<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berdarah Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/berdarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/berdarah/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 13:49:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Berdarah Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/berdarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus DBD di Kaltim Turun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-di-kaltim-turun-drastis-masyarakat-diminta-tetap-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 13:49:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV PEMPROV KALTIM 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Demam]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=51564</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus demam berdarah di Kalimantan Timur terus menurun signifikan dalam dua tahun terakhir, namun masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, tren kasus DBD di provinsi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. “Kesadaran masyarakat sangat penting [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-di-kaltim-turun-drastis-masyarakat-diminta-tetap-waspada/">Kasus DBD di Kaltim Turun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://portal.kaltimprov.go.id/"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="117" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp" alt="" class="wp-image-47368" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-300x29.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-768x75.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-18x2.webp 18w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media.webp 1493w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></a></figure>



<p class="has-drop-cap">Kasus demam berdarah di Kalimantan Timur terus menurun signifikan dalam dua tahun terakhir, namun masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.</p>



<p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Meski begitu, tren kasus DBD di provinsi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.</p>



<p>“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, menghindari genangan air, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam yang tidak biasa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Waspada Demam Berdarah Dengue secara virtual, Jumat, 10 Oktober 2025.</p>



<p>Menurutnya, langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta menambah tindakan plus seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengubur barang bekas, dan membakar sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Upaya Pencegahan dan Sebaran Kasus</h2>



<p>Setelah pandemi COVID-19 usai, kasus DBD sempat meningkat tajam hingga mencapai 6.000 kasus dalam setahun. Namun, berkat upaya pencegahan dan inovasi penanganan, angka tersebut terus menurun.</p>



<p>Pada tahun 2023 tercatat 45 kasus kematian akibat DBD, sementara hingga September 2025, jumlahnya menurun drastis menjadi 11 kasus.</p>



<p>Meski begitu, beberapa daerah masih menjadi fokus perhatian karena tingginya jumlah kasus. Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbanyak dengan 987 kasus, disusul Kutai Kartanegara (689 kasus), Samarinda (544 kasus), Kutai Timur (400 kasus), Bontang (287 kasus), Paser (272 kasus), Penajam Paser Utara (174 kasus), Kutai Barat (166 kasus), Berau (51 kasus), dan Mahakam Ulu (8 kasus).</p>



<p>Adapun sebaran kematian akibat DBD lebih merata, masing-masing dua kasus tercatat di Kutai Barat dan Kutai Timur, sedangkan sisanya terjadi di Paser, Bontang, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Berau, Samarinda, serta Balikpapan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Edukasi Sejak Usia Sekolah</h2>



<p>Kaltim tergolong daerah endemik DBD karena memiliki iklim tropis dengan pola hujan yang tidak menentu. Kondisi ini ideal bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti, yang mampu terbang sejauh 100–200 meter dari tempat berkembang biaknya.</p>



<p>Analisis Dinkes menunjukkan, sebagian besar kasus DBD terjadi pada anak-anak usia sekolah di bawah 14 tahun. Karena itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dasar untuk melakukan edukasi dan pemeriksaan dini.</p>



<p>“Kami mewajibkan seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk menyediakan tes cepat DBD. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu 15 menit agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin,” jelas Jaya.</p>



<p>Dinkes Kaltim juga mengingatkan, sarang nyamuk umumnya ditemukan di wadah air tergenang seperti botol bekas, kaleng, pot bunga, dan tempat minum hewan. Karena itu, masyarakat diminta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.</p>



<p>“Nyamuk ada di sekitar kita, tapi dengan menjaga kebersihan lingkungan, mereka tidak akan berkembang biak. Mari bersama wujudkan Kaltim bebas DBD,” tutupnya. <strong>(Prb/ty/portalkaltim/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-di-kaltim-turun-drastis-masyarakat-diminta-tetap-waspada/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-di-kaltim-turun-drastis-masyarakat-diminta-tetap-waspada/">Kasus DBD di Kaltim Turun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus DBD Makan Korban di 8 Daerah, Dinkes Kaltim Perintahkan Pemeriksaan Dini</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-makan-korban-di-8-daerah-dinkes-kaltim-perintahkan-pemeriksaan-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 13:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV PEMPROV KALTIM 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Demam]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=51164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus kematian akibat DBD masih menjadi perhatian serius di Kaltim. Hingga 19 September 2025, tercatat 11 orang meninggal dunia. Dinas Kesehatan Kaltim pun bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi dan menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan NS1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, memimpin rapat koordinasi daring untuk membahas kasus kematian akibat Demam Berdarah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-makan-korban-di-8-daerah-dinkes-kaltim-perintahkan-pemeriksaan-dini/">Kasus DBD Makan Korban di 8 Daerah, Dinkes Kaltim Perintahkan Pemeriksaan Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://portal.kaltimprov.go.id/"><img decoding="async" width="1200" height="117" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp" alt="" class="wp-image-47368" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-300x29.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-768x75.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-18x2.webp 18w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media.webp 1493w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></a></figure>



<p class="has-drop-cap">Kasus kematian akibat DBD masih menjadi perhatian serius di Kaltim. Hingga 19 September 2025, tercatat 11 orang meninggal dunia. Dinas Kesehatan Kaltim pun bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi dan menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan NS1.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, memimpin rapat koordinasi daring untuk membahas kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih terjadi di sejumlah daerah. Hingga 19 September 2025, tercatat 11 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.</p>



<p>Kasus kematian tersebar di beberapa wilayah, yakni Kutai Barat (2 kasus), Paser (2 kasus), Bontang (2 kasus), Kutai Kartanegara (1 kasus), Penajam Paser Utara (1 kasus), Berau (1 kasus), Samarinda (1 kasus), dan Balikpapan (1 kasus).</p>



<p>Rapat koordinasi dilakukan dalam dua sesi. Pertama, pada Rabu, 17 September 2025 bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang. Kemudian dilanjutkan pada Jumat, 19 September 2025 dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Barat, serta Kabupaten Penajam Paser Utara. Pertemuan diikuti para Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, hingga pengelola program DBD dari daerah terkait.</p>



<p>Dalam rapat, dibahas sejumlah faktor penyebab kematian pasien. Di antaranya keterlambatan pasien datang ke fasilitas kesehatan, penolakan rujukan oleh keluarga, adanya penyakit penyerta (komorbid) dan infeksi ganda, keterbatasan pemeriksaan rapid test dengue (NS1) pada kunjungan pertama, hingga kendala pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menegaskan pentingnya pemeriksaan dini NS1 bagi pasien dengan gejala demam. “Jangan meremehkan pemeriksaan NS1, karena hasil ini sangat menentukan komunikasi dengan keluarga pasien dan penanganan medis lebih lanjut,” tegasnya.</p>



<p>Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kaltim segera menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit. Edaran tersebut menekankan kewajiban pemeriksaan NS1 sejak awal, distribusi reagen ke seluruh fasilitas kesehatan, koordinasi dengan BPJS Kesehatan, serta penguatan surveilans vektor melalui pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ), larvasidasi, dan fogging fokus.</p>



<p>Melalui langkah tersebut, Dinkes Kaltim berharap kasus kematian akibat DBD dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan di berbagai wilayah. <strong>(dinkeskaltim/pt/portalkaltim/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-makan-korban-di-8-daerah-dinkes-kaltim-perintahkan-pemeriksaan-dini/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kasus-dbd-makan-korban-di-8-daerah-dinkes-kaltim-perintahkan-pemeriksaan-dini/">Kasus DBD Makan Korban di 8 Daerah, Dinkes Kaltim Perintahkan Pemeriksaan Dini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
