Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Wagub Kaltim Geram Perusahaan Tambang Salurkan CSR Rp500 Miliar ke UI

Published

on

Wagub Kaltim Geram Perusahaan Tambang Salurkan CSR Rp500 Miliar ke UI
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. (Dok. Istimewa)

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengaku geram dengan adanya perusahaan tambang batu bara di Kaltim yang megalirkan aliran dana CSR nya ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa. Salahsatunya, Universitas Indonesia (UI).

“Sebuah perusahaan besar di Kaltim justru memberikan CSR-nya ke Universitas Indonesia (UI) sebesar Rp 500 miliar, kenapa tidak diberikan ke Kaltim? Ini kan pertanyaan yang menggelitik masyarakat,” ucap Hadi, saat menghadiri paripurna di DPRD Kaltim, Selasa (10/5/2022).

Hadi ingin kejadian yang sudah beberapa bulan lalu ini terulang lagi. Ia mengaku kecewa dengan hal tersebut. Bahkan, kekecewaan itu muncul bukan dari dirinya tapi dari masyarakat Kaltim.

“Bukan dari saya loh, ini masyarakat Kaltim yang bertanya, kenapa kok diberikan ke sana, tidak diberikan ke Kaltim,” lanjutnya.

Baca juga:   80 Persen Armada Transportasi Darat Dinyatakan Siap Layani Mudik di Kaltim

“Syukurnya masyarakat Kaltim cukup sabar lah, kalau tidak kan bisa didemo itu,” sambungnya.

Hadi pun mempertanyakan komitmen kerja sama sejumlah perusahaan pertambangan dengan pemerintah pusat, daerah, kabupaten dan kota di Kaltim.

Kata dia, seharusnya perusahaan tersebut bijak dan seimbang melihat proporsi Kaltim. Dengan memberikan Sumber Daya Alam (SDA) nya untuk dikeruk dan menjadi profit. Sebab, kepentingan masyarakat Kaltim juga jauh lebih penting apalagi terkait pendidikan.
“Berapa juta batu bara yang diambil, kok tidak diberikan ke masyarakat Kaltim?. Perusahaan tambang lah (yang memberi dana CSR ke UI), artinya kita tidak iri, tapi kalau disana diberi, disini diberi juga harusnya begitu,” kata Hadi Mulyadi.

Baca juga:   Bikin Kaltim Bangga, Desa Pela di Kukar Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik

“Yang jelas saya dapat pertanyaan itu (dana CSR) dan dapat kiriman dari rektor (Unmul), ya pasti bertanya-tanya ini, tidak harus Unmul, kan ada ITK, ada ISBI, UMKT, Unikarta, Uniba, UNU dan lain-lainnya di Kaltim,” imbuhnya.

Hadi berharap pihak perusahaan lebih memperhatikan keberlangsungan serta kesejahteraan masyarakat yang dekat dengan wilayah kerjanya terlebih dahulu.

“Yang kecewa bukan saya, masyarakat Kaltim, mewakili masyarakat Kaltim merasa kecewa, harusnya ada perhatian serius untuk Kaltim,” pungkasnya. (redaksi)

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.