SAMARINDA
Festival Sate HUT TNI di Samarinda: Sejuta Tusuk Sate Madura Ludes dalam 2 Jam
Korem 091/ASN merayakan HUT TNI ke-78 dengan menggelar Festival Sate. Menu utamanya Sate Madura yang terkenal uwenak. Makanya dalam waktu 2 jam saja, sejuta tusuk sate ludes diserbu prajurit TNI dan warga sipil.
Warga Samarinda langsung menyerbu Festival Sate yang digelar oleh Komando Resor Militer 091/Aji Surya Natakesuma. Pada Jumat sore, 6 Oktober 2023. Di depan Kantor Korem di Jalan Gajah Mada Samarinda.
Dalam Festival Sate ini, Korem menggandeng Ikatan Keluarga Madura Samarinda untuk menyediakan menu Sate Madura. Digelar dalam rangka HUT TNI ke-78.
Sate Madura dipilih karena selain telah masuk jajaran kuliner legendaris Nusantara. Juga karena merupakan sate terenak di ‘sekte’ sate ayam. Mengumpulkan 1 juta tusuk sate pun realistis, karena kebanyakan penjual sate di Samarinda menjajakan jenis sate ini.
Ketika Festival Sate ini berlangsung, sebagian ruas jalan ditutup. Berjejer sebanyak delapan gerobak sate asli Madura. Diperkirakan puluhan hingga ratusan warga Samarinda memenuhi gerobak-gerobak itu.
Mengantre mendapatkan Sate Madura gratis. Apalagi baru dibakar langsung di tempat. Delapan gerobak itu pun penuh dikerubungi warga. Karena tidak cuma dapat sate, tapi juga dapat lontongnya.
Sebanyak satu juta sate yang tersedia, langsung ludes dalam waktu singkat. Sekitar dua jam, sate tampak sudah habis. Para pedagang sate, dibantu juga oleh anggota TNI menyajikan atau membakar sate.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku senang dengan acara ini. Karena menurutnya sate Madura memiliki kekhasan. Berbeda dibanding sate lainnya di Indonesia. Juga memiliki sejarah tersendiri.
“Jadi sate berasal dari dua daerah Ponorogo dan Madura. Filosofinya besar kalau Madura. Mulai dari tusukan bambunya yang gede-gede sampai potongan dagingnya gede-gede,” ungkap Andi Harun.
Kemudian usia sate Madura yang sudah panjang, sudah dikenal tahun 1900-an. Sudah melewati berbagai generasi dan zaman di Indonesia. Bahkan melambangkan kesatuan NKRI. Dan juga Bhineka Tunggal Ika.
“Ada bumbunya dari kacang tanah, dagingnya ditusuk dalam satu tusukan artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Itu yang harus kita jaga,” pungkasnya. (ens/dra)
-
OLAHRAGA3 hari agoAmar Brkic Pecahkan Rekor 13 Tahun di Borneo FC, Golnya Bukan Sekadar Penentu Kemenangan
-
SAMARINDA1 hari agoAir Sungai Karang Mumus Mendadak Hijau, DLH Samarinda Selidiki Dugaan Pencemaran
-
SAMARINDA4 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
PARIWARA3 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan
-
BALIKPAPAN5 hari agoPasokan Air Bersih Balikpapan Terbatas, Ini Cara Mengatur Kebutuhan Air di Rumah
-
OLAHRAGA3 hari agoBorneo FC Bawa Modal 5 Gol ke Markas PSS, Tapi Ada Tantangan yang Menanti

