SAMARINDA
Pemkot Samarinda Bikin Sekolah Internsional, DPRD: Bagus Sih, tapi ….
Legislator Samarinda mengingatkan pemkot, bahwa masih banyak sekolah dalam kondisi tidak ideal. Sehingga jangan hanya fokus pada pembangunan sekolah bertaraf internasional saja.
Pemkot berencana membangun ulang SMPN 16 Samarinda menjadi sekolah terpadu bertaraf internasional. Nantinya, di dalam satu kawasan seluas 2 hektare di Loa Bakung itu. Akan ada SD, SMP, hingga SMA.
Struktur bangunannya terdiri dari 30 persen gedung, dan 70 persen ruang terbuka hijau. Sehingga membuat suasana sekolah menjadi menyenangkan.
Selain itu, seleksi masuk sampai bahasa dasarnya, akan menggunakan standar internasional. Dan diampu oleh guru-guru berkompeten.
Saat ini masih dalam tahap studi kelayakan dan segera masuk dalam penganggaran. Agar tahun depan proyek fisiknya bisa mulai digarap.
Tanggapan DPRD Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti secara prinsip mendukung rencana itu. Namun tetap memberi catatan.
“Itu sangat-sangat bagus. Tapi perlu diingat, masih banyak PR dalam dunia pendidikan kita,” ucap Puji, Jumat 5 Mei 2023.
Sebagai kota yang memiliki populasi tinggi dan rawan bencana. Sektor pendidikan di Samarinda belum sepenuhnya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Puji bilang, dari 887 satuan pendidikan di Kota Peradaban. Sebanyak 269 di antaranya berstatus sekolah negeri. Dan masih banyak yang kualitasnya di bawah standar.
“Masih ada sekolah yang bangunannya menumpang, gimana mau memenuhi 8 SPM pendidikan,” ungkapnya.
Dalam 8 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan. Satu di antaranya adalah sarana dan prasarana. Nah, kata Puji, bangunan dan jalan menuju sekolah kerap jadi tidak aman saat banjir. Ujung-ujungnya, sekolah harus meliburkan aktivitas pembelajaran demi keselamatan.
“Akses-akses jalan menuju sekolah itu sering terendam banjir. Berarti kan tidak aman bagi anak,” ujarnya lagi.
Karena itu, Puji meminta pemkot, dalam hal ini wali kota dan Dinas Pendidikan. Agar fokus menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Jangan sampai karena ingin membuat sekolah bertaraf internasional. Sekolah yang sudah eksis dan butuh perhatian, jadi terabaikan. (mhn/dra)
-
PARIWARA5 hari agoBuka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body & Grafis Anyar
-
SAMARINDA5 hari agoFebruari 2026, Bandara APT Pranoto Targetkan Penerbangan Langsung Samarinda-Kuala Lumpur
-
SAMARINDA4 hari agoKritik Desain Revitalisasi Pasar Segiri, Andi Harun: Jangan Sampai Megah tapi Kosong
-
SAMARINDA4 hari agoParipurna HUT ke-358 Samarinda: Andi Harun Pamer Ekonomi Tumbuh 8,62 Persen dan IPM Tertinggi se-Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoSeragam ASN Kaltim Diperketat: Atribut Dinas Dicopot, Lengan Baju Diatur Jabatan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMasih Banyak Kendala, Target Cetak 20 Ribu Hektare Sawah di Kaltim Baru Terealisasi 6.600
-
BALIKPAPAN5 hari agoDPR RI Cek ‘Kesehatan’ Bankaltimtara, Gubernur: Ekonomi Sedang Tak Ideal, Kami Butuh Masukan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPindah Tugas ke Pusat, Wagub Seno Aji Apresiasi Kinerja Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto

