SEPUTAR KALTIM
Walhi Sebut Pemindahan IKN Tambah Beban Lingkungan Kaltim
Pada momen peringatan Hari Bumi 2022, Kaltim disebut sudah kotor dan penuh polutan. Sebagaimana disampaikan Direktur ED Walhi Kaltim Yohana Tiko.
“Kaltim adalah bumi yang sudah kotor dan penuh polutan. Sebanyak 73% dari total luas kawasannya telah dibebani oleh perizinan ekstraktif,” katanya dalam keterangan pers.
Yohana menguraikan, konflik lahan kerap terjadi di Kaltim. Meliputi penggusuran lahan adat di Desa Long Bentuq, penggusuran lahan pertanian warga di tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, konflik lahan antara masyarakat dengan Perusahaan HTI di Desa Lebak Cilong, kemudian sengketa lahan adat Suku Dayak di Desa Jembayan dengan pertambangan batubara.
“Serta 52 konflik tanah lainnya, dapat menjadi bukti bahwa betapa tidak beresnya kinerja Pemerintah atas tata kelola sumber daya alam di Kaltim,” bebernya.
Hal ini menurut Yohana diperparah dengan beban baru pada lingkungan hidup dan masyarakat Kaltim melalui pembangunan Ibu Kota Baru (IKN). Padahal kondisi ekologis belum pulih.
Masih menurut Yohana, paradigma pembangunan di Indonesia selalu menempatkan garis-garis pengelolaan lingkungan hidup dan kekayaan alam yang adil dan lestari hanya sampai pada tataran pemuas hasrat konsumsi ekonomi kotor kapitalistik dan kepentingan ego sektoral saja. Di dalam paradigma pembangunan investasi yang kejam seperti ini, hak-hak masyarakat, aspek sosial dan tata kelola dalam mengelolah sumber daya alam akan diabaikan dan ditindas dengan cara-cara yang kasar dan keji.
Sementara itu Buyung Marajo selaku Koordinator Pokja 30 Samarinda mengingatkan bahwa penerbitan kebijakan yang tidak diawali dengan prinsip keadilan hanya akan menjadi sumber konflik. Kata dia, sejak awal penetapan pemindahan IKN ke Kaltim sudah mengabaikan suara dan hak masyarakat adat serta masyarakat lokal.
“Terlebih suara masyarakat asli yang nantinya wilayah mereka akan dibongkar untuk pembangunan Ibu Kota,” tutur Buyung. (redaksi)
-
KUKAR4 hari agoKredit Kukar Idaman Terbaik Sasar Empat Sektor Usaha
-
OLAHRAGA1 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
KUKAR5 hari agoKukar Tekankan KB sebagai Langkah Menyiapkan Keluarga Berkualitas
-
BONTANG2 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUKAR2 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
KUKAR5 hari agoTPK Kukar Libatkan Tiga Unsur untuk Perkuat Pendampingan Keluarga
