GAYA HIDUP
Strap Phone Manik Kembali Ngetren di Samarinda, Banyak Digemari karena Lucu dan Fungsional
Belakangan ini strap phone manik-manik kembali ngetren. Banyak digemari kaum ‘cewek’ di Kota Samarinda. Selain bentuknya yang lucu dan menambah penampilan ponsel, juga fungsional agar telepon genggam tak mudah jatuh.
Industri fesyen tak berhenti mengalami perkembangan. Mulai dari fesyen pakaian, tas, gaya rambut, hingga aksesoris. Termasuk aksesoris untuk ponsel yang hampir tak lepas dari genggaman.
Belakangan ini aksesoris untuk ponsel atau disebut Strap Phone sedang banyak digemari. Gantungan HP itu kembali jadi tren, termasuk di Kota Samarinda. Terutama di kalangan para cewek, agar match dengan casing-nya.
Bahan dasarnya merupakan tali yang kemudian diisi dengan ragam manik-manik aneka bentuk. Ukurannya lebih besar dari ukuran gelang, namun tidak terlalu panjang. Model dan warnanya pun beragam.
Banyak digemari karena dinilai lucu. Apalagi kalau bisa dicustom sesuai selera. Warnanya bisa disesuaikan dengan warna casing. Bikin ponsel jadi terlihat lebih menarik, hingga meningkatkan penampilan ketika menggenggamnya.
Kata Mereka
Misalnya saja Freelancer di Samarinda Sindi (25). Mengaku awalnya beli karena iseng dan sudah pengin beli dari lama. Maka ketika melihat ada postingan yang menjual strap phone Dia langsung membelinya.
“Soalnya saya kerjanya kan di lapangan, pengin ada gantungan hp yang bikin hp ga lepas, karena bisa digelangin. Karena hp saya sering jatoh. Jadi ada fungsinya,” katanya Kamis 16 Mei 2024.
Selain membuat ponselnya lebih aman. Sindi mengaku membeli juga karena tertarik. Strap phone miliknya merupakan hasil custom sesuai selera. Manik warna ungu yang sesuai dengan warna casing hpnya yang juga ungu.
“Karena lucu dari motifnya, warnanya, menarik gitu,” tambahnya.
Sindi melihat penggunaan strap phone ini sebetulnya merupakan tren lama. Dia mengetahuinya sejak masa pandemi Covid-19. Masa tren strap masker. Lalu merambah ke strap phone.
“Sekarang ramai lagi. Di Samarinda juga banyak sih yang pakai, bahkan habis saya beli, banyak yang jadi mau ikut beli,” pungkasnya.
Pengguna strap phone lain, karyawan swasta di Samarinda Lisa (29) mengaku ketularan teman yang telah menggunakan strap phone lebih dulu. Tertarik, lalu akhirnya beli dan ikut pakai juga.
“Keracunan sama teman, ternyata bagus, karena lebih enak buat menenteng hp. Bisa custom juga sesuai model yang diinginkan,” katanya.
Lisa bilang, harganya juga masih terjangkau. Dia mendapatkan strap phone custom itu dengan Rp28 ribu saja. Yang lebih kurah di harga Rp20 ribu juga ada. Sehingga tak ada alasan untuk tidak membeli.
Lisa juga mengamati beberapa teman perempuannya yang juga menggunakan strap phone. Dulunya memang sempat ramai, tapi kini hadir lebih dengan lebih banyak model dan varian. Makin banyak yang bagus.
“Karena lucu pas dipakai. HP tambah bagus, jadi tertarik juga dan ikut beli,” pungkasnya. (ens/fth)
-
BALIKPAPAN5 hari agoLatihan Militer Program KDMP Berujung Duka, Dua Peserta Meninggal Dunia, Satunya di Balikpapan
-
BALIKPAPAN5 hari agoGubernur Rudy Mas’ud Resmikan Pusat Jantung Modern di Balikpapan, Dilengkapi Cath Lab Pertama di Kaltim
-
HIBURAN5 hari agoDari Nobar Film Suamiku Lukaku; Cara Emak-emak Bersuara Lawan KDRT
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoUMKM Kaltim Punya Peluang Mendunia, Galeri UMKM Balikpapan Jadi Pusat Promosi Produk Lokal
-
NUSANTARA3 hari agoGuru SMK Kunjungi Pabrik Yamaha, Siap Sinergi Lahirkan Talenta SMK Kelas Dunia
-
PARIWARA4 hari agoWe Are AEROX Society 2026 Jadi Puncak Perayaan Satu Dekade AEROX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSPMB 2026 Kaltim Dievaluasi, Gangguan Hari Pertama Jadi Bahan Perbaikan
-
BALIKPAPAN22 jam agoLibur Sekolah Dongkrak Penumpang Bandara SAMS Sepinggan hingga 15 Ribu Orang per Hari

