SAMARINDA
Warga Samarinda Keluhkan Flash ETLE yang Terlalu Tajam, Bisa Bikin Buta Sesaat
Sebagian masyarakat Samarinda mulai mengeluhkan kilau cahaya dari lampu ETLE. Karena terlalu tajam di mata, sampai berpotensi mengakibatkan buta sesaat.
Sejak tahun 2023 lalu. Penerapan sistem tilang elektronik sudah berlaku di Kota Samarinda. Melalui pemasangan kamera CCTV tilang alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis. Yang digunakan untuk merekam pelanggaran lalu lintas di jalan raya.
Di Samarinda sudah ada 4 titik ETLE yang terpasang. Yakni di Simpang Muara, Lembuswana, Simpang Mesra, hingga Jembatan Mahakam.
Berjalan selama satu tahun. ETLE Statis sudah berhasil menangkap dan menilang ribuan pelanggaran lalu lintas. Baik itu tidak pakai helm, melanggar lampu merah, hingga tidak mematuhi rambu jalan.
Namun belakangan sejumlah pengendara di Kota Samarinda mengeluhkan lampu flash ETLE. Mereka menilai, lampu flash itu cukup tajam dan mengganggu ketika berkendara.
Keluhan Warga Samarinda
Seperti yang diakui seorang warga Samarinda pengendara kendaraan roda dua, Yahya (23). Menurutnya lampu flash ETLE sangat tajam. Membuatnya tidak nyaman ketika berada di lampu merah.
“Iya mengganggu banget, langsung kena mata. Kayak kilat,” katanya Selasa, 27 Februari 2024.
Menurut Yahya sebetulnya ETLE Statis cukup bagus untuk penilangan. Menghindari pelanggaran kendaraan. Sekaligus menghindari oknum Polisi yang menilang dengan tarikan uang.
Namun Yahya berharap, kalau lampu flash ETLE pencahayaannya bisa diatur. “Jangan terlalu terang sih kalau bisa.”
Senada, warga Samarinda pengendara roda dua, Fanny (27). Juga setuju dengan terlalu tajamnya lampu flash di titik lampu merah. Bahkan meskipun siang hari.
“Pas siang hari saja masih silau. Apalagi pas malam, itu makin lagi. Waktu mendung kemarin malah kayak petir tuh cahayanya, ganggu mata,” katanya.
“Apalagi kalau ketika menunggu lampu merah. Posisinya di depan ETLE, kena banyak kan itu,” tambahnya.
Fanny berharap cahayanya bisa disesuaikan. Mengingat dirinya selalu melintasi lampu merah dengan ETLE di Simpang Muara ketika berangkat dan pulang dari bekerja.
Secara umum, kondisi ini bisa mengakibatkan buta sesaat. Itu terjadi karena perubahan intensitas cahaya dari gelap, terang, ke gelap yang terlalu cepat dan tajam. Saat pengendara terkena buta sesaat, kemampuan mata mereka akan kabur selama beberapa detik. Jika panik, bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara lain.
Saat ini Kaltim Faktual masih berupaya menghubungi pihak Polresta Samarinda untuk mendapatkan informasi lanjutan terkait lampu flash ETLE. (ens/dra)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

