga yang berakhir dengan defisit 3 gol. Yakni saat Borneo FC menang 3-0 pada Liga 1 musim 2017 dan 2018. Selebihnya hanya berselisih maksimal 1 gol saja.Bisa jadi, laga malam Minggu akan menjadi tontonan yang ketat dan seret gol lagi.

Baca juga:   Balikpapan Peringati HUT ke-126, Butuh Kolaborasi dan Sinergi Atasi Beragam Persoalan

Menanti Magis Huistra

Saat laga berlangsung Sabtu petang, artinya Pieter Huistra sudah memimpin latihan Terens Puhiri dkk selama 3 hari. Dari pantauan di lapangan, pria Belanda bekerja keras untuk mentransfer visi bermiannya pada para pemain.

Nah, pertandingan berat melawan tim peringkat ke-10 ini akan jadi ujian pertama bagi eks pelatih Ajax U-21 tersebut. Huistra jelas tak memiliki alasan untuk tidak memenangkan pertandingan tersebut. Meski berstatus laga debut. (dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.