<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buku Bubur Peca Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/buku-bubur-peca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buku-bubur-peca/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jul 2024 14:03:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Buku Bubur Peca Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buku-bubur-peca/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 14:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca]]></category>
		<category><![CDATA[Bubur Peca Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Bubur Peca]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Khas Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=37747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemkot Samarinda telah menunjukkan komitmennya dalam merawat bubur peca sebagai warisan budaya. Telah dipatenkan lewat buku, untuk bisa disebarkan secara lebih luas. Buku itu bakal dirilis Senin mendatang. Pada Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka diskusi mengenai kuliner bubur peca. Yang dinilai berpotensi sebagai kuliner khas Kota Tepian. Jika ditilik dari eksistensi dan nilai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/">Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pemkot <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a> telah menunjukkan komitmennya dalam merawat bubur peca sebagai warisan budaya. Telah dipatenkan lewat buku, untuk bisa disebarkan secara lebih luas. Buku itu bakal dirilis Senin mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Mei lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka diskusi mengenai kuliner bubur peca. Yang dinilai berpotensi sebagai kuliner khas Kota Tepian. Jika ditilik dari eksistensi dan nilai budayanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab, Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah urban yang plural. Berbagai suku di Indonesia bermukim di kota ini. Sama seperti Kota Balikpapan. Sehingga suku asal usulnya merupakan pendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu membuat Kota Samarinda jarang memiliki sesuatu yang khas. Termasuk di dunia kuliner. Entah makanan yang mengandung unsur nama Samarinda atau melambangkan Kota Samarinda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau pun ada yang disebut sebagai makanan khas, tapi sebetulnya kurang khas. Misalnya saja nasi kuning, amplang dan lainnya. Sementara bubur peca, terdengar seperti kuliner khas suku Bugis di Sulawesi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tentang Bubur Peca</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bubur peca khas Samarinda, punya cerita tersendiri. Memang keberadaannya tidak dilepaskan dari suku Bugis, yakni yang bermukim di Samarinda Seberang yang menjadikannya sebagai menu tradisional populer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bubur peca kemudian dicetuskan sebagai makanan buka puasa sepanjang bulan Ramadan di Masjid Shirathal Mustaqiem (Masjid Tua) oleh H. Salehuddin Pemma (Pengurus masjid) pada tahun 60-70an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Resep bubur peca yang dimiliki Hj. Salma sebagai generasi pertama, menjadi juru masak yang dibantu oleh warga sekitar. Lalu resepnya yang masih asli diwariskan secara turun-menurun hingga kini generasi ke tiga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menjadikannya unik, bubur peca khas Samarinda tidak diperjualbelikan hingga sekarang. Demi menjaga eksklusifitas dan keasliannya. Bubur peca juga menjadi simbol dan identitas dari keberagaman tradisi serta kebudayaan. Bahkan dipercaya baik untuk kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pelestarian Bubur Peca lewat Buku</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pemkot Samarinda melalui Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Disdikbud) sudah lama punya rencana mengajukan bubur peca sebagai warisan budaya. Agar nilai yang dijaga sampai hari ini masih dapat dilestarikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara upayanya melalui buku yang ditulis oleh seorang budayawan dan penulis di Samarinda Hamdani. Dia menulis buku yang khusus membahas mengenai bubur peca. Buku itu bakal dirilis Senin, 29 Juli 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurator Samarinda Theo Nugraha menyebut, peluncuran buku tersebut bukan hanya sekadar peluncuran biasa. Namun juga disertai dengan dialog, gelaran seni, musik, dan pameran bubur peca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saat pameran, seniman dangan displin berbeda akan merespons bubur peca untuk membuat karya,&#8221; jelas Theo kepada <em>Kaltim Faktual</em> Jumat 26 Juli 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggandeng seniman dengan disiplin ilmu yang berbeda, akan muncul ragam karya dengan tema Bubur Peca. Dari medium seni yang beragam. Mulai dari ilustrasi, multimedia, desain, hingga visual art.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian acara akan digelar selama 3 hari. Senin &#8211; Rabu, 29-31 Juli. Bertempat di Rumah Adat dan Budaya Banjar Kutai Dayak Kota Samarinda di Jalan Kadrie Oening. Diisi juga dengan screening film dan penampilan musik. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/pengurus-baru-pwi-kaltim-dilantik-era-kepemimpinan-abdurrahman-amin-secara-resmi-dimulai/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/merawat-ingatan-bubur-peca-sebagai-warisan-budaya-lewat-buku-bakal-dirilis-senin-depan/">Merawat Ingatan Bubur Peca sebagai Warisan Budaya lewat Buku, Bakal Dirilis Senin Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
