<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Kaltim Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/sejarah-kaltim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/sejarah-kaltim/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jan 2026 08:25:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Sejarah Kaltim Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/sejarah-kaltim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menuju HUT Ke-69 Kaltim, Ini Sejarah Panjang di Balik Wajah Masa Kini Benua Etam</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/menuju-hut-ke-69-kaltim-ini-sejarah-panjang-di-balik-wajah-masa-kini-benua-etam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 08:25:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[hut kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=53021</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyambut HUT ke-69 Kaltim, simak sejarah panjang Benua Etam dari era diplomasi Kesultanan Banjar, dinamika pemekaran wilayah, hingga transformasi wajah barunya di tahun 2025 dengan sederet prestasi nasional. Pada 9 Januari nanti, Provinsi Kalimantan Timur akan genap berusia 69 tahun. Angka ini menandakan kematangan sebuah wilayah administratif. Namun, jika kita menengok jauh ke belakang, napas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/menuju-hut-ke-69-kaltim-ini-sejarah-panjang-di-balik-wajah-masa-kini-benua-etam/">Menuju HUT Ke-69 Kaltim, Ini Sejarah Panjang di Balik Wajah Masa Kini Benua Etam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Menyambut HUT ke-69 <a href="https://kaltimprov.go.id">Kaltim</a>, simak sejarah panjang Benua Etam dari era diplomasi Kesultanan Banjar, dinamika pemekaran wilayah, hingga transformasi wajah barunya di tahun 2025 dengan sederet prestasi nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 9 Januari nanti, Provinsi Kalimantan Timur akan genap berusia 69 tahun. Angka ini menandakan kematangan sebuah wilayah administratif. Namun, jika kita menengok jauh ke belakang, napas kehidupan dan dinamika politik di <em>Benua Etam</em> sejatinya telah berdenyut jauh sebelum republik ini berdiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan tahun ini menjadi momentum tepat untuk memutar ulang pita sejarah. Bukan sekadar seremoni pergantian angka, melainkan upaya memahami bagaimana wilayah yang dulunya menjadi panggung diplomasi antarkerajaan dan kolonial ini, kini bertransformasi menjadi beranda depan negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Akar Sejarah: Diplomasi Banjar dan Makassar</strong> </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jauh sebelum ditetapkan sebagai provinsi lewat UU Nomor 25 Tahun 1956, wilayah Kaltim memiliki akar sejarah yang kompleks. <em>Hikayat Banjar</em> mencatat, daerah-daerah seperti Paser, Kutai, Berau, hingga Karasikan dulunya berada di bawah pengaruh hegemoni Kesultanan Banjar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interaksi antaretnis yang membentuk wajah multikultur Kaltim hari ini pun memiliki landasan historis yang kuat. Pada paruh pertama abad ke-17, terjadi diplomasi penting antara Sultan Banjar, Mustain Billah, dengan Kiai Martasura yang diutus ke Makassar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjanjian dagang pun terjalin dengan Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang (Mangkubumi Kerajaan Gowa-Tallo). Kesepakatan inilah yang membuka pintu gerbang bagi masyarakat Sulawesi Selatan untuk masuk dan berdagang di wilayah timur Kalimantan. Sebuah jejak akulturasi yang masih kita rasakan kental hingga hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, angin politik berubah di era kolonial. Lewat serangkaian traktat—mulai dari 1787, 1817, hingga 1826—kekuasaan atas wilayah ini perlahan beralih ke tangan Hindia Belanda. Puncaknya pada 1846, Belanda menempatkan Asisten Residen H. Von Dewall di Samarinda, menandai dimulainya sistem administrasi modern di Borneo Timur.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dinamika Wilayah: Bongkar Pasang Menuju Ideal</strong> </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pasca-kemerdekaan, Kaltim tidak langsung berdiri sendiri. Wilayah ini sempat menjadi bagian dari satu Provinsi Kalimantan. Namun, aspirasi rakyat menuntut otonomi agar pembangunan lebih fokus. Tuntutan itu terjawab pada 9 Januari 1957, tanggal keramat yang kita rayakan sekarang, saat Kaltim resmi menjadi provinsi dengan Gubernur pertamanya, A.P.T. Pranoto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak saat itu, peta Kaltim terus berubah mengikuti denyut kebutuhan zaman. Dari formasi awal berdasarkan UU No. 27 Tahun 1959 yang hanya terdiri dari dua Kotamadya (Samarinda, Balikpapan) dan empat Kabupaten (Kutai, Pasir, Berau, Bulungan), wilayah ini terus berkembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Era otonomi daerah pasca-1999 menjadi fase &#8220;ledakan&#8221; pemekaran. Lahirlah daerah-daerah otonom baru seperti Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat, hingga Penajam Paser Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ujian &#8220;kedewasaan&#8221; Kaltim terjadi pada 2012. Demi pemerataan pembangunan di utara, Kaltim harus rela melepas lima wilayahnya (Tarakan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, Bulungan) untuk melahirkan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Setahun berselang, lahirnya Kabupaten Mahakam Ulu pada 2013 menggenapkan formasi Kaltim menjadi <strong>10 Kabupaten/Kota</strong> seperti yang kita kenal hari ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Wajah Baru </strong>Masa Kini</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meski wilayahnya menyusut pasca-berpisahnya Kaltara, Kaltim justru membuktikan diri semakin lincah dan fokus. Menjelang usia ke-69, di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Rudy Mas&#8217;ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, provinsi ini menunjukkan bahwa efektivitas pemerintahan jauh lebih penting daripada sekadar luas wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2025 lalu menjadi saksi bisu transformasi tersebut. Tidak kurang dari <strong>16 penghargaan nasional</strong> diborong oleh Pemprov Kaltim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Capaian ini menjawab tantangan sejarah. Jika dulu Kaltim hanya dikenal sebagai wilayah dagang atau daerah taklukan, kini Kaltim adalah pemain utama dalam pembangunan nasional.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Sutami Award (Peringkat 1 Nasional)</strong> membuktikan infrastruktur Kaltim tak lagi &#8220;jalan di tempat&#8221;, melainkan yang terbaik di kelasnya.</li>



<li><strong>Indeks Ketahanan Pangan (Peringkat 2 Nasional)</strong> menjadi jaminan bahwa perut rakyat tetap aman di tengah lonjakan populasi akibat migrasi ke IKN.</li>



<li><strong>Digital Leadership Government</strong> menegaskan birokrasi <em>Benua Etam</em> sudah meninggalkan cara-cara konvensional warisan kolonial menuju era digital.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Refleksi 69 Tahun</strong> </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari catatan <em>Hikayat Banjar</em> hingga menjadi mitra strategis Ibu Kota Nusantara, Kaltim telah menempuh perjalanan panjang yang berliku. Sejarah bongkar pasang wilayah mengajarkan kita tentang adaptasi dan ketahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di usia ke-69 ini, dengan formasi 10 Kabupaten/Kota yang solid dan deretan prestasi di tangan, masyarakat menanti bukti nyata selanjutnya: Kaltim yang tidak hanya kaya dalam catatan sejarah, tetapi juga makmur dan berdaulat dalam realitas masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirgahayu ke-69, Kalimantan Timur!<strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/biaya-hidup-kaltim-resmi-runner-up-termahal-ri-cuma-beda-tipis-dari-jakarta/"> (ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/menuju-hut-ke-69-kaltim-ini-sejarah-panjang-di-balik-wajah-masa-kini-benua-etam/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/menuju-hut-ke-69-kaltim-ini-sejarah-panjang-di-balik-wajah-masa-kini-benua-etam/">Menuju HUT Ke-69 Kaltim, Ini Sejarah Panjang di Balik Wajah Masa Kini Benua Etam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Literasi Sejarah Lokal, Buku Historipedia Kalimantan Timur Resmi Diluncurkan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kuatkan-literasi-sejarah-lokal-buku-historipedia-kalimantan-timur-resmi-diluncurkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 12:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Sejarah Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Buku Historipedia Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Sarip]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=28058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buku Historipedia Kalimantan Timur dari Kudungga, Samarinda, hingga Ibu Kota Nusantara karya Muhammad Sarip dan Nanda Puspita Sheilla. Lahir dari keresahan atas kurangnya bahan baca dan ajar soal sejarah Bumi Etam, sedari level sekolah. Gedung Prof Masjaya, Universitas Mulawarman menjadi saksi atas terbitnya buku dengan muatan sejarah lokal yang kental. Berjudul Historipedia Kalimantan Timur dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kuatkan-literasi-sejarah-lokal-buku-historipedia-kalimantan-timur-resmi-diluncurkan/">Kuatkan Literasi Sejarah Lokal, Buku Historipedia Kalimantan Timur Resmi Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Buku <em>Historipedia Kalimantan Timur dari Kudungga, Samarinda, hingga Ibu Kota Nusantara</em> karya Muhammad Sarip dan Nanda Puspita Sheilla. Lahir dari keresahan atas kurangnya bahan baca dan ajar soal sejarah Bumi Etam, sedari level sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gedung Prof Masjaya, Universitas Mulawarman menjadi saksi atas terbitnya buku dengan muatan sejarah lokal yang kental. Berjudul <em>Historipedia Kalimantan Timur dari Kudungga, Samarinda, hingga Ibu Kota Nusantara.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran buku karya Sarip dan Nanda ini berlangsung pada Selasa, 23 Januari 2024. Dirangkaikan dengan acara diskusi buku tersebut, yang dinarasumberi oleh kedua penulisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muhammad Sarip yang berstatus sejarawan publik asal Samarinda. Mengungkapkan bahwa hal yang melatarbelakangi penulisan buku ini ialah minimnya bahan literasi sejarah Kaltim. Bahkan di level sekolah di Bumi Etam. Padahal, provinsi ini memiliki sejarah yang panjang dan tidak kalah kompleks. Dengan sejarah-sejarah Indonesia yang dominan menceritakan peristiwa di Pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk Sarip, ini adalah buku ke-12-nya, selama berkecimpung di dunia kepenulisan sejarah. Ia mengungkapkan, ‘anak’ barunya ini berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Karena lebih fleksibel dan bersifat ensiklopedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Buku ini sifatnya kumpulan narasi-narasi populer yang sifatnya pengetahuan dasar,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Sarip, buku ini mengumpulkan berbagai informasi dan pengetahuan bidang sejarah dalam lokalitas Kaltim. Yang terbagi dalam empat kategori, yakni peristiwa umum, histori Kota Samarinda, histori Ibu Kota Nusantara, dan profil tokoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Bagi yang ingin mendalami sejarah Kalimantan Timur, bisa membaca buku-buku saya sebelumnya yang lebih detail. Buku ini lebih ke rangkuman,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, proses pembuatan buku <em>Historipedia Kalimantan Timur dari Kudungga, Samarinda, hingga Ibu Kota Nusantara. </em>Kata Sarip, hanya memakan waktu berkisar 3 bulan. Dengan keterlibatan aktif tandemnya yang merupakan pegiat literasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sarip dan Nanda memang cukup sering tampil bersama dalam forum sejarah sejak 2023. Dan buku ini lahir atas keinginan keduanya membuat produk literasi sejarah lokal, yang dapat diterima oleh semua kalangan dan usia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami juga akan membuat edisi kedua dari <em>Historipedia Kalimantan Timur</em>,&#8221; pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jelajahi lebih banyak karya Muhammad Sarip melalui laman <a href="https://www.sejarahkaltim.com/search/label/Buku">INI. </a></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://kaltimfaktual.co/sudah-ganti-direksi-dan-pelatih-persiba-balikpapan-tetap-otw-liga-3/">(dmy/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kuatkan-literasi-sejarah-lokal-buku-historipedia-kalimantan-timur-resmi-diluncurkan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kuatkan-literasi-sejarah-lokal-buku-historipedia-kalimantan-timur-resmi-diluncurkan/">Kuatkan Literasi Sejarah Lokal, Buku Historipedia Kalimantan Timur Resmi Diluncurkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Sejarah, Perwakilan Pelajar se-Kaltim Ikuti Gerakan Sekolah Masuk Museum di Berau</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kenalkan-sejarah-perwakilan-pelajar-se-kaltim-ikuti-gerakan-sekolah-masuk-museum-di-berau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 04:50:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERAU]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DISKOMINFO KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[museum berau]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah masuk museum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=12875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jangan lupakan sejarah. Begitu pesan proklamator republik ini. Jadi filosofi Pemprov melalui Disdikbud Kaltim mengingatkan generasi pelajar Kaltim. Melalui program Gerakan Sekolah Masuk Museum. Diharapkan, dapat menumbuhkan karakter nasionalisme pada generasi muda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim melaksanakan kegiatan Gerakan Sekolah Masuk Museum se-Kalimantan Timur. Giat ini pertama kalinya digelar di Berau, 19-22 Maret [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kenalkan-sejarah-perwakilan-pelajar-se-kaltim-ikuti-gerakan-sekolah-masuk-museum-di-berau/">Kenalkan Sejarah, Perwakilan Pelajar se-Kaltim Ikuti Gerakan Sekolah Masuk Museum di Berau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Jangan lupakan sejarah. Begitu pesan proklamator republik ini. Jadi filosofi Pemprov melalui <a href="https://web.disdikbud.kaltimprov.go.id/">Disdikbud Kaltim</a> mengingatkan generasi pelajar Kaltim. Melalui program Gerakan Sekolah Masuk <a href="https://kaltimfaktual.co/pemprov-kaltim-gelar-pasar-murah-di-samarinda-dan-kukar-cek-tanggal-dan-lokasinya/">Museum</a>. Diharapkan, dapat menumbuhkan karakter nasionalisme pada generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim melaksanakan kegiatan Gerakan Sekolah Masuk Museum se-Kalimantan Timur. Giat ini pertama kalinya digelar di Berau, 19-22 Maret 2023. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Diikuti oleh 78 pelajar perwakilan sekolah se-Kaltim. Mereka mengunjungi 3 museum di Berau. Yakni Keraton Sambaliung, Museum Batiwakal, Museum Siraja. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mewakili Kepala Disdikbud Kaltim, Kepala Cabang 6 Wilayah Berau Juanita Sari mengatakan. Program kegiatan sekolah masuk museum merupakan kegiatan berkelanjutan. Yang ditunjukan bagi generasi muda milenial Kaltim. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar bisa lebih mengenal kebudayaan dan semangat patriotisme. Maka pengenalan museum kepada generasi muda harus dilakukan. Selain menghidupkan nilai-nilai yang telah diwariskan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dari kegiatan kepada generasi muda ini, kita harap tidak menghilangkan budaya-budaya di daerah kita masing-masing, khususnya di Kalimantan Timur,&#8221; jelasnya.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Budaya di Kaltim tidak sedikit. Ada 3 kerajaan di Kaltim yakni di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Paser. Diharapkan para peserta ini menjadi ujung tombak, terhadap teman-teman sebayanya dalam mengenalkan sejarah dan budaya Kaltim. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kebudayaan itu patut kita cintai dan kita banggakan, siapa lagi jika bukan kita. Adik-adik menjadi orang-orang pilihan dari sekolah masing-masing,” tutur Juanita.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kaltim sekaligus Ketua Panitia Robiana bilang. Bahwa program ini tak hanya mengunjungi museum saja. Melainkan dirangkai juga dengan aneka lomba. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari lomba cerdas cermat, musikalisasi puisi, dan pemandu museum. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Robiana menyebutkan ada 324 peserta. Setelah seleksi, diperoleh 74 Peserta yang masuk babak final dengan rincian peserta cerdas cermat 27 orang, musikalisasi puisi 30 orang, dan 17 Peserta Pemandu Museum beserta guru pendamping.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tujuan kegiatan ini ialah menyosialisasikan peran dan fungsi museum bagi dunia pendidikan. Museum merupakan aset sejarah budaya yang memiliki potensi untuk dijadikan media menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda,” tutur Robiana.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia mengatakan, dengan tema museum sebagai media pendidikan menuju pelajar yang berkarakter, kenal, dan mencintai sejarah, diharapkan para pelajar dapat mengenal museum lebih mendalam. Terlebih dapat menfaatkan museum sebagai pembelajaran di sekolah. <strong>(Nop/DisdikbudKaltim/am)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size wp-block-paragraph"><strong><a href="https://diskominfo.kaltimprov.go.id/portal" data-type="URL" data-id="https://diskominfo.kaltimprov.go.id/portal">ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kenalkan-sejarah-perwakilan-pelajar-se-kaltim-ikuti-gerakan-sekolah-masuk-museum-di-berau/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kenalkan-sejarah-perwakilan-pelajar-se-kaltim-ikuti-gerakan-sekolah-masuk-museum-di-berau/">Kenalkan Sejarah, Perwakilan Pelajar se-Kaltim Ikuti Gerakan Sekolah Masuk Museum di Berau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
