SAMARINDA
Tanggapan Andi Harun Soal Penyegelan Lahan Pemprov untuk Terowongan
Wali Kota Samarinda Andi Harun merasa bingung soal penyegelan yang dilakukan oleh pemprov di lahan RSI. Sebab PJ Gubernur sudah memberikan persetujuan secara lisan.
Proyek Terowongan Samarinda sedang dikebut. Agar pembangunan yang dirancang untuk memecah kemacetan di kawasan Sungai Dama itu, dapat selesai pada Oktober tahun ini.
Beberapa kendala mengiringi proyek ini, khususnya di kawasan Jalan Kakap. Pasalnya pemkot harus memakai aset warga dan Rumah Sakit Islam (RSI) milik pemprov. Untuk membuat aksesibilitas ke terowongan.
Proses ganti rugi lahan warga Kakap sempat berkepanjangan. Namun beberapa hari lalu sudah selesai. Pekan depan, para warga terdampak sudah harus mengosongkan lahannya.
Sementara pemakaian lahan pemprov justru penuh drama. Awalnya permintaan sebagian aset RSI ditolak pemprov karena tidak termaktub dalam DED proyek. Lalu Pj Gubernur Akmal Malik turun tangan, dan memberikan persetujuan lisan.
Ketika dibongkar, pemprov melakukan penyegelan. Karena menganggap pemkot belum menyelesaikan proses administrasinya.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghentikan sementara kegiatan pembongkaran pagar dan bangunan Rumah Sakit Islam karena tidak melalui prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kalimat yang tertulis di spanduk yang terpasang di area pembongkaran.
Dalam keterangan resminya, pemprov kembali menyinggung soal perencanaan terowongan. Yang di awal tidak memasukkan aset RSI sebagai kawasan terdampak.
Respons Andi Harun
Terpisah, Wali Kota Andi Harun mengaku bingung dengan penyegelan ini. Menurutnya, setelah mendapat persetujuan lisan dari Pj Gubernur. Seharusnya tidak ada lagi masalah. Ia lantas mempertanyakan tulisan pada spanduk penyegelan.
“Coba dijelaskan peraturan Undang-Undang berapa? Undang-Undang, Peraturan Perundang-Undangan apa, pasal berapa yang dilanggar? Ini kan eranya keterbukaan. Tidak boleh lagi ada yang ditutupi. Pasal berapa di undang-undang berapa yang kita langgar?,” jelas Andi Harun Minggu 21 Januari 2024.
Andi mendapat informasi kalau penyegelan itu dilakukan oleh Pemprov Kaltim melalui BPKAD. Sehingga menurutnya langkah itu tidaklah tepat.
“Saya nggak bisa bayangkan, kalau kayak saya misalnya di Samarinda sebagai wali kota telah memberikan izin terus kepala dinas saya melakukan itu menurut saya kurang pada tempatnya ya,” sambungnya.
Apalagi pembangunan terowongan itu sangat penting bagi masyarakat Samarinda. Mengingat kemacetan yang terjadi, bahkan telah memakan banyak korban kecelakaan lalu lintas. Menurut wali kota, itu seharusnya jadi pertimbangan sehingga tidak ada penolakan.
Lalu, sebagai sesama instansi pemerintahan. Andi bilang pemkot dan pemprov sejatinya satu lembaga bernama pemerintahan. Sehingga harusnya saling bersinergi dan saling mendukung. Utamanya yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Ditelepon Akmal Malik
Sebagai tindak lanjut, Andi Harun mengaku telah berbicara dengan Pj Gubernur via telepon. Di hari yang sama dengan penyegelan terjadi.
“Dan kemarin saya mendapat telepon dari Pak PJ Gubernur, saya besok diajak pasca Paripurna HUT di gedung DPRD (Senin, 22 Januari). Kami saling kontak dan bersama-sama Pak Pj Gubernur untuk turun ke lapangan. Ini inisiatif dari Pak PJ Gubernur.”
“Saya melakukan kontak dengan beliau per kemarin sore ya. Kurang lebih sekitar jam 05.00 sore untuk saya diminta mendampingi beliau turun bersama di area Jalan Kakap,” pungkasnya. (ens/dra)
-
OLAHRAGA3 hari agoJelang Lawan PSIM, Mauro Jeronimo Ingatkan Borneo FC Waspadai Perubahan Lawan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoSetelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Datang di Kaltim, Bagaimana Cuaca Hari Ini?
-
OLAHRAGA3 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
VIRAL4 hari agoKontroversi Raffi Ahmad dan Willie Salim Meluas, Artis Ikut Call Out hingga RANS Carnival Terdampak
-
OLAHRAGA4 hari agoBukan Sekadar Latihan, Ini yang Dimatangkan Borneo FC Sebelum Hadapi PSIM
-
OLAHRAGA3 hari agoDulu Akhir Pekan Identik Nongkrong, Sekarang Banyak Anak Muda Pilih Olahraga
-
NUSANTARA3 hari agoDari Konten ke Aksi Nyata, Kreator Kaltim Tanam 1.000 Pohon di Tahura Soeharto
-
VIRAL3 hari agoPolda Metro Minta Maaf, Raffi Klarifikasi, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Bukan Mahasiswa

