SEPUTAR KALTIM
Mitigasi Bencana Tak Bisa Ditunda, Pemerintah dan Masyarakat Didorong Tingkatkan Kesiapsiagaan

Mitigasi bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dan kesadaran warga menjadi faktor utama dalam menciptakan ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana di Kalimantan Timur.
Upaya mitigasi bencana menjadi langkah penting yang tidak bisa ditunda. Pemerintah dan masyarakat diharapkan bersinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan agar mampu meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa ketika bencana terjadi.
Kesiapsiagaan lintas sektor menjadi elemen penting dalam menghadapi potensi bencana, baik gempa bumi, banjir, maupun kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah diminta memastikan sistem peringatan dini dan jalur komunikasi berjalan optimal, sementara masyarakat perlu memahami prosedur keselamatan di lingkungan masing-masing.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana.
“Jika terjadi bencana, kami akan menyediakan tenda pengungsian, dapur umum, serta mengerahkan relawan untuk melakukan pendataan dan memberikan layanan sosial bagi korban. Dukungan psikososial juga kami siapkan agar masyarakat bisa segera kembali menjalani kehidupan normal tanpa trauma,” ujarnya dalam kegiatan mitigasi kebencanaan di Samarinda, Senin 10 November 2025.
Program Kampung Siaga Bencana (KSB) Dukung Ketangguhan Warga
Selain di tingkat provinsi, pemerintah juga mendorong penguatan mitigasi di tingkat masyarakat melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB). Program ini bertujuan membekali warga agar tanggap dan mampu mengambil langkah cepat saat terjadi bencana.
“Melalui KSB, masyarakat dilatih agar mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, termasuk dalam hal evakuasi dan distribusi logistik. Pemerintah provinsi juga siap melakukan backup logistik untuk seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,” tambahnya.
Rasyidi menambahkan, Dinsos Kaltim juga telah menyiapkan petunjuk teknis penanganan bencana, mulai dari penentuan titik lokasi pengungsian hingga dapur umum, serta memperkuat sinergi dengan BPBD, BMKG, TNI, Polri, dan instansi lainnya.
Karakteristik Bencana di Kaltim dan Upaya Pencegahan Cepat
Menurut Rasyidi, karakteristik bencana di Kalimantan Timur berbeda dengan wilayah lain seperti Jawa yang rawan gempa. Di Kaltim, bencana yang paling sering terjadi meliputi banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta tanah longsor.
Dinsos Kaltim juga telah menyiapkan logistik darurat di tingkat kabupaten/kota untuk mempermudah penanganan cepat saat bencana terjadi. Sosialisasi dan simulasi bencana rutin dilakukan, termasuk di sekolah-sekolah, guna menumbuhkan kesadaran sejak dini.
“Kami harus bekerja bersama, mulai dari perangkat daerah, stakeholder, hingga dunia usaha. Kolaborasi menjadi kunci agar penanggulangan bencana di Kalimantan Timur berjalan efektif,” pungkasnya. (Prb/ty/portalkaltim/sty)
-
BALIKPAPAN3 hari agoRiding dan Nobar ARRC Buriram Bareng Yamaha Kaltim, Biker Balikpapan Tetap Semangat Meski Diguyur Hujan
-
HIBURAN3 hari ago“Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Saat Alzheimer Perlahan Menghapus Ingatan Keluarga
-
BALIKPAPAN3 hari agoWaduk Teritip Jadi Andalan, Balikpapan Bersiap Hadapi El Nino 2026
-
OLAHRAGA2 hari agoTembus 10 Besar All Japan Road Race Championship, Wahyu Nugroho Terus Improve Asah Skill
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoPenduduk Kaltim Tembus 4 Juta Jiwa, BPS Sebut Bonus Demografi Masih Terjaga
-
EKONOMI DAN PARIWISATA20 jam agoStok Beras Kaltim dan Kaltara Aman hingga Akhir 2026, Bulog Siapkan Gudang Penyangga IKN
-
OLAHRAGA1 hari agoKembali ke Tren Positif, Aldi Satya Mahendra Tak Sabar Ulang Momen Manis di Ceko
-
BALIKPAPAN15 jam agoMubes FKPB Diharapkan Perkuat Soliditas Paguyuban dan Jaga Stabilitas Sosial di Balikpapan

