<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketupat Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/ketupat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/ketupat/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2024 14:35:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Ketupat Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/ketupat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ramadan, Produksi Ketupat di Gang Makassar Samarinda Meningkat</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/ramadan-produksi-ketupat-di-gang-makassar-samarinda-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2024 14:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat gang makassar samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=30816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, produksi pembuatan ketupat oleh warga Gang Makassar Samarinda Seberang meningkat 2 kali lipat dari biasanya. Aktivitas yang jadi tradisi turun menurun. Ada berbagai jenis hidangan tradisional khas dari Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini. Misalnya saja ketupat. Atau biasa disebut Kupat, makanan khas jawa yang sudah tersebar di Nusantara. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/ramadan-produksi-ketupat-di-gang-makassar-samarinda-meningkat/">Ramadan, Produksi Ketupat di Gang Makassar Samarinda Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, produksi pembuatan ketupat oleh warga Gang Makassar Samarinda Seberang meningkat 2 kali lipat dari biasanya. Aktivitas yang jadi tradisi turun menurun.</p>



<p>Ada berbagai jenis hidangan tradisional khas dari Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini. Misalnya saja ketupat. Atau biasa disebut Kupat, makanan khas jawa yang sudah tersebar di Nusantara.</p>



<p>Termasuk di Kota Samarinda, tepatnya Samarinda Seberang. Bahkan ada yang namanya Kampung Ketupat. Terletak di Jalan Mangkupalas, Kelurahan Masjid, kecamatan Samarinda Seberan &#8212; yang mayoritas warganya memang membuat ketupat.</p>



<p>Namun, tidak hanya di situ saja. Masyarakat sekitar Kampung Ketupat juga punya kesibukan serupa. Misalnya di Gang Makassar RT 13 Kelurahan Mesjid Samarinda Seberang. Yang selama beberapa tahun belakangan rutin membuat ketupat.</p>



<p>Ketua Gang Makassar RT 13 Kelurahan Masjid, Wiwi mengatakan sudah lama bekerja sebagai pembuat ketupat. Bersama para tetangga di sekitar rumahnya. Sudah sekitar 4 tahun lebih.</p>



<p>&#8220;Ini enggak cuma pas Ramadan atau Idulfitri saja. Tapi pas hari biasa juga buat. Kami bekerja aja di sini, sebagai karyawan,&#8221; jelas Wiwi kepada Kaltim Faktual Sabtu, 23 Maret 2024.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2 Hari 1.000 Ketupat</h2>



<p>Wiwi sebagai ibu rumah tangga, juga masih menjalani kesibukan menjaga toko kelontong di rumahnya. Di samping itu, Wiwi mengisi waktu luang dengan membuat ketupat. Itung-itung menambah penghasilan.</p>



<p>Biasanya, setiap 2 hari sekali, Wiwi bisa membuat sekitar 1000 ketupat. Perhari bisa sebanyak 300-400 anyaman ketupat. Jika fokus hanya untuk membuat ketupat tanpa disambi, bisa mencapai 500 buah perharinya.</p>



<p>&#8220;Jadi pengerjaan bisa 2-3 hari. Sambil nyuci, sambil masak, sambil lain-lain.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kalau Ramadan, ya sambil nunggu berbuka puasa, sambil ngisi waktu puasa, ini selingan kami saja. Yang lain ada yang sambil kerja juga,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wiwi mencatat, selama Ramadan, produksi anyaman ketupatnya bisa meningkat drastis dibanding hari biasanya. Bahkan bisa mencapai 5000 ketupat yang dikerjakan selama beberapa hari.</p>



<p>Hasil anyaman ketupat itu kemudian diserahkan kepada bosnya untuk dijual kembali. Entah ke penjual Coto Makassar, ataupun penjual ketupat untuk diisi beras dan dimasak.</p>



<p>Wiwi bilang, per satu ikat dengan 100 ketupat. Biasa dihargai Rp10 ribu. Namun dirinya menjalani menganyam ketupat itu dengan senang hati. Sembari menganyam, sembari berbincang bersama tetangga.</p>



<p>&#8220;Harapannya bisa memperpanjang tradisi, jangan sampai putus tradisi ini. Karena juga di sini rata-rata kalau bikin acara, bikin coto makassar, banyak juga yang jual coto makassar di sini masih pakai ketupat,&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/enggak-perlu-khawatir-selama-lebaran-akan-ada-6-posko-kesehatan-yang-disiagakan-di-samarinda/">(ens/gdc)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/ramadan-produksi-ketupat-di-gang-makassar-samarinda-meningkat/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/ramadan-produksi-ketupat-di-gang-makassar-samarinda-meningkat/">Ramadan, Produksi Ketupat di Gang Makassar Samarinda Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Pedagang Ketupat Dadakan di Samarinda, Alternatif untuk yang Malas Masak di Hari Raya Iduladha</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/banyak-pedagang-ketupat-dadakan-di-samarinda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 15:21:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[IDULADHA]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[Ketupat Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Menu Daging]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=16359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasuki Hari Raya Iduladha 2023, pedagang ketupat dadakan menjamur di Samarinda. Harganya terjangkau. Alternatif bagi yang tak sempat ataupun malas masak. Pada pekan terakhir di Juni ini, umat muslim merayakan Hari Raya Iduladha alias Lebaran Haji alias Lebaran Kurban. Tepatnya jatuh pada Kamis, 28 Juni 2023. Sebagian merayakan lebih awal pada Rabu, 27 Juni 2023. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/banyak-pedagang-ketupat-dadakan-di-samarinda/">Banyak Pedagang Ketupat Dadakan di Samarinda, Alternatif untuk yang Malas Masak di Hari Raya Iduladha</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Memasuki Hari Raya Iduladha 2023, pedagang ketupat dadakan menjamur di Samarinda. Harganya terjangkau. Alternatif bagi yang tak sempat ataupun malas masak.</p>



<p>Pada pekan terakhir di Juni ini, umat muslim merayakan Hari Raya Iduladha alias Lebaran Haji alias Lebaran Kurban. Tepatnya jatuh pada Kamis, 28 Juni 2023. Sebagian merayakan lebih awal pada Rabu, 27 Juni 2023.</p>



<p>Saban tahunnya, hal yang dinanti setiap Iduladha adalah menu-menu khas Nusantara. Yang berbahan dasar daging sapi ataupun kambing.</p>



<p>Ada rendang, soto, gulai, sate, dan kawan-kawannya. Nah, tidak lengkap kalau tanpa ketupat. Menu pendamping yang punya nilai filosofis ini, banyak dibuat pada momen tersebut.</p>



<p>Di Samarinda, memasuki Lebaran Kurban, pedagang ketupat mulai menjamur. Terutama di daerah sepanjang Muara Antasari. Mereka menjajakan ketupat hanya ketika momen lebaran saja. Sekitar tiga hingga empat hari. Setelahnya berganti jenis jualan atau menerima pesanan.</p>



<p>Itu bisa sebagai alternatif bagi yang tak sempat masak atau kesulitan memasak ketupat. Mengingat, memasak ketupat memerlukan waktu dan juga keterampilan tersendiri. Salah sedikit bisa gagal.</p>



<p>Harganya pun terjangkau. Tergantung ukuran ketupat. Semakin besar semakin mahal.</p>



<p>Untuk ketupat kecil, seharga Rp15 ribu satu ikat. Isinya 5 ketupat berukuran mini. Yang lebih besar bisa seharga Rp15 ribu per satunya. Ada yang lebih besar lagi, bisa seharga Rp17 ribu hingga Rp20 ribu.</p>



<p>Selain ketupat, bawang goreng sebagai pelengkap juga tersedia. Seharga Rp30 ribu dengan ukuran wadah kecil. Dan Rp60 ribu dengan ukuran wadah lebih besar.</p>



<p>Daya tahannya juga cukup lama. Sekitar dua sampai tiga hari. Cukup untuk makan di hari lebaran.</p>



<p>Namun kualitas ketupat juga perlu diperhatikan sebelum membeli. Mulai dari tekstur dan kepadatan ketupat, waktu dimasaknya, hingga jenis beras yang digunakan juga perlu untuk diperhatikan. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/pasar-ijabah-kebakaran-pemadam-sampai-minta-penonton-pergi-dulu/">(*/ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/banyak-pedagang-ketupat-dadakan-di-samarinda/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/banyak-pedagang-ketupat-dadakan-di-samarinda/">Banyak Pedagang Ketupat Dadakan di Samarinda, Alternatif untuk yang Malas Masak di Hari Raya Iduladha</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
