<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tunjangan Guru Samarinda Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/tunjangan-guru-samarinda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/tunjangan-guru-samarinda/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2022 19:36:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Tunjangan Guru Samarinda Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/tunjangan-guru-samarinda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>(LIPSUS) Mengintip Dompet Guru; Profesi yang Menentukan Masa Depan Bangsa</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/lipsus-mengintip-dompet-guru-profesi-yang-menentukan-masa-depan-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 06:58:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KHUSUS]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[insentif guru samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Susilo]]></category>
		<category><![CDATA[Rusman Yakub]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Guru Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=7223</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Saya yang belum menikah saja, tidak cukup. Apalagi yang (sudah) menikah ?&#8221; Agus Muhammad Iqro, guru ASN di Samarinda. Berkata demikian. Sebegitu belum sejahteranyakah tenaga pendidik di Kota Pusat Peradaban? Ada peraturan dasar dalam dunia rescue. Sebelum menolong orang lain, kita harus dalam kondisi aman terlebih dahulu. Jika menarik korelasi dari prinsip itu. Apakah guru [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/lipsus-mengintip-dompet-guru-profesi-yang-menentukan-masa-depan-bangsa/">(LIPSUS) Mengintip Dompet Guru; Profesi yang Menentukan Masa Depan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>&#8220;Saya yang belum menikah saja, tidak cukup. Apalagi yang (sudah) menikah ?&#8221; Agus Muhammad Iqro, guru ASN di Samarinda. Berkata demikian. Sebegitu belum sejahteranyakah tenaga pendidik di Kota Pusat Peradaban?</em></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ada peraturan dasar dalam dunia <em>rescue. </em>Sebelum menolong orang lain, kita harus dalam kondisi aman terlebih dahulu. Jika menarik korelasi dari prinsip itu. Apakah guru harus dalam kondisi sejahtera, minimal kenyang dulu. Sebelum mencerdaskan anak bangsa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sebagian pengajar bertipe Oemar Bakrie, uang bukanlah segalanya.&nbsp; Melihat senyum siswanya. Melihat antusias anak asuhnya dalam menuntut ilmu. Sudah membuat mereka ‘kenyang’ dan puas. Namun apakah semua guru harus seperti Oemar Bakrie? Apakah profesi ini hanya dianggap mulia jika mereka bisa bekerja dengan baik walau lapar? Apakah tenaga pengajar tidak boleh mencicipi rasanya ‘hidup cukup’ layaknya profesi lainnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbincangan <em>Kaltim Faktual </em>dengan beberapa sosok ini. Harusnya bisa menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agus Muhammad Iqro mengajar di salah satu SMP negeri di Samarinda. Statusnya PNS. Belum berkeluarga. Tinggal di indekos karena belum memiliki rumah. Makan, cuci baju, dan tidur sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menceritakan seberapa pentingnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Untuknya, dan rekan seprofesinya. Menerima gaji bulanan di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Iqro bilang, <em>boro-boro </em>nabung. Mengongkosi kehidupan sehari-hari saja, kadang cukup, kadang kurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Gaji saya Rp2,6 juta, secara UMK saja nggak. Padahal saya PNS. Kalau dibanding dengan guru provinsi, mereka hitungannya yang setara dengan golongan saya ditambah TPP ya jauh beda. Bisa Rp3 jutaan lebih.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tamsil (tambahan penghasilan) yang Rp250 ribu cairnya 3 bulan sekali. Yang insentif Rp700 ribu, itu belum dipotong infaq dan pajak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasinya semakin sulit ketika harga BBM naik. Diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Hingga yang paling menyesakkan baginya, adalah kehadiran Surat Edaran Sekretariat Daerah Kota Samarinda Nomor 420/9128/100.01 tentang Penyelerasan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara poin yang mengagetkan Iqro. Ialah guru ASN yang mendapatkan Tunjangan Profesi guru (TPG). Tidak boleh lagi menerima insentif atau apapun namanya karena sifatnya sama, yaitu tambahan penghasilan di luar gaji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Padahal kalau ada TPP, itu sangat membantu saya dalam mencukupi kehidupan sehari-hari,&#8221; lirihnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">*</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dyah Ayu Wijaya, yang juga sebagai guru ASN. Seperti kebanyakan wanita. Memiliki perhitungan finansial yang lebih terencana. Dan yang bisa Dyah katakana untuk kondisinya saat ini adalah. Gaji yang dia dapatkan tidak bisa dibuat untuk investasi jangka panjang. Bisa menabung bulanan saja sudah syukur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau dia mengaku sudah mengelola gajinya dengan sangat ketat. Tetap saja, uang sejumlah itu hanya habis untuk mengisi perut saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kan gini ya, Mbak. Gaji guru ini konsepnya hitungan per jam. Kalau sekolahnya besar dan jumlah jam ajar guru itu 36 jam, maka bisa dapat Rp2,1 juta sampai Rp2,6 juta. Tapi kalau sekolahnya kecil, ya enggak semua guru mendapatkan jam sama.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Insentif yang Rp700 ribu itu juga kan tidak ada perubahan sejak 10 tahun. Padahal harga kebutuhan atau kebutuhan yang sekarang enggak bisa dibandingkan dengan (10) tahun sebelumnya,&#8221; papar Dyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan Iqro dan Dyah serupa. Para petinggi bisa memutuskan kebijakan yang bijak. Baik untuk keuangan daerah, baik pula untuk nasib para tenaga pendidik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, masa depan bangsa, di antaranya tergantung pada guru. Makin berkualitas pendidikan, makin tinggi pula kualitas sumber daya manusianya. Fakta bahwa tugas mengajar sekaligus mendidik bukan hal yang mudah. Mestinya dipandang sebagai pertimbangan. Bahwa jangan sampai ada guru yang sakit kepala karena belum sarapan saat mengajar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Guru Berhak Menuntut Kesejahteraannya</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Susilo memiliki pandangan terhadap isu yang sedang beredar. Menurutnya, wajar jika para guru menuntut haknya. Mengingat sosok guru sangat penting bagi pembangunan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Guru ini kan bagian dari komponen bangsa yang berkontribusi dalam pembangunan masa depan anak. Apapun statusnya guru, dia berhak mendapatkan kesejahteraan yang sesuai aturan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Guru juga memiliki tugas yang berat. Guru mempelajari sesuatu (dalam kurun waktu) yang lama, mengajarkan ilmu ke anak yang sekarang dan mempersiapkan anak untuk yang akan datang,” kata Susilo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guru, ujar Susilo, memiliki tantangan yang semakin berat. Perkembangan zaman membuat kompleksitas kehidupan meningkat. Pertama, para pengajar <em>kudu </em>menyelaraskan dirinya dalam era serba cepat dan praktis seperti sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan berikutnya, adalah menyiapkan generasi masa depan yang lebih tangguh. Generasi yang tidak bisa dikalahkan oleh kemajuan zaman sekalipun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait polemik tunjangan guru di Samarinda. Menurutnya, lebih karena kebanyakan regulasi. Aturan Kemendikbudristek RI, Kemendagri, sampai BKN. Yang kadang saling berbenturan. Sehingga menyandera kesejahteraan tenaga pengajar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang penting di masa-masa ini. Adalah pemerintah daerah mampu mencari celah untuk membuat <em>win win solution. </em>Secara komprehensif dan kebijakan yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi pemerintah dan guru harus ada harmonisasi bersama, diskusi bersama yang mengedepankan rasionalitas dibandingkan emosionalitas. Kedua pihak harus mengetahui aturan-aturan yang menjadi dasar agar mendapatkan celahnya,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap agar Pemkot Samarinda bersama seluruh guru bisa mencapai mufakat. Hasil akhir yang diharapkan tentunya, pemkot bisa memenuhi tuntutan para guru sesuai dengan kemampuan keuangan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tetap Utamakan Kinerja</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal yang dikhawatirkan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya&#8217;qub. Terhadap perjuangan para guru di Samarinda. Yakni, hasil akhir polemik berpengaruh pada kualitas kinerja tenaga pengajar di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begini, tidak semua perjuangan berakhir dengan kemenangan. Ada kalanya sebuah perjuangan tidak berakhir sesuai rencana. Rusman belum tahu bagaimana akhir dari polemik tunjangan ini. Dan bukan dia ingin menggembosi semangat para tenaga pendidik itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun akan lebih baik memiliki sikap siap menang dan siap kalah sebelum masuk ke arena juang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menganggap, guru adalah sosok yang penting bagi masa depan negara maupun daerah. Seharusnya pemerintah bisa mensejahterakan sosok penting ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kalau tanya insentif, saya katakan janganlah. Jangankan dihapus, dipotong saja jangan. Kalau bisa ditambah, karena menjadi penentu masa depan sumber daya manusia kita seperti apa,&#8221; terangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tuntutan mereka tidak terkabul. Rusman berharap para guru tetap ikhlas berpegang teguh menjalankan amanahnya sebagai pembimbing generasi bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, jika tuntutan mereka terpenuhi. Rusman juga berharap para guru bisa lebih meningkatkan performa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi jangan menuntut saja, tetapi kinerjanya harus bagus. Saya kira itu paling penting. Tujuan kita satu, bagaimana SDM Kaltim di depan lebih baik,&#8221; pungkasnya. (*)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Penulis: <a href="https://kaltimfaktual.co/polemik-tunjangan-guru-samarinda-pemkot-salah-kaprah-dan-tidak-konsisten/">D. H Styaningsih</a></em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Penyunting: <a href="https://web.facebook.com/ahmadagustebe.arifin/">Ahmad A. Arifin</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/lipsus-mengintip-dompet-guru-profesi-yang-menentukan-masa-depan-bangsa/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/lipsus-mengintip-dompet-guru-profesi-yang-menentukan-masa-depan-bangsa/">(LIPSUS) Mengintip Dompet Guru; Profesi yang Menentukan Masa Depan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Tunjangan Guru Samarinda, Pemkot Salah Kaprah dan Tidak Konsisten?</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/polemik-tunjangan-guru-samarinda-pemkot-salah-kaprah-dan-tidak-konsisten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 05:43:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[LIPUTAN KHUSUS]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[ANDI HARUN]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Herdiansyah Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Insentif Guru Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[insentif guru samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemotongan Insentif Guru Honorer Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[TPP]]></category>
		<category><![CDATA[TPP Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Guru Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=7220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polemik tunjangan guru Samarinda belum mereda. Wali Kota Samarinda Andi Harun teguh pada peraturan yang dia anggap lebih kuat. Sementara akademisi UNS Surakarta dan Universitas Mulawarman menyarankan langkah berbeda. Terus melebarnya polemik tunjangan guru Samarinda dikarenakan perbedaan persepsi antara tenaga pendidik dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Terkait regulasi dasar pemberian tambahan penghasilan (Tamsil) bagi guru. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/polemik-tunjangan-guru-samarinda-pemkot-salah-kaprah-dan-tidak-konsisten/">Polemik Tunjangan Guru Samarinda, Pemkot Salah Kaprah dan Tidak Konsisten?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Polemik <a href="https://kaltimfaktual.co/disentil-ditjen-soal-tpp-guru-andi-harun-kami-tidak-memiliki-anggaran/">tunjangan guru Samarinda</a> belum mereda. Wali Kota Samarinda Andi Harun teguh pada peraturan yang dia anggap lebih kuat. Sementara akademisi UNS Surakarta dan Universitas Mulawarman menyarankan langkah berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terus melebarnya polemik tunjangan guru Samarinda dikarenakan perbedaan persepsi antara tenaga pendidik dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Terkait regulasi dasar pemberian tambahan penghasilan (Tamsil) bagi guru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu PP Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 58 ayat 3, pemberian Tamsil kepada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah berpedoman pada peraturan. Artinya, mereka berhak mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan Pemkot Samarinda mengacu Permendikbudristek Nomor 4 Tahun 2022. Yang salah satu klausanya adalah guru ASN yang mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak boleh menerima insentif atau apapun namanya. Karena sifatnya sama, yaitu Tamsil di luar gaji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibarat benang kusut, polemik ini tidak akan menemui ujung penyelesaian. Jika antara pemkot dan guru tidak memiliki kesamaan pemahaman terkait regulasi dasar pemberian tunjangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>SE dan Penjelasan Dirjen GTK</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Usut punya usut, problematika serupa ternyata bukan hanya terjadi di Samarinda saja. Hal ini diketahui dari tanggapan para guru dari berbagai daerah di Nusantara. Usai terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor 6909/B/GT.01.01/2022 tentang pemberian TPP dan TPG, yang diteken Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek RI Prof Nunuk Suryani tertanggal 6 Oktober 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam SE tersebut dijelaskan secara gamblang mengenai aturan dan skema pemberian TPG dan Tamsil bagi guru ASN daerah serta TPP ASN daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Skema tentang tunjangan profesi guru (TPG), Tamsil, bagi guru ASN daerah dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua hari berselang, Nunuk Suryani mengunggah penjelasan SE tersebut. Secara lebih ringkas melalui sebuah infografis. Ditujukan pada seluruh kepala daerah di Indonesia, spesifik ke wali kota Samarinda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam infografis yang dia beri tajuk “Surat Edaran Pemkot Samarinda Soal Tunjangan Buat Guru Jadi Demo. Jangan Salah Kaprah, Ini Faktanya!” itu, dijelaskan bahwa tunjangan untuk guru itu dibagi menjadi dua kategori.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, melalui APBN seperti yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 4 Tahun 2022. Mencakup TPP, Tamsil, dan Tunjangan Khusus Guru (TKG).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, pemberian TPP melalui APBD, dengan menyesuaikan peraturan dari Kemendagri. Nunuk lantas menebalkan 2 poin utama lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, Permendikbudristek Nomor 4 Tahun 2022 tidak melarang pemberian tambahan penghasilan melalui skema APBD kepada guru yang sudah menerima tunjangan dari skema APBN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, semisal guru yang sudah menerima TPG (APBN), maka diperbolehkan menerima insentif dari pemda seperti TPP (APBD).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sentuhan terakhir, Nunuk yang juga akademisi Universitas Sebelas Maret Surakarta itu membuat caption berbunyi. &#8220;Kepada para kepala daerah, khususnya Pemkot Samarinda, semoga bisa membantu dalam pengambilan keputusan yang berpihak pada guru.”</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Respons Andi Harun</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Samarinda Andi Harun tak bergeming sama sekali dengan SE dari Dirjen GTK tersebut. Dia tetap berpegang teguh dengan Permendikbudristek Nomor 4/2022 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru ASN di Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota Bab 4 Pasal 10 Ayat 1.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andi juga mengacu Permendagri Nomor 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2023. Ada menyebutkan bahwa antara TPP dan Tamsil dikategorikan sama sebagai tambahan penghasilan. Namun, di SE tersebut berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sekarang lebih kuat mana? Permendagri atau SE itu? SE itu bersifat internal. Kalau Permendagri mengikat pemerintah daerah,&#8221;katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Pemkot Samarinda telah mencoba memproyeksikan alokasi anggaran untuk guru apabila Perwali Nomor 5/2022 tersebut direvisi. Jumlah guru sebanyak 3.046 orang dan jumlah pengawas sekolah sebanyak 45 orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Estimasi perhitungan besaran TPP per bulannya jika digabungkan antara guru dan pengawas sekolah di seluruh tingkatan. Maka pemkot kudu mengeluarkan Rp24 miliar per bulannya. Jika dikali 12 bulan, maka dalam 1 tahun Pemkot harus menggelontorkan uang sekitar Rp280 miliar. Angka tersebut dinilai wali kota terlampau tinggi, mengingat PAD Samarinda hanya Rp600 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kita asumsikan saja TPP itu boleh, masalahnya adalah kami tidak memiliki kemampuan anggaran. Ruang kapasitas fiskal kami belum mampu dan tidak ada satupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang menerapkan hal seperti ini. Hampir tidak ada, provinsi pun tidak ada.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Itu yang saya maksud kapasitas fiskal, kemampuan keuangan APBD kami. Kalau perwali direvisi, berarti kan kami wajib memberikan. Kalau kemampuan kami tidak bisa, maka itu jadi bumerang. Apa yang mau kami kasih kalau uangnya tidak cukup,&#8221; papar Andi, Jumat (7/10/2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penjelasan ini, Andi menyatakan bahwa SE tersebut tidak bisa membatalkan peraturan menteri. Dia pun akan mengirimkan surat balasan kepada Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kemungkinan Senin atau Selasa mendatang, kami akan memberikan tanggapan terhadap surat ini ke yang mengeluarkannya,&#8221; pungkasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengamat Hukum Buka Suara</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bak pingpong, kini giliran pengamat hukum sekaligus akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah yang memberi tanggapan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Castro –sapaannya&#8211;, meskipun memang benar SE itu bukan peraturan (regeling) yang mengikat secara umum, tetapi merupakan peraturan kebijakan (beleidregel) yang punya daya ikat secara internal.<br>SE umumnya memuat petunjuk dan penjelasan tentang hal-hal yang harus dilakukan berdasarkan peraturan yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi yang ingin digarisbawahi oleh Castro adalah, bukan mana yang lebih kuat posisinya antara SE dan Permen. Namun lebih ke isi dari SE, yang tak lain berisi penjelasan lebih rinci dari Permen yang dimaksud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi jangan terfokus dengan bentuk dan sifat SE itu. Tetapi fokuslah dengan isi dan substansinya. Seperti handphone, yang penting itu isi jeroannya, bukan casing-nya.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Oleh karena itu, kalau wali kota peduli dan mau mendengar, harusnya taat terhadap isi dan penjelasan SE itu.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Untuk kepentingan warganya, wali kota tidak boleh tebal telinga alias bersikeras begitu. Demi kebaikan warganya, egonya harus dikesampingkan. Itu baru wali kota yang responsif dan punya sense atas persoalan warganya,&#8221; jelas Castro, Ahad (9/10/2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Castro juga menyoroti salah satu regulasi yang menjadi ujung tanduk dalam polemik guru dan Pemkot Samarinda itu. Yakni Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah. Di Pasal 9 bagian h, TPP tidak diberikan kepada pegawai yang menjabat sebagai guru atau pengawas sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Wali kota juga tampak tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri. Dulu menyebut TPP tidak diberikan kepada guru karena perintah Perwali 5/202.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Padahal perwali itu kan dibuat wali kota, yang kalau memang dia punya kepedulian, dia bisa mengubah perwali tersebut, bahkan dalam satu malam,&#8221; sambungnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih soal perwali, lanjut Castro, wali kota menjadikan status &#8220;fungsional&#8221; sebagai alasan mengapa guru tidak diberikan TPP. Terakhir, pasca-SE yang dikeluarkan Dirjen GTK, Andi Harun mengubah alasannya dengan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai kambing hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena berbagai alasan itu, Casto menilai wali kota memang tidak memiliki dasar memadai untuk tidak memberikan TPP kepada para guru. Terkesan hanya cenderung mencari-cari alasan yang menurut Castro, tidak bisa diterima nalar publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Castro berharap agar Andi Harun berbesar hati untuk menerima kritik dan masukan, serta segera memperbaiki kesalahannya. &#8220;Itu jauh lebih menunjukkan jiwa pemimpin yang sesungguhnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(ng/dra)</strong></p>



<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/ClD21AtJBib/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/ClD21AtJBib/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank" rel="noopener"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">Lihat postingan ini di Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/ClD21AtJBib/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank" rel="noopener">Sebuah kiriman dibagikan oleh Kaltim Faktual (@kaltimfaktual.co)</a></p></div></blockquote> <script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/polemik-tunjangan-guru-samarinda-pemkot-salah-kaprah-dan-tidak-konsisten/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/polemik-tunjangan-guru-samarinda-pemkot-salah-kaprah-dan-tidak-konsisten/">Polemik Tunjangan Guru Samarinda, Pemkot Salah Kaprah dan Tidak Konsisten?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
