<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>festival tahunan Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/festival-tahunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/festival-tahunan/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Sep 2024 13:07:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>festival tahunan Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/festival-tahunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Camat Samarinda Seberang Jawab Tantangan Pelestarian Budaya Naga Bekenyawa</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/camat-samarinda-seberang-jawab-tantangan-pelestarian-budaya-naga-bekenyawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Sep 2024 13:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Aditya Koesprayogi]]></category>
		<category><![CDATA[Camat]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Erau]]></category>
		<category><![CDATA[festival tahunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesultanan]]></category>
		<category><![CDATA[kota samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[KUTAI KARTANEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[Naga Bekenyawa]]></category>
		<category><![CDATA[ritual adat]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA SEBERANG]]></category>
		<category><![CDATA[suku bugis]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Kutai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=40999</guid>

					<description><![CDATA[<p>Camat Samarinda Seberang menyambut baik ritual Naga Bekenyawa Festival Erau di Kota Samarinda, tepatnya di kecamatan-nya. Pasca-ritual, camat ingin budaya tersebut tetap dikenal oleh masyarakat luas. Festival Erau kembali digelar secara meriah pada tahun 2024 ini. Tak hanya di Kabupaten Kutai Kartanegara, namun Kota Samarinda juga ikut terlibat, khususnya Kecamatan Samarinda Seberang. Diketahui, festival adat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/camat-samarinda-seberang-jawab-tantangan-pelestarian-budaya-naga-bekenyawa/">Camat Samarinda Seberang Jawab Tantangan Pelestarian Budaya Naga Bekenyawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Camat Samarinda Seberang menyambut baik ritual Naga Bekenyawa Festival Erau di Kota Samarinda, tepatnya di kecamatan-nya. Pasca-ritual, camat ingin budaya tersebut tetap dikenal oleh masyarakat luas.</p>



<p>Festival Erau kembali digelar secara meriah pada tahun 2024 ini. Tak hanya di Kabupaten Kutai Kartanegara, namun Kota Samarinda juga ikut terlibat, khususnya Kecamatan Samarinda Seberang.</p>



<p>Diketahui, festival adat besar Kutai Kartanegara tersebut berjalan selama sepekan, sejak dibuka pada 21 September 2024 lalu oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Matadipura H. Aji Muhammad Arifin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Diikuti Berbagai Rangkaian Kegiatan</h2>



<p>Berbagai ritual adat pun dijalankan dengan khidmat sejak pembukaan hingga penutupan. Termasuk ketika menjelang penutupan, pada Ritual Mengulur Naga. Di dalamnya Naga Erau sempat mampir di Samarinda Seberang dalam ritual Naga Bekenyawa alias Naga Beristirahat.</p>



<p>Naga Bekenyawa, diketahui merupakan ritual adat, ketika Raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura akan melarutkan naga di Kutai Lama. Sebelum itu Sultan membawa singgah naga untuk beristirahat di Kampung Baqa. Sebelum lanjut prosesi penutupan upacara Belimbur di Desai Kutai Lama.</p>



<p>Sultan menyempatkan diri menemui warga di Samarinda Seberang yang kebanyakan warga suku Bugis yang bermukim di Samarinda. Dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara warga pendatang dan warga lokal.</p>



<p>Naga yang dibawa, merupakan replika yang merupakan sebuah simbolis mengenang kisah lahirnya Putri Karang Melenu. Seorang permaisuri dari raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Menjadi cikal bakal keluarga kerajaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ritual Naga Bekenyawa di Samarinda</h2>



<p>Minggu siang, 29 September 2024, rombongan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Noto Negoro tiba di Derma Batang Aji Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang dan disambut meriah warga setempat.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Putra Mahkota sempat menjalani ritual Tempung Tawar. Hal itu untuk mendoakan keselamatan perjalanan pangeran bersama rombongan hingga ke Kutai Lama. Dilakukan oleh pejabat dan tokoh masyarakat.</p>



<p>Ritual Naga Bekenyawa juga diwarnai dengan ibu-ibu setempat yang memperebutkan kain kuning. Yang dipercayai sebagai simbol kebaikan. Secara tak langsung masyarakat kembali mengenal budaya lokal tersebut.</p>



<p>Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menyambut dengan baik terselenggaranya Erau Adat Kutai Pelas Benua 2024. Terutama ritual Naga Bekenyawa yang setiap tahun singgah di kecamatan-nya. Semarak acara diwarnai bazar murah dan menggandeng UMKM setempat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah tahun lalu pertama kali saya mengikuti event ini. Ada pemikiran bersama panitia untuk memeriahkan ini kita coba lah dengan mengadakan bazar murah dan bazar UMKM, memang belum optimal, tapi ini jadi semacam penggerak,&#8221; jelas Adit kepada media.</p>



<p>Sehingga, menurut Adit, event ini tidak hanya sebagai seremonial belaka, namun juga ada manfaat yang ditujukan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat ikut datang, menyaksikan, terlibat, dan timbul rasa memiliki.</p>



<p>Sebab dengan semakin majunya kehidupan manusia di tengah modernisasi, semakin besar tantangan untuk memperkenalkan adat dan budaya yang sudah bertahan sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu.</p>



<p>Dalam hal ini Adit ingin menjawab tantangan tersebut. Salah satunya dengan mengadakan Talkshow. Sebelumnya sudah diadakan dengan tema Samarinda Seberang. Dan selanjutnya akan ada Talkshow dengan tema Naga Bekenyawa.</p>



<p>&#8220;Jadi kita mengupas lagi. Mudahan nanti memancing minat penulis yang ingin menceritakan kembali soal sejarah Samarinda seberang, soal sejarah Naga Bekenyawa.&#8221;</p>



<p>Adit berharap, setelah talkshow tersebut ada bahan informasi bagi generasi mendatang untuk mengenal budaya lokal, terutama Naga Bekenyawa. Jika belum menyeluruh untuk Kota Samarinda, paling tidak di Samarinda Seberang.</p>



<p>&#8220;Jadi kita ingin memulai dengan seperti itu, bukan hanya menyuruh orang datang, tapi juga mengenalkan hingga timbul kecintaan. Saya pun bukan orang Bugis atau Kutai merasa senang dengan ada budaya seperti ini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kita pengin ada semacam tulisan sejarah yang bisa dibaca anak-anak kita. Bukan hanya suruh datang. Tapi ada hal yang disampaikan, ada kecintaan,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/sebelum-tutup-festival-erau-di-kutai-lama-naga-bekenyawa-mampir-di-samarinda-seberang/">(ens/gdc)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/camat-samarinda-seberang-jawab-tantangan-pelestarian-budaya-naga-bekenyawa/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/camat-samarinda-seberang-jawab-tantangan-pelestarian-budaya-naga-bekenyawa/">Camat Samarinda Seberang Jawab Tantangan Pelestarian Budaya Naga Bekenyawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebelum Tutup Festival Erau di Kutai Lama, Naga Bekenyawa Mampir di Samarinda Seberang</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/sebelum-tutup-festival-erau-di-kutai-lama-naga-bekenyawa-mampir-di-samarinda-seberang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Sep 2024 12:34:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Erau]]></category>
		<category><![CDATA[festival tahunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesultanan]]></category>
		<category><![CDATA[kota samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[KUTAI KARTANEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[Naga Bekenyawa]]></category>
		<category><![CDATA[ritual adat]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA SEBERANG]]></category>
		<category><![CDATA[suku bugis]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Kutai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=40993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rangkaian festival Erau telah berakhir hari ini. Sebelum gelaran ditutup di Desa Kutai Lama, Naga Bekenyawa mampir di Samarinda Seberang. Pangeran Mahkota Kukar jalani ritual sakral, disaksikan masyarakat sekitar. Festival Erau kembali digelar secara meriah tahun 2024 ini. Berjalan selama sepekan, sejak dibuka pada 21 September 2024 lalu oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Matadipura H. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sebelum-tutup-festival-erau-di-kutai-lama-naga-bekenyawa-mampir-di-samarinda-seberang/">Sebelum Tutup Festival Erau di Kutai Lama, Naga Bekenyawa Mampir di Samarinda Seberang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Rangkaian festival Erau telah berakhir hari ini. Sebelum gelaran ditutup di Desa Kutai Lama, Naga Bekenyawa mampir di Samarinda Seberang. Pangeran Mahkota Kukar jalani ritual sakral, disaksikan masyarakat sekitar.</p>



<p>Festival Erau kembali digelar secara meriah tahun 2024 ini. Berjalan selama sepekan, sejak dibuka pada 21 September 2024 lalu oleh Sultan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kutai_Kartanegara">Kutai Kartanegara</a> Ing Matadipura H. Aji Muhammad Arifin.</p>



<p>Erau Adat Kutai Pelas Benua 2024 itu turut dimeriahkan beragam pertunjukan seni tradisional, expo, bazar rakyat, lomba permainan rakyat, dan olahraga tradisional.</p>



<p>Berbagai ritual adat pun dijalankan sejak awal hingga penutupan. Termasuk ketika menjelang penutup festival adat Erau. Naga Erau mampir di Samarinda Seberang dalam ritual Naga Bekenyawa alias Naga Beristirahat, sebelum lanjut prosesi penutupan upacara Belimbur di Desai Kutai Lama.</p>



<p>Naga Bekenyawa, diketahui merupakan ritual adat, ketika Raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura akan melarutkan naga di Kutai Lama. Sebelum itu Sultan membawa singgah naga untuk beristirahat di Kampung Baqa.</p>



<p>Sultan menyempatkan diri menemui warga di Samarinda Seberang yang kebanyakan warga suku Bugis yang bermukim di Samarinda. Dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara warga pendatang dan warga lokal.</p>



<p>Naga yang dibawa, merupakan replika yang merupakan sebuah simbolis mengenang kisah lahirnya Putri Karang Melenu. Seorang permaisuri dari raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Menjadi cikal bakal keluarga kerajaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ritual di Samarinda </h2>



<p>Minggu siang, 29 September 2024, rombongan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Noto Negoro tiba di Derma Batang Aji Jalan Bung Tomo Samarinda Seberang disambut meriah warga setempat.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Putra Mahkota sempat menjalani ritual Tempung Tawar. Hal itu untuk mendoakan keselamatan perjalanan pangeran bersama rombongan hingga ke Kutai Lama. Dilakukan oleh pejabat dan tokoh masyarakat.</p>



<p>Perayaan tahun ini merupakan perayaan kedua setelah Covid-19 melanda. Sehingga festival digelar dengan meriah. Ritual Naga Bekenyawa juga diwarnai dengan ibu-ibu setempat yang memperebutkan kain kuning. Yang dipercayai sebagai simbol kebaikan.</p>



<p>Di tengah-tengah masyarakat Kota Samarinda, utamanya Kecamatan Samarinda Seberang, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Noto Negoro berpesan agar tradisi ini dapat terus dilestarikan. Utamanya dengan adanya IKN.</p>



<p>&#8220;Anak muda harus mengerti adat istiadat, anak muda jadi tulang punggung generasi kita.&#8221;</p>



<p>&#8220;IKN datang, apa yang kita berikan? Jangan sampai adat ini sampai tergerus. Sehingga harus terus dilestarikan,&#8221; katanya dalam sambutan.</p>



<p>Untuk terus melestarikan adat budaya, Pangeran menyebut tidak bisa kerja sendiri.&nbsp; Perlu dukungan pemerintah untuk bisa semakin menggaungkan budaya lokal. Termasuk menyelenggarakan event atau festival yang perlu biaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Samarinda Siap Kolaborasi</h2>



<p>Merespons hal itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan Pemkot Samarinda siap untuk mendukung festival tahunan Erau Adat Kutai Pelas Benua setiap tahunnya.</p>



<p>&#8220;Kita akan terus benahi Samarinda, terutama Samarinda Seberang. Sehingga bisa terkoneksi antara budaya dengan segala daya tarik di Samarinda Seberang ini. Kita terus dukung,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/4-pesan-tersirat-dari-lagu-tapi-ini-samarinda-semangkuk-indomie-ditemani-suara-pekerja-renovasi-pasar-pagi/">(ens/gdc)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/sebelum-tutup-festival-erau-di-kutai-lama-naga-bekenyawa-mampir-di-samarinda-seberang/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sebelum-tutup-festival-erau-di-kutai-lama-naga-bekenyawa-mampir-di-samarinda-seberang/">Sebelum Tutup Festival Erau di Kutai Lama, Naga Bekenyawa Mampir di Samarinda Seberang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
