Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Tangguhnya Investasi di Tanah Etam, Terus Bertumbuh meski Diterjang Pandemi

Published

on

Tangguhnya Investasi di Tanah Etam, Terus Bertumbuh meski Diterjang Pandemi
Pertemuan Gubernur Kaltim Isran Noor (kanan) dengan Konjen Australia Makassar, 2019 silam. Dalam pertemuan ini Isran menegaskan Kaltim terbuka untuk investor PMA. (Foto: istimewa)

Ada hal yang patut dibanggakan bagi masyarakat Kaltim. Benua Etam, demikian julukan provinsi ini, terbilang tangguh menghadapi pandemi. Buktinya, investasi tetap tumbuh bahkan trennya makin membaik.

Sekira dua tahun lamanya perekonomian dunia diguncang masalah besar: pandemi. Virus mematikan yang menyebabkan penyakit bernama Covid-19 dari Tiongkok, sukses memprak-porandakan struktur ekonomi semua negara yang selama ini sudah dibangun demikian baik. Termasuk Indonesia.

Hebatnya, salah satu daerah yaitu Kaltim, mampu bertahan dan tetap memberikan kontribusi ekonomi bagi negara. Bukannya terjun bebas, investasi di bakal lokasi ibu kota negara (IKN) ini malah terus meningkat.

Isran Noor, pemimpin tertinggi di Kaltim mengklaim realisasi investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan tren yang tetap positif.

Sang Gubernur menyebut, hingga triwulan II tahun 2022 realisasi investasi di Kaltim tembus mencapai Rp27 triliun dari jumlah proyek 3.535 paket dengan jumlah tenaga kerja yang terserap 24.945 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari realisasi PMDN mencapai Rp19 triliun dari jumlah proyek 3.091 paket dengan penyerapan tenaga kerja 16.178 orang dan PMA Rp8 triliun dari jumlah proyek 444 paket dengan penyerapan tenaga kerja 8.767 orang.

“Alhamdulillah, kita masih bisa bangkit dengan realisasi investasi ini. Walau, dirasa kontribusi dari pusat ke daerah memang belum seberapa besar,” sebut Isran beberapa waktu silam.

Selanjutnya, target realisasi investasi tahun 2022 ditetapkan pencapaiannya sebesar Rp54 triliun. Pada triwulan II (April-Juni) tahun 2022 ini tercatat realisasi investasi mencapai angka Rp12,1 triliun. Rinciannya realisasi PMDN sebesar Rp8,83 triliun (917 proyek) dan realisasi PMA sebesar USD227,5 juta atau sebesar Rp3,26 triliun (173 proyek).

Baca juga:   Fraksi PAN Kaltim Soroti Pencabutan Perda tentang Pengelolaan Air Tanah

Sementara, bila melihat realisasi investasi pada 2021 sejak triwulan I-IV atau Januari-Desember 2021, yaitu PMDN realisasi investasi Rp30.297.382.200.000 dari jumlah proyek atau paket 9.291 dengan tenaga kerja yang terserap 5.790 orang.

Sedangkan PMA realisasi investasi Rp10.879.776.920.000 dari jumlah proyek 1.034 paket dengan tenaga kerja yang terserap 21.615 orang. Dari kedua realisasi tersebut, total realisasi investasi sejak triwulan I-IV mencapai Rp41.177.159.120.000 dari total proyek yg dilaksanakan 10.325 paket dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 27.405 orang.

Karenanya, dari jumlah realisasi investasi sejak triwulan I-II baru mencapai Rp27 triliun, diyakini bisa meningkat sampai akhir Desember atau triwulan IV.

“Kita berusaha bisa tercapai di akhir tahun. Karena saat ini, kurang lebih 40 persen sudah realisasi tersebut tercapai,” terang Isran.

Dilihat berdasarkan sektor usaha, sambungnya, realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan triwulan II tahun 2022 menunjukkan subsektor pertambangan mengalami penambahan investasi terbesar. Yaitu mencapai Rp3,76 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha yaitu sebesar 42,61%.

Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebagai kontributor kedua mencapai Rp2,11 triliun atau 23,90%. Industri makanan kontributor ketiga mencapai Rp1,16 triliun atau 13,21%.

Secara keseluruhan ada sekira 20 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada triwulan II tahun 2022. Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor pertambangan yang menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 1.908 orang atau 36,90% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMDN.

Selanjutnya subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.320 orang atau 25,23% dari total seluruh tenaga kerja Indonesia yang terserap. Subsektor jasa lainnya menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 807 orang atau 15,61%.

Baca juga:   Bawa Bendera APPSI, Isran Noor Kukuh Perjuangkan Nasib Honorer

Sementara, realisasi PMA pada triwulan II tahun 2022 mencapai USD 227,5 juta atau sebesar Rp3,26 triliun, dengan sebaran yang berada di 10 kabupaten/kota.

Kutai Timur (Kutim) memberikan kontribusi paling siginifikan senilai USD 102,22 juta atau sebesar Rp1,46 triliun (44,93% dari total realisasi PMA), terdiri atas 30 proyek PMA. Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi kontributor kedua yaitu mencapai USD 35,00 juta atau sebesar Rp502,34 miliar (15,39%).
Sedangkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) merupakan kontributor ketiga yaitu sebesar US$ 26,66 juta atau sebesar Rp382,62 miliar (11,72%).

Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia paling besar terdapat di Kukar yaitu sebanyak 3.846 orang. Disusul Kutim sebanyak 1.019 orang dan Berau 627 orang. Total penyerapan tenaga kerja asing sebanyak 161 orang. Total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan Asing selama periode triwulan II ini sebanyak 6.548 orang.

“Kita bersyukur, meski pandemi terjadi, tapi realisasi investasi masih tetap berjalan, termasuk investasi asing,” urai Isran.

Mantan Bupati Kutim itu membeberkan, realisasi PMA berdasarkan sektor usaha, pertambangan mendapat tambahan investasi terbesar yaitu USD 97,27 juta (Rp1,39 triliun) atau sebesar 42,76% dari keseluruhan realisasi PMA.

Subsektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar bagi investasi di wilayah ini adalah tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yaitu sebesar USD 46,44 juta (Rp666,51 miliar) atau 20,42% dan subsektor industri makanan sebesar USD 29,54 juta (Rp424,03 miliar) atau 12,99%.

Masuk Lima Besar Nasional

Baca juga:   Demi Iklim Pembangunan Kondusif, ASN Kaltim Diminta Jaga Netralitas
Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto. (Foto: Diskominfo Kaltim)

Segala pencapaian tersebut rupanya membawa Kaltim masuk ke dalam lima besar nasional dalam hal PMDN di 2021. Kenaikan investasi pada 2021 yang mencapai Rp41,17 triliun, berimbas pada kenaikan posisi Kaltim di kancah nasional.

“Alhamdulillah kita bersyukur di tahun 2021, PMDN kita masuk peringkat lima nasional. Memang triwulan dua pada saat itu, kami concern, bagaimana memaksimalkan Dalak (Pengendalian dan Pelaksanaan, Red.) penanaman invetasi di daerah,” urai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto.

Diakui, beberapa strategi telah dilakukan. Mulai dari membangun komunikasi antara perusahaan-perusahaan dengan tim DPMPTSP provinsi dan kabupaten/kota.

Puguh menyebut, kinerja yang dibangun itu sudah membuahkan hasil yang signifikan. Dampaknya dalam pelaporan pun bisa mencapai hasil investasi di 2021.

“Tim kami dari bidang Dalak telah melaksanakan inovasi Smart LKPM, dan hasilnya cukup signifikan untuk realisasi investasi,” ungkapnya.

Meski masuk lima besar PMDN, Puguh mengaku pihaknya tidak terlena. Malahan terus menggerakkan strategi supaya di akhir 2022 ini mampu naik peringkat. Bukan hanya PMDN, melainkan juga PMA, supaya masuk sepuluh besar nasional.

“Semoga bisa naik peringkatnya, baik PMDN maupun PMA lagi di tahun 2022 ini,” sambungnya.

Landainya kasus Covid-19 diharapkan Puguh bisa memberikan dampak positif pada realisasi investasi Kaltim. Di sisi lain, proses pembangunan IKN di Kaltim bakal menjadi pemicu bagi akselerasi beberapa investasi, khususnya di sektor konstruksi.

“Termasuk melakukan upaya-upaya peningkatan investasi dengan mengeksplorasi potensi baru yang ada di Kaltim,” tegas Puguh. (redaksi/ADV DISKOMINFO KALTIM)

PENULIS: Lukman

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.