<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buaya Kutai Timur Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/buaya-kutai-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buaya-kutai-timur/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Nov 2024 13:15:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Buaya Kutai Timur Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buaya-kutai-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 12:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPRD KALTIM 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Kutai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Kutim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=43200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Habitat buaya di Kabupaten Kutai Timur masih sering memakan korban jiwa. Anggota DPRD Kaltim Sulasih mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi area yang rawan. Terutama juga anak-anak agar dapat mematuhi rambu larangan. Kabupaten Kutai Timur tak hanya terkenal dengan kekayaan berupa perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Namun juga memiliki banyak binatang buas yang hidup di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/">Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="172" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1200x172.webp" alt="" class="wp-image-41883" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1200x172.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-300x43.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-768x110.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1536x220.webp 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-scaled.webp 2048w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-18x3.webp 18w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="has-drop-cap">Habitat buaya di Kabupaten Kutai Timur masih sering memakan korban jiwa. Anggota DPRD <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kaltim</a> Sulasih mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi area yang rawan. Terutama juga anak-anak agar dapat mematuhi rambu larangan.</p>



<p>Kabupaten Kutai Timur tak hanya terkenal dengan kekayaan berupa perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Namun juga memiliki banyak binatang buas yang hidup di alam liar, seperti buaya.</p>



<p>Akhir-akhir ini, pemberitaan mengenai buaya yang memakan korban jiwa di Kabupaten Kutai Timur masih terus terdengar. Jumlah korban berjatuhan pun terus bertambah. Masalah ini pun jadi kekhawatiran masyarakat dan jadi perhatian pemerintah daerah.</p>



<p>Mengingat Kutai Timur juga memiliki sungai-sungai yang tak jauh dari permukiman. Sehingga ketika habitat buaya terganggu, hewan liar ini juga kerap naik ke kawasan warga. Sehingga pemerintah harus memberikan perhatian lebih.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jauhi Buaya</strong></h2>



<p>Anggota DPRD Kaltim Sulasih meminta kepada pemerintah daerah baik itu kabupaten maupun Provinsi Kaltim, untuk melihat kembali rambu-rambu larangan yang sudah banyak dipasang. Jika masih kurang perlu ditambah atau diperketat.</p>



<p>Selain itu, Sulasih juga mengimbau kepada&nbsp; masyarakat setempat untuk dapat mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang dan menjauhi kawasan yang memang rawan. Agar insiden buaya memakan manusia tidak semakin bertambah.</p>



<p>“Pencegahan dari masyarakat, daerah rawan jangan ke situ. Cuma masyarakat kadang teledor ada yang main di situ,” kata Sulasih kepada media belum lama ini.</p>



<p>Tambahnya, para orang tua juga harus mengawasi secara ketat area bermain untuk anak-anak. Agar tidak bermain di sungai atau bahkan mendekati rumah buaya.</p>



<p>“Antisipasi mencegah anak-anak jangan main di lingkungan situ dulu,” pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/tag/adv-dprd-kaltim-2024/">(adv/ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/">Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
