<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Balita Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/balita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/balita/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jul 2025 14:32:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Balita Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/balita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Minta Keadilan untuk Balita NA, Kuasa Hukum Desak Visum Ulang Dugaan Kekerasan di Panti Asuhan Samarinda</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/minta-keadilan-untuk-balita-na-kuasa-hukum-desak-visum-ulang-dugaan-kekerasan-di-panti-asuhan-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 14:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Titus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=49507</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuasa hukum baru dari keluarga balita NA, Titus Tibayan Pakalla, mendesak dilakukannya visum ulang terhadap kliennya. Hal ini menyusul dugaan kekerasan di sebuah panti asuhan di Samarinda yang dilaporkan sejak sebulan lalu. Titus menilai hasil visum sebelumnya tidak transparan dan menimbulkan kejanggalan. Titus Tibayan Pakalla, kuasa hukum baru yang mewakili Reni Lestari (wali dari balita [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/minta-keadilan-untuk-balita-na-kuasa-hukum-desak-visum-ulang-dugaan-kekerasan-di-panti-asuhan-samarinda/">Minta Keadilan untuk Balita NA, Kuasa Hukum Desak Visum Ulang Dugaan Kekerasan di Panti Asuhan Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Kuasa hukum baru dari keluarga balita NA, Titus Tibayan Pakalla, mendesak dilakukannya visum ulang terhadap kliennya. Hal ini menyusul dugaan kekerasan di sebuah panti asuhan di Samarinda yang dilaporkan sejak sebulan lalu. Titus menilai hasil visum sebelumnya tidak transparan dan menimbulkan kejanggalan.</p>



<p>Titus Tibayan Pakalla, kuasa hukum baru yang mewakili Reni Lestari (wali dari balita berinisial NA), melanjutkan laporan pidana terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di sebuah yayasan panti asuhan di Samarinda. Laporan tersebut sebelumnya telah diajukan sekitar sebulan lalu.</p>



<p>Titus yang resmi menggantikan kuasa hukum sebelumnya berdasarkan surat kuasa tertanggal 19 Juli, pada Selasa, 16 Juli 2025 mengajukan permohonan resmi kepada Polsek Sungai Pinang untuk dilakukan visum et repertum ulang terhadap korban, NA.</p>



<p>Permintaan ini muncul karena ketidakpuasan terhadap hasil visum pertama yang dilakukan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Menurut Titus, hasil tersebut dinilai janggal dan tidak mencerminkan kondisi luka secara objektif.</p>



<p>&#8220;Dalam hasil visum itu tidak tercantum penyebab pasti luka, hanya disebutkan ada luka di kepala tanpa rincian seperti ukuran atau mekanisme terjadinya. Yang tercantum hanya keterangan bahwa lukanya &#8216;dalam penyembuhan&#8217;. Ini sangat tidak jelas, apakah luka ini akibat kekerasan atau hal lain? Tidak dijelaskan apakah karena benturan atau apa,&#8221; ujar Titus kepada awak media.</p>



<p>Ia menegaskan bahwa permohonan visum ulang penting untuk memastikan apakah telah terjadi kekerasan serta membuka kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses visum sebelumnya. Titus juga mendesak agar Polsek Sungai Pinang segera menindaklanjuti permohonan tersebut secara transparan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Temuan Dugaan Kekerasan</h2>



<p>Saat ditanya mengenai dugaan kekerasan, Titus mengungkapkan adanya luka di dahi (jidat) NA.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan foto yang kami lihat, ada luka di dahi, kemungkinan di sebelah kiri. Lukanya terbuka hingga terlihat dagingnya. Secara sepintas, luka tersebut terlihat tidak wajar,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Meski begitu, Titus menekankan bahwa penilaian medis bukan kewenangannya. Saat ditanya kemungkinan luka disebabkan oleh senjata tajam, ia menyebut secara sepintas tidak terlihat indikasi senjata tajam. &#8220;Mungkin akibat benturan, tetapi sekali lagi, sifat lukanya menimbulkan pertanyaan,&#8221; ujarnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Proses Hukum Berjalan</h2>



<p>Titus menyatakan bahwa proses hukum kini masih berjalan di tahap penyelidikan oleh kepolisian. Sebagai kuasa hukum pengganti, ia menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.</p>



<p>&#8220;Salah satu langkah konkret yang kami ambil adalah meminta visum ulang ini. Hasil visum yang baru nanti akan menjadi bukti penting untuk menentukan apakah benar terjadi tindak kekerasan. Kami telah menyerahkan permohonan resmi visum ulang tersebut kepada Polsek Sungai Pinang hari ini,&#8221; pungkasnya. <strong>(chanz/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/minta-keadilan-untuk-balita-na-kuasa-hukum-desak-visum-ulang-dugaan-kekerasan-di-panti-asuhan-samarinda/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/minta-keadilan-untuk-balita-na-kuasa-hukum-desak-visum-ulang-dugaan-kekerasan-di-panti-asuhan-samarinda/">Minta Keadilan untuk Balita NA, Kuasa Hukum Desak Visum Ulang Dugaan Kekerasan di Panti Asuhan Samarinda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
