Connect with us

SAMARINDA

Target Tuntas 31 Desember, Renovasi Eksterior GOR Segiri Kemungkinan Molor 2 Minggu

Published

on

renovasi
Penampakan GOR Segiri yang baru sudah terlihat meski proyek belum rampung. (Nisa/Kaltim Faktual)

Renovasi Gor Segiri untuk bagian luar ditargetkan selesai pada tahun ini. Namun karena beberapa kendala, kontraktor tak menampik ada kemungkinan molor. Walau tak lama. Karena sejauh ini progresnya sudah lebih 90 persen.

Warga Kota Samarinda sudah lama menanti wajah baru Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri. Yang tengah direnovasi sejak Juli lalu.

Renovasi ini dilakukan karena usia teknis gedung itu sudah nol. Sehingga perlu dilakukan peremajaan. Sekaligus mempercantik perwajahan dari kawasan olahraga itu. Karena menggunakan desain yang unik.

Pengerjaan proyeknya sendiri terbagi dalam beberapa tahap. Pertama secara fisik dan tampak luar. Targetnya selesai pada akhir tahun 2023. Sementara bagian interior, akan dimulai pada awal 2024.

Beberapa hari menjelang berakhirnya tahun 2023. Pengerjaan GOR Segiri saat ini masih tampak dalam proses. Meski secara kasat mata, penampilan baru dari GOR Segiri sudah terlihat.

Baca juga:   Penerapan ETLE Samarinda Sudah Jaring 10 Ribu Pelanggar Lalu Lintas

Pimpinan Tim Proyek Pembangunan GOR Segiri, Bobi Eko Iswahyudi menjelaskan. Kalau per hari Minggu, 24 Desember kemarin. Progresnya sudah mencapai 93%.

“Kalau dibilang meleset saya belum tahu. Karena kan, berakhir bulan pada tanggal 31. Ya masih punya waktu beberapa hari,” jelasnya kepada Kaltim Faktual Selasa 26 Desember 2023.

Meski begitu, Bobi juga memperkirakan adanya kemungkinan keterlambatan. Namun karena pengerjaan sisa sedikit lagi. Maka keterlambatannya tidak akan lama. Tidak sampai satu bulan.

“Kalaupun terlambat hanya sekitar satu minggu dua minggu lah ya. Dari tanggal 31. Jadi kemungkinan sekitar tanggal 15 Januari sudah kelar,” tambahnya di tengah pengerjaan proyek.

“Kalaupun nanti, ternyata setelah tanggal 31 itu melebihi waktu nanti ada mekanismenya sendiri yang biasa diterapkan. Di kontrak kan apabila terlambat ada mekanisme denda,” tambahnya.

Baca juga:   Pemkot Samarinda Kirim 48 Calon Ulama ke Yaman

Penyebab Keterlambatan

Bobi menyebut beberapa faktor keterlambatan yang terjadi. Seperti keterlambatan fasad.

“Fasad itu bagian tampak luar. Kita ambil dari luar daerah. Di Jakarta kalau tidak salah. Itu kan dianyam manual. Yang bentuknya tameng-tameng. Ada keterlambatan pengiriman dan beberapa hal. Tapi sudah terpasang semua.”

“Tapi kan perlu juga finishing-finishing. Oh belum sempurna, kita perbaiki. Semacam rotan sintetis kira-kira. Itu termasuk faktor pekerjaan terhambat karena itu,” beber Bobi.

Selanjutnya adalah faktor cuaca. Hujan yang mengguyur Kota Samarinda beberapa hari belakangan ikut jadi faktor keterlambatan. Sebab ketika cuaca tengah hujan, para pekerja tidak bisa bekerja.

“Terus mungkin ada beberapa permasalahan lain yang sifatnya teknis, misal mau melaksanakan ini tunggu ini dulu. Itu kalau terlambat satu hari semuanya ikut terlambat karena menunggu ini menunggu ini,” tambahnya.

Baca juga:   Sisa Setahun Menjabat, Andi Harun: Banyak Tercapai, Kekurangannya Kita Perbaiki pada 2024

Lanjut Bobi, target tahun ini hanyalah bagian tampak luar saja. Sehingga ketika kontraknya selesai, bukan berarti selesai juga proyek renovasinya. Sebab gedung belum bisa langsung berfungsi. Karena akan berlanjut ke bagian dalam.

“Kontraknya memang tampak luar saja. Di dalam belum tersentuh. Yang di dalam nanti beda lagi, nggak ada hubungannya sama kontrak yang saat ini,” pungkasnya. (ens/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.