SEPUTAR KALTIM
Dinkes Gelar Pertemuan Bahas Rancangan Pergub untuk Penanggulangan TBC di Kaltim
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kaltim. Dinkes mengadakan pertemuan untuk membahas rancangan Pergub mengenai penanggulangan TBC.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengadakan pertemuan untuk membahas rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai penanggulangan Tuberkulosis.
Pertemuan tersebut dalam rangka memberikan panduan bagi berbagai program, sektor dan pihak terkait dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan dilaksanakan pada hari Kamis, 7 September 2023 di Ruang Rapat Tepian I Kantor Gubernur Kaltim.
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kaltim.
Berdasarkan laporan Global TB tahun 2022, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal jumlah kasus TBC tertinggi, setelah India.
Pemerintah telah menegaskan komitmennya terhadap eliminasi TBC melalui “Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC tahun 2030” dan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 mengenai Penanggulangan Tuberkulosis.
Selaras dengan itu, rancangan Pergub yang tengah disusun ini pun bertujuan untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis di Kaltim sesuai dengan target nasional yakni pada tahun 2030.
“Kita harapkan dengan disusunnya pergub penanggulangan tuberculosis ini agar dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat sehingga kasus Tuberkulosis bisa ditangani dan teratasi bahkan lebih cepat dari target nasional yaitu pada tahun 2030,” ucap dr Jaya Mualimin selaku Kepala Dinas Kesehatan Kaltim saat memimpin rapat.
Upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis di Kaltim pada tahun 2030 merujuk pada beberapa indikator diantaranya penurunan angka kejadian (incident rate) TBS menjadi 65/100.000 penduduk dan penurunan angka kematian akibat TBC menjadi 6/100.000 penduduk.
Menurut data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kaltim, pada tahun 2021 tercatat sebanyak 5.010 kasus TBC. Namun, data per Oktober 2022 menunjukkan bahwa kasus TBC di Kalimantan Timur masih rendah, yaitu hanya mencapai 74% dari tahun sebelumnya.
Pada tahun 2022, tercatat 42 kasus TBC RO, yang kemudian meningkat menjadi 62 kasus. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2022 masih rendah, yaitu sebesar 44%.
Directly Observed Treatment Strategy (DOTS) menjadi strategi dalam penanggulangan Tuberkulosis yang terdiri dari 5 (lima) strategi .
5 strategi tersebut yaitu komitmen dalam mendukung pengobatan TBC sampai tuntas, pendiagnosaan TBC melalui pemeriksaan bakteriologis, pendampingan Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk menjamin kesembuhan, dan penyediaan obat TBC yang terjamin baik kualitas maupun kuantitas, serta pencatatan dan pelaporan kasus TBC yang baik.
Hadir dan memberikan masukan serta saran pada kegiatan rapat tersebut, yaitu dr David HM selaku Direktur RSUD AW Syahrani Samarinda, perwakilan lintas sektor mulai dari PPTI Kaltim, Kementerian Agama Kaltim, Balitbangda Kaltim, Inspektorat Kaltim, Kanwil Kemenkumham, RSUD Parikesit Tenggarong, Biro Hukum Setdaprov Kaltim, IDAI Kaltim, Diskominfo Kaltim, Disdikbud Kaltim dan BAPPEDA Kaltim. (DiskominfoKaltim/RW)
-
PARIWARA4 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa
-
PARIWARA2 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini
-
BALIKPAPAN3 hari agoSoroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Wagub Kaltim: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Hak Pulang Selamat
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci

