SEPUTAR KALTIM
Tiga Desa di Kaltim Masih Berstatus Tertinggal, Rudy Mas’ud Minta Akses Jalan Segera Digarap
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menginstruksikan percepatan pembangunan jalan sepanjang 25 km di Bongan, Kutai Barat. Langkah ini diambil untuk menghapus status desa tertinggal di Kaltim.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan penghapusan status desa tertinggal di wilayahnya pada tahun ini. Fokus utama kini diarahkan pada perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Yang menjadi lokasi bagi tiga desa terakhir dengan status tertinggal di Benua Etam.
Tiga desa tersebut adalah Desa Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung. Meski letaknya relatif dekat dengan kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ketiganya—termasuk Desa Lemper yang berstatus desa berkembang—masih terisolasi akibat kondisi infrastruktur jalan yang buruk.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan arahan tegas kepada jajarannya untuk segera melakukan intervensi fisik di wilayah tersebut guna mendongkrak skor Indeks Desa Membangun (IDM).
“Segera lakukan kegiatan di sana, agar tidak ada lagi desa tertinggal di Kaltim,” tegas Gubernur Rudy Mas’ud dalam briefing koordinasi bersama jajaran terkait, baru-baru ini.
Komitmen di Tengah Penurunan Anggaran
Langkah percepatan ini diambil di tengah proyeksi penurunan APBD Kaltim tahun 2026 yang diperkirakan turun hingga Rp7 triliun, dari semula Rp21 triliun menjadi Rp14,25 triliun.
Namun, Gubernur menekankan bahwa pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 25 kilometer di Bongan tetap menjadi prioritas demi pemerataan akses.
Ia menginstruksikan Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, hingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera merapatkan teknis pendanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, warga di pelosok memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang memadai.
“Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, Barjas dan TAPD segera kita rapatkan ini,” desaknya.
Tinggal Tiga Desa Tertinggal
Secara teknis, rencana perbaikan jalan akan mencakup sejumlah jalur penghubung antar-desa, antara lain:
- Jalur Gerunggung – Tanjung Soke (5 km)
- Jalur Tanjung Soke – Deraya (10 km)
- Jalur Deraya – Gerunggung/Lemper (10 km)
Perbaikan konektivitas ini diharapkan dapat mengubah status desa tertinggal di wilayah tersebut menjadi desa berkembang. Sebagai informasi, saat ini Kalimantan Timur memiliki total 841 desa.
Dari jumlah tersebut, mayoritas telah menyandang status mandiri, maju, dan berkembang. Hingga saat ini, tercatat hanya tersisa tiga desa tertinggal dan sudah tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal di wilayah Kaltim. (ens)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
KUKAR3 hari agoAulia Tekankan Pentingnya Mentalitas Pemimpin dalam Menghadapi Tantangan
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar

