<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Culture Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/culture/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/culture/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Feb 2025 14:03:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Culture Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/culture/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cap Go Meh Art and Culture Festival: Ada Bazar Makanan Vegetarian hingga Panggung Kesenian</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/cap-go-meh-art-and-culture-festival-ada-bazar-makanan-vegetarian-hingga-panggung-kesenian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 14:03:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[ART]]></category>
		<category><![CDATA[Cap Go Meh]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=45424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Festival Cap Go Meh kembali diadakan di Buddhist Centre, 7 Februari nanti. Suguhkan bazar makanan vegetarian hingga penampilan barongsai yang bisa ditonton secara gratis. Cap Go Meh Art and Culture Festival akan kembali diadakan mulai 7 hingga 9 Februari 2025 mendatang. Festival ini merupakan satu dari dua acara tahunan yang diadakan di halaman Maha Vihara [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/cap-go-meh-art-and-culture-festival-ada-bazar-makanan-vegetarian-hingga-panggung-kesenian/">Cap Go Meh Art and Culture Festival: Ada Bazar Makanan Vegetarian hingga Panggung Kesenian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Festival Cap Go Meh kembali diadakan di Buddhist Centre, 7 Februari nanti. Suguhkan bazar makanan vegetarian hingga penampilan barongsai yang bisa ditonton secara gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cap Go Meh Art and Culture Festival akan kembali diadakan mulai 7 hingga 9 Februari 2025 mendatang. Festival ini merupakan satu dari dua acara tahunan yang diadakan di halaman Maha Vihara Sejahtera Maitreya atau biasa dikenal dengan Buddhist Centre.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tenant Makanan hingga Penampilan Barongsai</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Festival yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan ini rencananya akan diisi dengan berbagai tenant yang menjajakan makanan kepada pengunjung. Lebih khususnya, akan ada bazar yang menjual makanan vegetarian yang dipastikan sehat juga bergizi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, seperti namanya, akan ada panggung kesenian juga yang menghadirkan hiburan bagi pengunjung di festival Cap Go Meh tersebut. Salah satunya penampilan dari sanggar tari. Tentu yang paling ikonik dari setiap perayaan Imlek, akan ada penampilan barongsai juga yang bisa dinikmati oleh pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk tiket masuk sendiri, masyarakat tidak perlu merogoh kocek. Sebab acara ini terbuka dan bisa dikunjungi secara gratis. Pengunjung bisa mengunjungi Buddhist Centre pada tanggal 7 hingga 9 Februari nanti mulai pukul 18.00 hingga 22.00 malam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Festival Cap Go Meh: Ajang Silaturahmi Seluruh Umat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun acara ini, kata Ketua Yayasan Buddhist Centre Kalimantan Timur (Kaltim), Pandita Hendri Suwito bertujuan untuk memberi edukasi hingga silaturahmi dengan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sehingga, orang yang bisa berkunjung ke acara ini tidak bersyarat. Siapa saja boleh datang. Mulai dari warga Kota Samarinda, ataupun luar Samarinda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena event ini benar-benar terbuka untuk umum dan bisa dinikmati oleh seluruh kalangan utamanya adalah keluarga-keluarga,” katanya kepada Kaltim Faktual Rabu 5 Februari 2025.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sudah Direncanakan dengan Baik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pandita pun menyebut, pihaknya berusaha untuk meningkatkan kualitas festival pada tahun ini dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga Festival Cap Go Meh ini sudah disusun dan direncanakan dengan melewati tahap-tahap yang penuh pertimbangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satunya menyediakan lahan parkir yang memadai. Mengingat acara ini akan terbuka bagi siapa saja yang mau datang. Tak ada pengecualian, syarat, maupun harga. Terlebih kata Pandita, Festival Cap Go Meh di tahun sebelumnya bisa menarik hingga puluhan ribu pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Pandita juga membeberkan bahwa pihaknya telah menyiapkan mobil untuk menjemput. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberi kenyamanan dan kemudahan bagi para pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koordinasi dengan berbagai pihak sekitar juga turut dilakukan. Kata Pandita, ia sudah melakukan komunikasi baik dengan RT maupun warga sekitar agar festival yang diadakan nantinya berjalan tanpa ada hambatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita berusaha supaya kegiatan ini tidak membuat lalu lintas macet. Kita sudah menyediakan kantung-kantung parkir yang dapat dijangkau oleh masyarakat semuanya,” terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia pun mengajak seluruh warga Samarinda untuk hadir di acara ini dengan penuh sukacita. Pandita juga berharap agar pengunjung setelah datang dari acara tersebut bisa mengambil nilai-nilai positif dari Festival Cap Go Meh. Sesuai dengan tema yang diangkat kali ini “ Indonesia Harmonis, Dunia Satu Keluarga”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Nilai itu yang menjadi semangat kami untuk mau melakukan event ini. Jadi itu yang menjadi modal utama kota kita, keharmonisan itu,” pungkasnya. <strong>(tha/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/cap-go-meh-art-and-culture-festival-ada-bazar-makanan-vegetarian-hingga-panggung-kesenian/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/cap-go-meh-art-and-culture-festival-ada-bazar-makanan-vegetarian-hingga-panggung-kesenian/">Cap Go Meh Art and Culture Festival: Ada Bazar Makanan Vegetarian hingga Panggung Kesenian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Datang ke Kaltim? Ini Sederet Culture Shock yang Bakal Kamu Alami!</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/datang-ke-kaltim-ini-sederet-culture-shock-yang-bakal-kamu-alami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2025 13:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Culture]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Shock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=45246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merantau ke kota baru, selalu membawa cerita unik. Apalagi bagi yang pertama kali menginjakkan kaki di Kaltim. Banyak culture shock-nya. Apa saja? Begini pengalaman mahasiswa asal Bogor dan Makassar. Culture shock atau geger budaya, dialami Silmi Nur Kamila dan Adnan Qahfi. Mereka adalah mahasiswa dari luar Kalimantan yang harus beradaptasi dengan berbagai kebiasaan yang berbeda [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/datang-ke-kaltim-ini-sederet-culture-shock-yang-bakal-kamu-alami/">Datang ke Kaltim? Ini Sederet Culture Shock yang Bakal Kamu Alami!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Merantau ke kota baru, selalu membawa cerita unik. Apalagi bagi yang pertama kali menginjakkan kaki di Kaltim. Banyak culture shock-nya. Apa saja? Begini pengalaman mahasiswa asal Bogor dan Makassar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Culture shock atau geger budaya, dialami Silmi Nur Kamila dan Adnan Qahfi. Mereka adalah mahasiswa dari luar Kalimantan yang harus beradaptasi dengan berbagai kebiasaan yang berbeda dengan daerah asal mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara definisi, culture shock adalah perasaan tidak nyaman, bingung, atau stres yang dialami seseorang saat berhadapan dengan budaya baru. Perasaan ini bisa terjadi ketika seseorang pindah ke negara atau lingkungan baru, serta komunitas dengan tradisi yang berbeda. Faktornya biasa muncul karena adanya perbedaan bahasa, adat istiadat, makanan, norma sosial, atau iklim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang dialami Silmi Nur Kamilah yang berasal dari Kota Bogor. Sebelum ia menginjakkan kaki di Tanah Borneo, ia mengaku tak punya gambaran yang begitu banyak soal Kalimantan. Hanya saja, keluarganya yang sedikit khawatir karena harus melepasnya ke tempat yang belum familiar sama sekali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari awal turun dari pesawat, Silmi sudah mendapatkan hal yang mungkin tidak biasa ia alami di kota asalnya. Yup, cuaca yang panas. Mengingat dirinya berasal dari daerah dengan julukan “Kota Hujan” ia waktu itu merasa Kalimantan, tepatnya Samarinda punya hawa yang begitu menyengat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Apalagi kalau siang sekitar jam 2-3 an lah, terus buka keran air suhunya udah kayak buat bikin kopi, panas banget,” ujarnya kepada Kaltim Faktual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan Silmi, Andan Qahfi yang datang dari Pulau Sulawesi juga sebelumnya tidak punya bayangan yang jelas bagaimana Kalimantan yang akan dihuninya. Ia pun awalnya tidak pernah terpikir untuk merantau ke Samarinda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku enggak punya ekspektasi apa-apa, karena memang enggak pernah kepikiran kalau bakal kuliah di Samarinda,” kesahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Transportasi Umum yang Minim dan Macet di SPBU</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kendaraan umum jadi perbedaan yang disorot oleh Andan serta Silmi. Mereka sedikit terkejut ketika mengetahui di Samarinda, kendaraan umum tidak sebanyak yang ada di daerah asalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu buat aku sedikit kesulitan ke mana-mana di awal-awal sih. Mau ojol (ojek online) tapi jaraknya dekat, jadi nanggung. Mau jalan jauh, pake ojol kemahalan,” aku Silmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di daerah asal Silmi, macet adalah hal yang lumrah. Namun sampai Samarinda, ia jarang bahkan hampir tidak pernah mengalami macet yang panjang. Tak sama di kota-kota besar di Jabodetabek yang lekat dengan kata macet, justru hal ini tidak begitu ia rasakan selama tinggal di Kalimantan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, macet yang ia temukan unik. Justru di SPBU atau tempat pengisian bahan bakar kendaraan. Antrean yang cukup panjang ini malah jadi hal yang tidak <em>relate</em> dengannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Antre bisa 30 menit sendiri yang panjangnya bisa sampai luar SPBU,” kata mahasiswa semester delapan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beda cerita dengan Andan. Mahasiswa Kedokteran ini justru memperhatikan bahwa warga Samarinda jarang menggunakan fitur klakson di jalan. Khususnya saat lampu lalu lintas sudah hijau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau di lampu merah orang-orangnya enggak klakson pada saat sudah jalan.”</p>



<h2 class="wp-block-heading">Harga Makanan yang Lebih Mahal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap daerah pasti punya penyajian makanan dan rasa yang berbeda-beda. Di Kalimantan sendiri, Silmi menemukan perbedaan yang cukup besar dalam hal makanan. Misalnya, sambal mentah. Sebab dari apa yang pernah dia makan di tempat asalnya, sambal kebanyakan dimasak terlebih dahulu sebelum disantap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimantan juga dikenal dengan harga makanannya yang sedikit mahal jika dibandingkan dengan Pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Misalnya, mie ayam abang-abang, biasanya aku beli paling delapan ribu atau sepuluh ribu itu udah dapat yang enak. Disini minimalnya 12 ribu,” terangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Adaptasi dari &#8220;Gue-Lo&#8221; ke &#8220;Aku-Kamu&#8221;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Silmi dan Andan tak mengalami kendala berarti dalam segi bahasa. Hanya saja untuk Silmi kebiasaan dengan rekannya yang menggunakan kata ‘lo’ dan ‘gue’ mesti beradaptasi dengan warga Kalimantan yang memakai kata ‘aku’ dan ‘kamu’.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah baru sudah pasti banyak berbeda dari daerahnya. Ia mengaku meskipun bahasa sehari-hari yang dipakai di Kalimantan adalah bahasa Indonesia, ia menemukan sejumlah kosa kata asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sedikit menyesuaikan aja, walau agak anehnya awal-awal,” kata Silmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Andan, kata yang paling membekas di ingatannya adalah ‘angsul’ yang artinya kembalian. Ia awalnya merasa kebingungan dengan kata ini karena bukan kata yang umum digunakan, serta tak familiar di telinganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimantan, persisnya Kalimantan Timur pun Andan rasa adalah daerah yang cukup mudah untuk warga baru beradaptasi. Hal ini karena beragamnya suku dan latar belakang warga yang tinggal di daerah yang ia huni sekarang ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Culture shock memang nyata, tetapi dengan keterbukaan dan keinginan beradaptasi, segala perbedaan bisa menjadi pengalaman berharga. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana denganmu? Pernah mengalami culture shock di kota baru? <strong>(tha/sty).</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/datang-ke-kaltim-ini-sederet-culture-shock-yang-bakal-kamu-alami/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/datang-ke-kaltim-ini-sederet-culture-shock-yang-bakal-kamu-alami/">Datang ke Kaltim? Ini Sederet Culture Shock yang Bakal Kamu Alami!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
