GAYA HIDUP
Hari Kesadaran Artritis Reumatoid: Mengupas ‘Penyakit Tak Kasatmata’ yang Mengintai Usia Produktif
Sering dikira penyakit lansia, Artritis Reumatoid adalah autoimun berbahaya yang rentan menyerang wanita usia produktif. Kenali gejala awalnya di sini.
Nyeri sendi sering kali dilabeli secara serampangan sebagai penyakit bawaan masa tua. Padahal, ada ancaman peradangan sendi kronis yang justru mengintai tajam di usia produktif. Kondisi ini dikenal sebagai Artritis Reumatoid, sebuah ‘penyakit tak kasatmata’ yang sering disalahpahami masyarakat.
Untuk mengikis mitos dan informasi keliru tersebut, tanggal 2 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesadaran Artritis Reumatoid. Kampanye ini pertama kali digagas oleh Yayasan Pasien Artritis Reumatoid pada tahun 2013, dengan tujuan menyuarakan penderitaan para penyintas sekaligus mendorong pentingnya diagnosis sedini mungkin.
Bukan ‘Keropos Tulang’ Biasa
Masyarakat kerap menyamakan kondisi ini dengan osteoartritis yang umumnya terjadi karena faktor penuaan dan keausan tulang rawan. Padahal, keduanya sangat berbeda. Artritis Reumatoid murni merupakan penyakit autoimun. Sederhananya, sistem kekebalan tubuh justru mengalami kesalahan dan menyerang jaringan pelapis sendi secara membabi buta.
Secara genetis dan klinis, penyakit ini bahkan memiliki lebih banyak kemiripan dengan penyakit autoimun lain seperti lupus dan sklerosis multipel, ketimbang dengan radang sendi biasa.
Skala ancamannya tidak main-main. Di Amerika Serikat saja, hampir 1,5 juta orang hidup dengan kondisi ini. Sementara secara global, angkanya menembus lebih dari 350 juta jiwa.
Fakta medis menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko 2,5 kali lipat lebih tinggi untuk didiagnosis mengidap penyakit ini dibandingkan laki-laki. Rentang usia rentannya pun berada di fase puncak produktivitas, yakni antara 20 hingga 50 tahun.
Ancaman Komplikasi dan Faktor Risiko
Jika dibiarkan berlarut tanpa penanganan medis yang tepat, sistem kekebalan tak hanya memicu pembengkakan, nyeri hebat, dan perubahan bentuk pada sendi. Peradangan kronis ini bisa menjalar liar merusak organ dalam, memicu komplikasi serius pada paru-paru, jantung, mata, hingga pembuluh darah.
Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal menjadi krusial. Tanda bahaya yang patut dicurigai meliputi pembengkakan dan kekakuan sendi—terutama pada sendi-sendi kecil seperti di jari tangan dan kaki. Kondisi ini kerap disertai dengan demam ringan, kelelahan esktrem, hingga hilangnya nafsu makan.
Meski pemicu pasti dari autoimun ini belum terpecahkan secara presisi, dunia medis telah memetakan sejumlah faktor risiko utama. Selain garis keturunan keluarga dan usia paruh baya, gaya hidup memegang peranan besar.
Kebiasaan merokok dan kondisi berat badan berlebih tercatat secara klinis mampu melipatgandakan risiko seseorang terkena radang sendi jenis ini.
Hingga hari ini, belum ada obat ajaib yang mampu menyembuhkan Artritis Reumatoid secara total. Mengingat sifatnya yang kronis dan berpotensi memicu kecacatan fisik, penyakit ini mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang dari tubuh pasien.
Namun, vonis tersebut bukanlah akhir segalanya. Dengan kepekaan membaca gejala awal dan penanganan rutin di bawah pengawasan dokter spesialis reumatologi, laju kerusakan sendi dan organ dapat direm secara drastis.
Lewat terapi medis yang tepat waktu, para penyintas memiliki peluang besar untuk menekan penyakit ke fase remisi, mengendalikan rasa sakit, dan kembali menjalani hidup dengan kualitas yang optimal. (ens)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK3 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA4 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan

