<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Sawit Paser Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/petani-sawit-paser/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/petani-sawit-paser/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Aug 2024 15:21:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Petani Sawit Paser Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/petani-sawit-paser/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perawatan Lebih Mudah, Petani Sawit di Paser Mulai Beralih ke Tanaman Pangan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/perawatan-lebih-mudah-petani-sawit-di-paser-mulai-beralih-ke-tanaman-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 15:20:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PASER]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan pangan kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan Paser]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Sawit Paser]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Pangan dan Holtikultura Paser]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=38716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelan tapi pasti, para petani sawit di Kabupaten Paser mulai beralih ke tanaman pangan holtikulutra seperti semangka, pisang, jeruk, hingga sayur-mayur. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser menggelar kegiatan Farmers Field Day (FFD) bersama kelompok tani Buen Were Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, apda Senin 12 Agustus 2024. Kepala DTPH Paser [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/perawatan-lebih-mudah-petani-sawit-di-paser-mulai-beralih-ke-tanaman-pangan/">Perawatan Lebih Mudah, Petani Sawit di Paser Mulai Beralih ke Tanaman Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Pelan tapi pasti, para petani sawit di Kabupaten Paser mulai beralih ke tanaman pangan holtikulutra seperti semangka, pisang, jeruk, hingga sayur-mayur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser menggelar kegiatan Farmers Field Day (<a href="https://kaltim.antaranews.com/berita/218151/petani-sawit-di-paser-mulai-beralih-ke-tanaman-pangan-dan-hortikultura">FFD</a>) bersama kelompok tani Buen Were Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, apda Senin 12 Agustus 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala DTPH Paser Erwan Wahyudi melaporkan, bahwa para petani sawit di daerah itu mulai beralih ke tanaman pangan dan holtikultura. Karena menilai potensi tanaman sayur dan buah-buahan lebih menjanjikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Hasil panen tanaman pangan dan hortikultura lebih menguntungkan dan perawatannya lebih mudah,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Batu Engau sendiri, potensi tanaman holtikultura memang cukup besar. Komoditas andalannya di antaranya semangka, terung, cabai rawit, dan cabai keriting. Belakangan, tanaman lain mulai dikembangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasar laporan Badan Pusat Statistik (BPS), luas kebun semangka meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, luas kebun semangka hanya 1 hektare, tapi pada 2023 kemarin, sudah mencapai 17 hektare.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan juga terjadi pada hasil panen pisang kepok. Dari 12 ton pada 2018, menjadi 26 ton pada 2023. Data ini hanya gambaran dari progres pertanian tanaman pangan dan holtikultura di kecamatan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perawatan Jadi Pertimbangan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara perawatan, tanaman pangan memang lebih ringan ketimbang kelapa sawit. Tantangannya harus lebih intens dan teliti. Pada tanaman kelapa sawit, petani harus mengatur jarak tanam, jadwal panen, proning pelepah, membasmi gulma dan hama, hingga memupuk. Jika ada satu langkah yang terlewat, maka hasil panennya tidak akan maksimal, sementara pohonnya semakin menjulang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan tanaman holtikultura, fokusnya lebih ke gulma. Lebih ringan, namun harus telaten. Pada akhirnya, para petani setempat memilih untuk lebih mengembangkan tanaman sayur dan buah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, bukan berarti para petani tak memiliki kendala. Erwan Wahyudi bilang, kebanyakan petani masih menggunakan alat konvensional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Guna mendukung kegiatan petani, diperlukan sarana alat dan mesin pertanian (alsintan),&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, petani juga masih memerlukan pendampingan. Terkait peningkatan SDM ini, DTPH Paser akan mengintensifkan peran penyuluh pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami minta teman-teman  penyuluh dapat membantu dan mendampingi mereka dalam pengajuan bantuan alsintan,” pungkasnya.<a href="https://kaltimfaktual.co/menilik-peluang-rudy-seno-dan-isran-hadi-di-pilgub-kaltim-2024-pengamat-keduanya-punya-kelebihan-dan-kekurangan/"> <strong>(dra)</strong></a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/perawatan-lebih-mudah-petani-sawit-di-paser-mulai-beralih-ke-tanaman-pangan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/perawatan-lebih-mudah-petani-sawit-di-paser-mulai-beralih-ke-tanaman-pangan/">Perawatan Lebih Mudah, Petani Sawit di Paser Mulai Beralih ke Tanaman Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
